
"ya ampun Nita...gimana ini? aku lupa ngerjain tugas malam tadi" kata Azkia penuh kebingungan.
"lo kok bisa sih Kia kamu lupa? biasanya kan kamu selalu ngerjain tugas." jawab Nita.
"ya itu kan biasanya. Ini kan hari ini Nita, aku lupa lantaran mikirin si Radit terus. gimana ya?" Bisiknya kepada Nita.
"ya udah kamu lihat aja ni punya aku" kata Nita sambil menyerahkan buku tugasnya kepada Azkia.
"makasih ya Nit."
"ya sama-sama. ayo cepat kamu salin, sebentar lagi masuk tu"
"aduh, kenapa aku jadi ceroboh seperti ini sih? sampai-sampai tugas sekolah pun aku lupa." sesal Azkia dalam hati sambil cepat-cepat menyalin tugas yuli ke buku tugasnya.
baru sampai tugas nomor dua, bel tanda masuk pun berbunyi membuat Azkia kebingungan harus bagaimana.
__ADS_1
"selamat pagi anak-anak." sapa guru mata pelajaran geografi itu.
"pagi buk..."jawab mereka serentak.
"ada tugas kan hari ini? ayo sekarang di kumpulkan" perintah guru yang terkenal galak itu.
"aduh bagaimana ini Nit? Apa yang harus aku lakukan? tugas ku belum selesai Nita." kata Azkia penuh ketakutan. Takut akan dirinya dihukum oleh guru yang galak itu.
"aku juga gak tau Kia"
Melihat Azkia kebingungan, Radit bertanya kepada Nita dengan isyarat apa yang terjadi kepada Azkia. Nita pun menjawab dengan isyarat juga bahwa Azkia tidak mengerjakan tugas. Mengetahui hal itu, Radit langsung menghapus nama di bukunya dan menggantikan dengan nama Azkia putri.
"sekali lagi ibu bertanya. Siapa yang tidak mengerjakan tugas?" jumlah kalian di dalam kelas ini 30 orang. Sedangkan buku yang di kumpulkan hanya 29 buku. Ada satu orang yang tidak mengerjakan tugas nya." tambah nya lagi membuat Azkia semakin ketakutan. Ada rasa malu di hatinya karena kedapatan tidak mengerjakan tugas di hadapan cowok yang ia cintai. Dia bingung harus berbuat apa.
"ayo mengaku!" bentak guru itu lagi sembari memukul meja dengan keras.
__ADS_1
"atau ibu periksa satu persatu buku tugas kalian. Jika kedapatan ibu akan mengukum dua kali lipat" ancamnya lagi.
"sa..saya..buk" jawab azkia terbata-bata dengan wajah di tunduk ke bawah.
"gak kok buk, dia bohong. saya yang tidak membuat tugas dari ibu" Radit menyempeli.
"kamu apa-apaan sih Dit, kan memang aku yang gak buat tugas" kata Azkia.
"gak, aku yang gak buat tugas. kalau ibu gak percaya, periksa saja buku-buku itu, pasti nama saya gak ada di sana" pinta Radit.
guru bertubuh gemuk itu pun langsung memeriksa buku-buku tugas murid nya. Benar saja buku Radit memang tidak ada di sana.
"karena kamu tidak mengerja kan tugas, Kamu ibu hukum" kata guru itu lagi.
"sekarang kamu keluar dari kelas ini, dan hormat tiang bendera sampai pelajaran ibu habis" perintah guru geografi itu lagi.
__ADS_1
Azkia terharu melihat pengorbanan pemuda idaman semua gadis itu untuk dirinya. Ia merasa bersalah karena membuat pemuda tanpan itu berkorban seperti itu kepadanya.
"sebesar ini kah cinta mu kepada ku Radit? kamu telah membuktikan janji mu kepada ku, kamu rela di hukum demi aku Radit. Aku sangat tersentuh" kata Azkia dalam hati sambari melihat Radit berlalu keluar pintu kelas.