
"kia, sebenarnya kamu dan Radit ada hubungan apa sih? beberapa minggu ini aku lihat kalian dekat" tanya Nita penasaran ketika sedang makan bakso di kantin sekolah.
"gak ada apa-apa kok. kita cuma temenan aja" jawab Azkia dan menyodorkan sesendok bakso ke dalam mulutnya.
"kia, mendingan kamu hati-hati deh. Aku kenal Radit dari SD. Setau aku dia itu orangnya plauboy. Ya bukan apa-apa sih aku takut aja kamu di permainkan sama dia" jelas Nita. Azkia hanya tersenyum mendengarkan perkataan sahabatnya itu.
"eh lo! gue peringatin ya sama lo. Jangan lagi lo berani deketin Radit. Lo tau kan dia itu pacar gue." bentak seseorang sambarii memukul meja dengan keras membuat seisi kantin melihat ke arah mereka.
"gue gak main-main ya, kalau lo masih berani deketin Radit, gue gak segan-segan buat hidup lo menderita." ancamnya lagi sambari menujuk ke wajah Azkia dan barlalu dari situ.
Azkia yang masih kaget, hanya terdiam melamun ke arah gadis mengancamnya tadi sampai gadis itu hilang dari pandangan nya. Tatapan nya kosong ke depan.Entah apa yang dipikirkan gadis keayuan itu.
"kia, kia" tegur Nita membuyarkan lamunannya.
"siapa dia?"
__ADS_1
"itu yuli kelas 1c mantan nya Radit." jawab Nita melanjutkan makanannya.
"mantan? tapi katanya pacar Radit."
"dia sih memeng kek gitu orang nya, Siapapun yang mendekati Radit, pasti di ancam seperti itu. Seolah-olah Radit itu dia yang punya. Padahal dianya aja yang gak terima dan menganggap masih menjadi pacarnya Radit. Raditnya enggah tuh." jelas Nita seenaknya.
"tapi kamu harus tetap berhati-hati lo, Radit itu playboy. aku gak mau lo kamu di mainin seperti gadis-gadis yang lain. Tapi aku juga berharap, kamu lah yang bisa merubah Radit menjadi lebih baik lagi." kata Nita menggoda.
"hey" tegur seseorang dan langsung duduk di depan mereka tampa di suruh.
"aku baru aja datang. Kalian, sedang membicarakan apa sih?" tanya Radit. Mendengar pertanyaan Radit membuat Nita mengusap-ngusap dadanya sebagai tanda lega karena Radit tidak mengetahui bahwa mereka sedang membicarakan dirinya.
"bukan apa-apa cuma masalah cewek aja. Ya kan Kia?" jawab Nita sambil menyenggil siku Azkia.
"hemm iya iya" balas Azkia sepontan.
__ADS_1
"Kia, ada yang mau aku omongin ke kamu." kata Radit.
"apa? omongin aja!" balas Azkia.
Radit memegang tangan halus gadis idamannya itu. Melihat sikap Radit, membuat Azkia dan Nita bengong seolah-olah tidak mengerti dengan apa maksud pemuda tampan itu. Lama Radit memegang tangan halus gadis keayuan itu, sambil memikir dan mengutai kata-kata yang indah yang harus ia utarakan kepada gadis itu sebagai ungkapan isi hatinya yang paling dalam.
"kia, semenjak ketemu kamu, aku sudah mulai suka sama kamu. Aku cinta sama kamu, kamu mau gak jadi pacarku?" kata Radit penuh harapan. Azkia membiarkan tangan halusnya di pegang oleh Radit. Gadis mana sih yang gak berbunga-bunga hatinya ketika di tembak sama cowok tampan seperti Radit (jangan munafik lah yeh).
"maaf Radit, aku tidak bisa menerima kamu. Aku tidak percaya akan cinta mu ke aku, baru bersela beberapa minggu kamu sudah mulai mencintai ku. Aku tau kamu cowok yang gambang bosan terhadap pasanganmu. Gak heran jika kamu mempunyai banyak mantan disana-sini" jelas Azkia blak blakan.
"tapi, semenjak aku mengenal kamu, aku sudah berubah. aku berubah dengan sikap buruk ku selama ini. Dan aku janji aku akan selalu mencintai dan menjaga kamu segenap jiwa ku. aku akan berubah demi kamu"
"aku belum melihat itu, aku mau kamu buktikan itu semua, yang aku hutuhkan bukti bukan janji" pinta Azkia.
"baik, aku akan melakukan apapun untuk membuktikan akan cinta ku ke kamu" kata Radit.
__ADS_1
"aku akan menunggu itu Radit" kata Azkia seraya tersenyum.