Pelangi Di Ujung Kehidupan

Pelangi Di Ujung Kehidupan
Lampu hijau dari papamu


__ADS_3

"ma, aku pulang ma. Lihat siapa yang datang" kata Radit berteriak. Johan keluar dari kamarnya dan terkejut melihat gadis miskin yang malam tadi kini datang lagi.


"ngapain kamu ke sini lagi ha" tanya Johan dengan nada marah.


"emang kenapa pa? mama yang suruh Azkia datang ke sini" sela Vina yang tiba-tiba nongol dari belakang Johan.


"untuk apa lagi mama suruh dia datang kesini?" tanya Johan lagi.


"ya untuk ngajarin anak kita lah pa. Azkia kan anak nya pintar. Ya biar pintar nya ketularan sama Radit. Papa lihat sendiri kan semenjak Radit kenal dengan Azkia, di berubah, dia rajin ke sekolah, belajar, selalu semangat setiap pergi ke sekolah, dan juga nilai Radit lumayan bagus akhir-akhir ini" jelas Vina.


"oke kalau gitu, jika kamu berhasil membuat anak saya mendapatkan nilai bagus, saya akan merestui hubungan kalian" syarat Johan kepada Azkia.


"beneran pa?"tanya Radit. Johan mengangguk membenarkan.


"hore..." kata Radit kegirangan sambari memeluk papanya.

__ADS_1


"makasih pa" tambahnya lagi.


"jangan senang dulu kamu. Buktikan dulu baru kalian boleh senang" kata Johan lagi.


"oke, oke siap komandan tugas akan saya laksanakan" jawab Radit memberi hormat kepada papanya seperti pemimpin upacara melaporkan persiapan upacara kepada pembina upacara.


"tapi sebelum itu boleh kan pa?" tanya Radit menggoda.


"boleh apa?" jawab Johan penasaran.


"Radit" teriak Johan kaget.


"dasar anak kamu ini ma" tambahnya lagi sambari tersenyum. Vina tersenyum senang melihat kedua malaikat nya bercanda di depannya dan menggeleng-gelengan kepalanya. Sedangkan Azkia hanya tersenyum gembira karena hubungan nya akan mendapat lampu hijau jika ia berhasil membuat Radit mendapat rangking 10 besar.


"terima kasih ya pa, papa sudah bersikap baik seperti ini. Mama senang melihat papa seperti ini" kata wanita paruh baya berambut ikal itu mencium tangan suami nya.

__ADS_1


"maafkan mama ya pa, jika malam tadi mama bersikap keras kepala terhadap papa. Itu semua mama lakukan untuk kebahagiaan anak kita. Kita tidak perlu menentukan hidup nya, biar dia sendiri yang memilih jalan hidupnya" jelas Vina bijak.


"ya ma, papa juga minta maaf atas sikap papa malam tadi. Terutama dengan kamu Kia, maafkan om ya berkata kasar kepada mu malam tadi" kata Johan penuh dengan rasa bersalah.


"gak apa-apa om. Sebelum om meminta maaf saya sudah maafkan om" kata Azkia dengan senyum yang terukir indah di bibirnya.


"ternyata benar ya ma, kamu mempunyai daya tarik yang kuat. Pantas saja Radit tergila-gila sama kamu" kata Johan lagi menggoda.


"hahaha...papa baru tau ya?" kata Radit datang menyempeli setelah selesai mengganti pakaian di dalam kamarnya.


"pipi tembam ini pa yang buat aku jatuh cinta" katanya lagi sambari mencubit pipi tembam gadis itu.


"cukup ya Radit, jangan kamu mencubit pipi ku lagi. Nanti aku gak mau makan lo" kata Azkia manja.


"hahaha...emang nya anak kecil apa jika di cubit pipinya gak mau makan? lagian itu kan cuma mitos" kata Radit lagi terus mencubit dengan gemes pipi gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2