
Roy, sepupu Rika yang belakangan ini sering sekali berkunjung ke kost 21 membuat seluruh penghuninya jadi akrab termasuk Naya. Pemuda ini gencar sekali menggoda Naya dengan gombal-gombalan lucu, dan hal itu membuat para penghuni kost ini bingung menentukan pilihan siapa yang paling keren antara Roy dan Josua. Mereka tak jarang mencari persamaan atau perbedaan diantara kedua pemuda tersebut, semakin hari mereka jadi hampir frustasi karena memikirkan siapa yang pantas untuk Naya. Memikirkan jodoh orang tidak pernah seheboh ini wahai netizen.
Josua selalu mengantar Naya pulang ke kost, kemudian disusul lagi dengan kedatangan Widya dan Dinda. Sorenya Josua, Niel, dan Reyno sering main ke kost gadis itu hingga magrib. Menjelang malam, Roy hampir tak pernah absen untuk sekedar berkumpul dan bercanda ria bersama anak kost 21.
Meskipun Roy sering terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Naya, namun kadang gadis itu hanya menyikapi dengan candaan. Karena hatinya sudah Ia jatuhkan untuk orang lain.
Malam ini Roy memberi salam dan di balas ramah oleh penghuninya yang super ramai Naya juga ikut tersenyum, gadis itu merasa senang karena kadang Roy menyuruh adik-adik satu kostnya untuk belajar. Ya, anggap saja Roy menyelam sambil minum air. Disaat Rika dan lainnya belajar selama beberapa menit, waktu itu dimanfaatkannya untuk dapat berduaan dengan Naya.
"Mereka lagi belajar bentar, kita ke teras yuk." Ajak Roy.
Naya menuruti. Tak lupa gadis itu membawa gitarnya agar dapat belajar juga dari Roy. Yang Naya suka dari pemuda ini ya itu, lumayan bisa main gitar dan suaranya juga bagus.
Naya tetap menggerai rambutnya yang pendek dan membiarkan poninya terlepas ke depan dan membuat angin malam dengan leluasa menggoyangkan poni gadis itu sesekali, dan pemandangan itu membuat Roy semakin jatuh hati pada gadis itu.
Sebenarnya Roy sudah lama menyukai gadis ini, namun belum ada waktu yang tepat untuk dapat mengungkapkan perasaannya karena Naya sering mengurung diri di kamarnya kalau ada tamu laki-laki. Ya kalian tahulah, Naya itu anti-sentuh.
Namun sejak Naya sudah mulai ikut bergabung, sempat pemuda itu berfikir mungkin pandangan pertama biasa untuk jatuh cinta, namun seiring berjalannya waktu dan semakin mengenal watak Naya, ternyata Ia semakin jatuh pada gadis yang apa adanya yang sedang duduk bersila dihadapannya saat ini.
Roy berdehem sambil memetik gitar melantunkan lagu perfect,
Well, I found a girl beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me...
Naya menopang dagu dengan kedua tangannya dan berkata, "aku tuh suka jatuh cinta sama orang yang bisa main gitar."
Roy menghentikan aktivitasnya, memeluk gitar kemudian menatap gadis itu, "oh, ya?"
"Iya, aku langsung terdiam kagum gitu waktu lihat orang nyanyi sambil main gitar." Ucap gadis itu girang dan membuat matanya berbinar menceritakan betapa gadis itu sangat menyukai orang yang bisa main gitar.
"Berarti kamu suka aku dong?" Tanya pemuda itu sambil menaik-turunkan alisnya.
__ADS_1
"Emm, aku sukanya pas lagi main gitarnya doang, kalau udah selesai kagumnya aku juga selesai." Tutur gadis itu.
Pemuda itu tampak cemberut, "ya, sementara doang dong. Tapi enggak apa-apa yang penting kamu udah pernah jatuh cinta sama aku."
Naya mengernyit, "dih, kapan?"
Roy mendengus, "pas aku main gitarlah."
"hehehehe, iya ya." Ucap gadis itu cengengesan.
Angin malam berhasil membuat poni gadis itu tampak berantakan namun kelihatan manis dihadapan pemuda itu, Naya menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya,
Darling you look perfect tonight...
"Sayang lagunya enggak sampai habis tadi, makanya langsung ke endingnya aja." Ucap pemuda itu tersenyum.
"iya, sayang." Pemuda itu tampak menahan senyum. "Eh maksudnya, lagunya sayang kalau enggak sampai habis, iya gitu." Imbuh gadis itu.
Naya tertawa canggung, obrolan seperti inilah yang selalu dihindarinya saat bersama pemuda ini. Ia jadi semakin bingung untuk memulai kisah cintanya dengan siapa.
Josua, tipikal yang susah di tebak membuatnya selalu bingung dengan pemuda itu. Apalagi belakangan ini waktu mereka disita dengan para sahabatnya.
Roy, pemuda yang selalu ada untuk mengisi kekosongan hari-harinya. Meski senang bersama pemuda ini, Naya belum bisa memastikan bahwa Ia punya rasa atau tidak pada pemuda ini.
"Kak Naya, Bang Roy, kami udah siap belajar." ucap Rika yang datang tiba-tiba, "aku bosan, panggang ayam yuk guys." Ajaknya.
Mendengar itu, anak-anak kost yang lain jadi berhamburan ke teras dan langsung mempersiapkan bahan-bahan untuk manggang. Padahal belum ada persetujuan dari Roy maupun Naya.
"Ya udah, aku panggil teman-teman aku yang lain buat bawa ayam sama bahan-bahan yang lain." Ucap Roy setelah berdebat kecil-kecilan dengan Naya karena gadis itu tidak mau merepotkan pemuda itu. Dan akhirnya Naya harus mengalah.
Teman-teman Roy ada sekitaran lima orang yang membuat penghuni kost 21 jadi riuh histeris, maklum kebanyakan belajar jadi jarang cuci mata apalagi pakai yang bening-bening.
__ADS_1
"Abang baju merah dekat adek aja ya, jangan jauh-jauh." Ucap Nining malu-malu dan membuat pemuda berkaus merah jadi tersipu Jijik, eh.
Fia dengan sigap mendekati mangsa yaitu pemuda berpakaian warna putih, penglihatannya ternyata sama dengan Inka yang membuat mereka jadi berdebat kecil-kecilan.
Naya hanya menggeleng. Dia pusing tapi senang juga, jarang gadis itu melihat kebahagiaan yang parah-parah seperti ini. Naya mendekati Roy yang sudah mulai sibuk memanggang,
"Makasih ya, maaf ngerepotin." Ucapnya sembari membantu pemuda itu.
Pemuda itu menoleh sebentar. "Kan bahagianya ramai-ramai, aku suka."
Mendengar itu Naya jadi tersenyum. "Ada yang bisa aku bantu lagi enggak?" Tanyanya saat dirasa bingung harus mengerjakan apa selanjutnya.
"Kamu duduk manis aja liatin aku," jawab pemuda itu sambil mengipas ayam yang sudah berada di tempat panggangan.
"Takut muntah." Ucap Naya tertawa, "bercanda, hehehehe."
Mulai bosan menunggu matang, Naya mengeluarkan ponselnya dan memainkan aplikasi Instagramnya. "Eh ada challenge nih, berani enggak?" Tantangnya pada Roy.
"Kamu pikir aku berani, ayo." Ucapnya cengengesan.
"Apaan sih." gadis itu mulai membacakan tantangan yang ada di layar ponselnya, "jadi orang gila satu menit."
"Yah, aku gilanya udah lama gimana dong? semenit mah lewat." Ucap pemuda itu sambil mengipas ayamnya.
Naya mengerutkan dahi, "ha?"
Roy meletakkan benda yang sejak tadi Ia gunakan untuk mengipas masakan, kemudian menoleh ke arah Naya yang kebingungan, "aku tuh jatuh cinta sama kamu dan aku tergila-gila, hahaha."
Mendengar itu, semua yang ada disitu jadi bersorak cie. "Ahhh, aku malu tahu." Ucap Naya sambil menyembunyikan wajahnya di belakang Roy. "Kamu, ih" Imbuhnya.
Makan malam bersama dan banyak tawa menghadirkan suasana baru bagi penghuni kost 21. Apalagi dikelilingi para pemuda tampan yang membuat gadis-gadis disini jadi dag dig dug.
__ADS_1
Terimakasih, Roy.