Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 12 pemilik hotel


__ADS_3

" siapa nama mu " tanya ifan dengan santai, ifan mengambil rokok, dan ingin menghidupkanya.


" maaf tuan disini area di larang merokok" dengan mengambil rokok yang berada di bibir ifan, ifan sedikit terkejut, pegawai baru ini dengan tegas melaksanakan peraturan hotel ini, meski agak lancang, namun membuat kesan tersendiri bagi ifan,


sementara di sisi kananya seli sangat kawatir, sebab dia tau siapa pria di depanya.


" sudah berapa lama kamu bekerja disini" aura tegas yang di pancarkan oleh ifan langsung terasa begitu mendominasi, membuat seli semakin gemetar.


" memangnya kenapa , mau saya bekerja setahun, dua tahun, ataupun sehari, tidak ada urusan dengan mu, sana pergi" pegawai itu menarik ifan agar keluar .


" dasar begok, begok, kamu akan menyesal jika tau siapa yang kamu seret itu, dasar anak baru" ucap seli di dalam hatinya, seli hanya bisa memandang kejadian di depanya, tanpa bisa melakukan apapun.


" plak" tiba tiba suara tamparan terdengar nyaring, sari langsung terdorong setengah meter, dia memengang pipinya, dengan tubuh yang sempoyongan.


" apa yang kamu lakukan, berani berani kamu "


" sudah cukup sari" ucap seli yang menahan tangan sari agar tidak menampar ifan sang pemilik hotel.


" awas saja kamu, akan saya laporkan pada atasan ku" ucap sari yang masih memegang pipinya yang memerah, akibat tamparan ifan,

__ADS_1


Ifan hanya terdiam tak men hiraukan, sementara seli semakin tertekan akan sikap ifan, seli tidak ingin membuat kesalahan yang sama, seperti yang pernah dia lakukan dan hampir saja di pecat, namun atas ke baikan ifan lah dirinya tidak di pecat.


" ada apa ribut ribut" seketika ruangan menjadi sunyi setelah suara itu ter dengar.


" itu pak ada orang gila yang masuk ke hotel kita" sari langsung berlari, dan menceritakan hal hal yang terjadi, meski agak melenceng.


" apa? Kobisa " ucap sang meneger.


" entah lah pak, dia juga menampar saya.


" hari ini bos akan datang cepat usir dia, panggil satpam" namun setelah andi menoleh , dan ternyata dia adalah ifan, andi langsung bergegas meng hampiri ifan.


" ini orangnya pak, dia juga sudah menampar saya" ucap sari.


" plak"


" auuu, kenapa bapak menampar saya" ucap sari yang merasakan nyeri untuk kedua kalinya, setelah mendapatkan tamparan yang ke dua.


" tutup mulut mu"

__ADS_1


" tapu pak, seharusnya bapak menampar dia, bapak salah sudah menampar saya" omel sari yang tak menyangka, kalau pak andi akan malah menampar dirinya.


" sudah cukup sari, diamlah" bentak andi, yang membuat sari merasa adahal yang aneh yang terjadi.


" maaf pak ifan, saya tidak menyambut anada" ucap andi yang membungkukan tubuhnya.


" pak ! bapak tidak salah , dia hanya orang miskin yang tidak berguna, untuk apa bapak memperlakukannya dengan baik" sari masih tidak terima dengan kejadian yang membuatnya malu, dan menerima rasa sakit di pipinya.


dia juga tidak habis pikir, mengapa orang orang di sini memperlakukan ifan dengan baik.


" plak" lagi lagi suara tamparan ter dengar nyaring, yang membuat sari terdiam, dia sadar mungkin memang dia berbuat kesalahan, tapi dia masih bingung kesalahan apa yang ia perbuat.


" kebetulan ada pak andi di sini, aku mau menuntut hotel ini" ucap okta yang tidak memper hatikan sekeliling saking kesalnya.


" maaf nona okta, ada apa ?" pak andi menggedipkan matanya, dia ingin memberitahu kalo ada PEMILIK HOTEL, namun sepertinya okta tidak mengerti.


" saya sudah memesan anggur german itu dari tiga bulan yang lalu dan pada hari ini saat barang datang kenapa di cancel" ucap okta dengan nada kesalnya.


" maaf nona okta, itu sudah ke putusan dari atasan saya" jelas pak andi.

__ADS_1


__ADS_2