
Hampir 20 menit sampai fares tiba di kediaman ibu sukma.
" ibu, ibu," fares berlari dengan ter engah engah, bu sukma memeng belom istirahat, menunggu kabar baik.
" ada apa, jangan lari seperti itu" ucap bu sukma.yang melihat kedatangan fares dan hadi.
" ibu ibu " ucap fares
" pelan pelan, kamu yang bicara hadi " ucap sukma.
" begini bu, pak marwan hanya mau naya yang menandatangani kontraknya" ucap hadi denga hati hati.
" apa yang kalian lakukan sebnarnya" ucap ibu sukma yang marah.
" kami hanya melakukan yang di butuhkan ibu"
" kalian memang bodoh" sukma benar benar marah, bisa bisanya kedua anaknya menyinggung orang besar seperti munarwan.
" ibu jika kita tidak membuat naya mengkonfirmasi kontaknya sampai jam 24: 00 kontrak itu akan di berikan pada orang lain" ucap fares dengan memelas.
" plak, lalu apa yang kalian tunggu, cepat hubungi naya , minta dia untuk mengkonfir masi penandatangan kontraknya" tamparan itu membuat fares sadar, kontrak itu menentukan kelangsungan keluarga kusuma.
" baik bu saya akan menghubungi naya" ucap fares bergegas mengambil hanfon di tangannya.
jam 23 : 15
Ifan naya davit dan mery sedang duduk di runang tamu, menunggu jam 24 : 00 seperti yang ifan minta.
" awas saja jika yang kamu katakan tidak terjadi, akan aku bunuh kamu" ucap merry.
Semunya menunggu dengan gelisah, sebat kontrak itu akan menentukan ke uangan kelurga mereka.
Jarum jam semakin cepat berputar.
" tak tik tuk , tak tik tuk " suara jam dinding semakin terdengar nyaring.
" tidak bisa ibu, hanfonya tidak aktif" ucap fares.
" cepat kita harus kerumah merry" ucap bu sukma dengan sangat kawatir.
" tapi bu apa masih sempat." ucap fares
" plak" tamparan itu kembali terdengar.
" karna itu kita harus ber gegas " ucap bu sukma yang berdiri dengan sedikit bungkuk.
__ADS_1
" sudahlah mereka tidak mungkin datang kesini" ucap naya, ifan menyuruh naya untuk mematikan hanfonya, begitu pula hanfon merry dan davit.
" tunggulah sebentar lagi " ucap ifan .
" aku sudah lelah, 15 menit lagi, jika ucapan mu tidak terbukti, kamu akan aku usir" ucap merry, davit hanya bisa menarik nafas.
" ibu sudahlah jagan memperbesar masalah" ucap naya yang beranjak dari tempat duduknya.
" kamu mu kemana ? Duduklah kalo kamu percaya pada ku" ucap ifan, naya kembali duduk, mau tidak mau naya harus percaya sama ifan karna ifan adalah suaminya, meski dia sudah menjadi orang yang tidak berguna selama 5 tahun ini, dia tetep pria yang terus mendukung nya.
" lima menit saya akan menunggu, " ucap merry, yang memlingkan wajahnya, lima menit sudah berlalu meri bangkit dan ingin meninggalkan tempat duduknya.
" sungguh bodoh kita percaya sama orang tak berguna ini, ayolah merry di dunia ini tidak ada ke ajaiban" merry ber balik melangkah dua langkah.
" tok tok tok" suara ketukan meng hentikan kangkah merry.
" mungkin kah, tapi mana mungkin mereka akan ke sini" ucap merry.
" tunggu apa lagi, bukalah pintunya" ucap davit.
" kenapa harus saya" ucap merry protes, dia bersikap acuh tak acuh, merry sungguh tidak percaya keluarga kusuma akan datang ke tempat sperti ini.
" tok tok to, cepat lah merry buka pintunya"
"sudah kak biar aku dobrak saja"
" bagai mana jika itu benran mereka seperti yang ifan katakan " ucap davit
" iya iya saya yang buka pintu" ucap merry dengan malaznya.
" ada apa malam ... Malam..... Eh ibu" ucap merry yang langsung merubah sikapnya.
" apakalian sudah tidur" tanya ibu sukma.
" kami masih mendiskusikan se suatu ibu, kami blom tidur" jawab merry.
" mereka benaran datang fan" ucap naya sambil meliat ke arah pintu.
" apakata ku mereka paati datang" ucap ifan dengan sombongnya.
" apa baik membiarkan mertuamu di luar seperti ini" perkataan bu sukma sedikit menyindir.
" eeh ayo masuk bu, silahkan kakak ipar" ucap merri
Merry tidak pernah menyangkka bahwa mertuanya juga akan ikut datang.
__ADS_1
" nenek " ucap naya, naya sangat sanyang pada bu sukma.
" kamu makin cantik naya " puji sukma, ifan tetap diam tak bergerak.
" ibu kenapa ibu datang kesini malam malam, tidak baik untuk keshatan ibu.
" apa salah kalo aku mengunjungi mu"
" tidak bu, bukan seperti itu"
" sudah nek ayo duduk, paman juga ayo duduk"
" gak apa apa.kami duduk saja " ucap fares.
" ada apa nenek kesini?" ucapnnaya .
" begini naya , tentang kontrak pengembangan kota new , kamu harus tanda tangan " ucap bu sukma.
" tapi nek kontak itu sudah di ambil paman fares" ucap naya dengan lembutnya.
" fares tidak akan mampu, dia hanya orang yang suka menghamburkan uang"
" iya naya kamu tanda tangan saja" ucap fares.
" tidak bisa" ucap ifan.
" apa apaan kamu, kamu siapa " ucap hadi dengan mata yang melotot.
" aku bukan siapa siapa, tapi aku adalah suami naya, jika kalian ingin naya melanjutkan proposalnya, kalian harus memohon padanya" ucap ifan, ucapan ifan membuat fares dan hadi marah, keduanya langsung berdiri dan ingin meng hajar ifan.
" ifan jaga ucapan mu" ucap naya.
" percayalah pada ku" blz ifan, davit dan merry hanya bisa terdiam, mereka tidak ingin dapat masalah.
" kurang ajar" ucap fares.
" inget waktu hanya tinggal lima menit lagi" ucap ifan yang membuat fares dan hadi terdiam.
"Berengsek"
" cukup kalian berdua, memohonlah pada naya" ucap bu sukma .
" tapi bu" ucap hadi
" gak usah nek"
__ADS_1
" cepatlah kita tidak punya banyak waktu" bu sukma kembali mengingatkan, beliau duduk dengan tegak, menunjukkan ke angunannya.
" kami mohon , naya tanda tanganilah surat perjanjian nya" ucap fares.