Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 65 kompetisi orang terkuat


__ADS_3

Ifan dan okta berjalan melanjutkan kegiatanya,


" ifan, besok akan ada kompetisi orang terkuat di kota berumbung, dan mereka yang berhasil masuk sepuluh besar, akan sangat di hormati di kita ini" ucap okta .


" memangnya ada yang seperti itu?" ucap ifan.


" ada, dan apa kamu tau , yang akan membuat kompetisi kali ini sangat heboh, karna ada tuan kriis yang merupakan orang terkuat akan datang meng hadiri langsung" ucap okta.


" apa dia akan ikut bertarung " ucap ifan.


" yang aku tau dia akan ikut bertarung jika ada orang yang dia anggap kuat" ucap okta.


" bagus " ucap ifan dalam hatinya.


" memangnya kenapa" ucap okta kembali.


" tidak apa apa , aku hanya ingi. Melihatnya bertarung" ifan menutupi keinginanya untuk bertarung dengan kriis, besok dia akan menjadi penantang di tempat itu.


" baiklah, ayo kita pergi, kaki ingin bertemu dengan mu" ucap okta.


" untuk apa " tanya ifan.


" mana aku tau" okta kembali merangkul tangan ifan, dan terus memaksa ifan berjalan.


" kenapa kamu naik mobil ku, bukankah kamu juga membawa mobil" ucap ifan, dia sedikit kesal dengan tingkah aneh okta.


" biarkan saja mobil ku, nanti juga ada yang jemput " ucap okta, tidak mau turun dari mobil ifan, dia ingin terus berada di dekat ifan.


Naya pergi untuk mengecek pengerjaan kota new.


Mobil naya melintas di jalan yang sepi , karna memang jalan menuju kota new masih seppi, hanya ada satu dua mobil yang ber papasan dengan mobil naya.


Ada satu mobil yang terus mengikuti naya dari belakang, naya sempat melihat mobil itu dari sepion , mobi pajero hitam, mobil itu terus saja mengikuti naya namun naya tidak menghiraukanya, naya berfikir mobil itu hanyalah mobil biasa yang bejalan di tempat ini.


" wuusss,, creeettgg" naya langsung menginjak rem mobilnya, setelah mobil pajero itu menyalip dan berhenti secara tiba tiba.


" astaga , hampir saja ucap naya" naya memegangi dadanya , detak jantung yang bergetar cepat karna rasa kaget sangat terasa di dadanya, tiba tiba ada 3 orang yang turun dari mobil pajero, dan langsung menghampiri mobil naya.


" turun , buka pintunya" ucap pemuda yang memakai penutup di wajanya, naya ingin mengunci pintu mobilnya namun sudah terlambat mobilnya sudah di buka,

__ADS_1


" ayo turun" pemuda itu menarik tangan naya dengan paksa.


" gak , aku gak mau" ucap naya berusaha memberontak, namun apalah daya , kekuatan perempuan tidak lah setara dengan laki laki, apalagi naya adalah perempuan karir bukan pesilat.


" pak" setelah di tarik , pemuda itu memukul naya tepat di belakang lehernya, naya pun langsung pinsang dan di bawa oleh mobil pajero itu.


" tuan kami sudah berhasil " ucapnpemuda yang melapor pada seseorang di balik telfonya.


" bagus, kalian memang bisa di andalakan"


" hahahah, ini baru permulaan, lihat saja apa yang akan aku lakukan, kamu sudah berani menyinggung ku"


sementara ifan sudah berada di kediaman tuan besar sandi.


" kakek masih melakukan yoga " ucap okta, setelah melihat kakeknya di tempat biasa.


" kalo begitu kita tunggu disi dulu" ucap okta, mengajak ifan ke sofa .


" baiklah " ucap ifan.


selang beberapa menit sandi keluar menemukan ifan bersama okta.


" tuan besar" ifan langsung berdiri,


" kakek, " okta lanhsung memeluk kakeknya.


" aku masih berkeringat" ucap tuan besar.


" pantas saja bau" ucap okta, yang membuat tuan besar ingin mengeplak kepala okta, namun hanya meng elu elusnya, ifan yang melihat kedekatan mereka teringat di saat ifan bersama tuan besar gunawan.


" ifan kebetulan sekali kamu di sini, aku ingin meminta bantuan dari mu" ucap tuan besar.


" baiklah, aku sudah mendengar kesulitan mu, dan saya sudah melakukan nya" ucap ifan, keluarga sandia bergerak di bidang pelabuhan, perjalanan kapal kapal tangker besar, namun ahir ahir ini ada banyak sekali kendala , kapal kapal tangker itu sering di bajak oleh sekelompok perompak lautan, bahkan para aparat kota berumbung tidak bisa mendeteksi dan memberantas mereka.


" kamu memang luar biasa, " ucap tuan sandi


" aku hanya melakukan tugas ku, melindungi yang tunduk pada ku" ucap ifan dengan gagahnya.


" baik baik, kamu memang pemuda yang luar biasa" tuan sandi teeus memuji ifan.

__ADS_1


okta hanya diam sibuk dengan hanfonya, dia tudak tertarik sdengan masalah yang ada , dia hanya di sini karna ifan.


" besok kami akan meberantas para perompak itu" ucap ifan.


" kamu sudah menemukan mereka" ucap tuan sandi yang begitu terkeju, bagai mana mungkin ifan bisa menemukan mereka, bahkan aparat kota berumbung tidak bisa menemukan perompak itu.


" sudah, tidak sulit bagi kami" ucap ifan.


" kmumemang luar buasa, kami tidak salah mengikuti kamu" ucap tuan sandi.


" ngomong besok ada pertandingan buakan?" ucap ifan.


" benar itu memang di adakan setiap 3 tahun sekali, dan akan banyak pemuda yang mau mengikuti adu kekutan di pertandingan ini, namun sudah lama keluarga kami tidak mengikuti pertandingan itu, setalah putra ku tewas di pertarungan adu kekuatan, keluarga kami enggan untuk mengikutinya lagi" ucap tuan sandi, mengepalkan tanganya, mengingat kejadian yang sudah begitu lama.


Ifan terdiam, adu kekuatan yang di adakan sampai merenggut nyawa, apa itu cara yang benar, atau memang nyawa adalah taruhan setimpal.


" tuan besar saya pamit masih ada yang harus aku kerjakan " ucap ifan berpamitan.


" baiklah ifan, anak muda memang begitu energik, terimaksih atas bantuannya" ucap tuan sandi.


" mau kemana ifan, aku ikut yaah" ucap okta. Yang tiba tiba aktif kembali mendengar infan akan pergi, padahal tadi dia terdiam , asik memainkan hanfon di tangannya .


" okta disi saja, kakek masih ada urusan dengan mu" ucap tuan sandi.


" tapi kekkk" ucap okta dengan manjanya.


" sudah sudah , turuti kata kakek" tuan sandi tidak ingin okta terus mengikuti ifan, karna dia tau ifan ingin bekerja .


" kalo begitu saya pergi " ucap ifa. Yang membungkuk, memberi peng hormatan kepada pak sandi.


Ifan kembali kerumah, di mana hari sudah sore, ifan sibuk dengan urusan rumah tangga, seperti hal yang biasa.


" apa naya tidak pulang " ucap ifan, ifan menunggu naya, walau hal ini sering terjadi, saat naya mengunjungi kota new, pasti naya tidak akan pulang, karna pekerjaanya banyak di sana.


" cayank bersabarlah, suatu saat nanti kamu hanya perlu duduk manis, tidak perlu lagi bekerja mencari uang" ucap ifan, ifan mengepalkan tangannya, dia masih menjadi suami yang tidak berguna, padahal dia sudah kaya raya, namun butuh waktu untuk mengungkapnya.


" tunggulah sebentar lagi" ifan lalu memejamkan matanya.


di pagi hari seperti biasa ifan selalu bangun lebih awal, untuk menyiapkan sarapan, setalah selelsai ifan langsung bergegas pergi, dia sudah berjanji akan datang ke pertarungan kekuatan kota berumbung, bersama mario tuan muda dari keluarga ceng kelek.

__ADS_1


__ADS_2