
" dahulu saat saya masih berada di ketentaraan , saat petempuran di daerah perbatasan, butuh waktu untuk kami mengalahkan para bandit yang ingin menghancurkan pertahanan di perbatasan kita,
Di waktu itu kami sedang terdesak, peluru berterbagan tanpa arah, musuh terus mendesak kami, kami yang hanya tersisa 10 orang sudah tidak bisa melawan, tiba tiba ada seseorang dengan gagah berani berlari seperti kilat, beliau adalah jendral gunawan, beliau membunuh musuh satu persatu, tanpa senjata api, musuh yang berjumlah 96 orang berhasil beliau musnahkan, meski beliau terluka di parah,
Jendral gunawan memberikan perintah untuk mundur terlebih dahulu, kami mengikuti beliau , kami yang tersisa hanya 10 orang bersumpah untuk mengabdi pada tuan gunawan" ucap danu, marwan hanya mengangguk saja.
" setelah 2 hari jendral gunawan memperoleh bantuan untuk menyerang balik , di pertempuran itu kami mendapat arahan dari jendras gunawan, beliau juga berhasil membalikkan ke dudukan, setelah mengorbankan nyawanya, beliau bertarung sendirian ke medan tempur, saat kami sudah tidak sanggup, dan hasilnya sempurna, tuan gunawan memberikan kemenagan untuk negara kita,
Kami sangat bersyukur bertemu jendral gunawan, selain kekuatanya, beliau terkenal dengan kecerdasan di atas rata rata otak manusia" ucap danu , menjelaskannya,.
" eheemmm" ucap marwan.
Danu langsung menatap ke arah marwan, sepertinya danu mengerti, isarat yang di berikan oleh marwan, danu menghentikan ceritanya, dia juga mengerti batasan batasan yang harus di jaga,
ifan masih mencoba mencerna semua yang di ceitakan oleh danu.
" kakek begitu banyak misteri yang kakek tinggalkan " ucap ifan, ifan menatap ke arah marwan, marwan langsung menunduk, namun ifan tidak langsung menanyakan, dia lebih ingin memendam pertanyaan yang ada di hatinya, apalagi di tempat ini ada orang luar keluarga gunawan.
__ADS_1
Ifan mencoba mencairkan situasi kembali, agar pembicaraan tidak terlalu masuk pada masalah pribadi keluarga gunawan.
" danu kamu kenal dengan radit? " ucap ifan .
" radit, radit kepala keluarga melati " ucap danu.
" iya" ucap ifan dengan tegas.
" kenal tuan muda" ucap danu dengan sungguh sungguh.
" tuan apa tuan ber maksud" danu menhentikan ucapanya, untuk melkukan hal yang di rencanakan ifan, akan sangat sulit, sebab kekuatan radit dan keluarga melatih sangat kuat, dalam segi finan sial, bahkan mereka mampu membeli semuanya, apapun yang mereka inginkan.
" iya, karna itu aku butuh kalian semua" ucap ifan, sontak dengan serentak danu dan kenji.
" siap kami, akan mengikuti anda sampai nyawa ku di ambil sang kuasa.
pembicaraan mereka , semakin dalam, kelemahan dan kekuatan dari keluarga melati pun juga ikut di jelaskan oleh danu.
__ADS_1
" baiklah, kita mulai oprasi keluarga melatih" ucap ifan, danu, marwan dan juga kenji hanya bisa menganggukan kepala.
" aku pulang " ucap naya, setelah membuka pintu rumah, dia begitu capek, setelah bekerja seharuan, naya melihat pada sofa tempat di mana ifan selalu berada,namun kali ini naya tidak menemukan keberadaan ifan, ada rasa kawatir yang di tunukkan naya.
" ifan kamu belom pulang juga" ucap naya di dalam hanya.
" apa yang aku rasakan , gak gak gak " naya mengeleng gelengkan kepalanya, dia berjalan ke kamar tidur, dia ingin sekali beristri rahat se segera mungkin.
Jam 21:30 ahirnya ifan sampai di rumah kumuh itu.
" huuufff" ucap ifan, menekan luka di perutnya, sudah tidak terasa sakit lagi luka itu, ifan langsung ingin merentangkan tubuhnya di atas sofa yang sangat kumuh itu, namun tepat ketika ifan berada di seblah sofa, nya keluar dengan hanya memakai handuk se dada, dan di atas fahanya,
Ifan tercengang memperhatikan tubuh naya, gelora di tubuhnya langsung membara, nafasnya langsung memburu, naya merasa risih dengan tatapan ifan.
" pak" naya menepuk dahi ifan
" sakit" ucap ifan, sambil memegangi dahinha yang di pukul naya, naya hanya membuang muka, dan terus berjalan ke kamar mandi, ifan mengkuti gerakan naya, terus ifan tatap, karna hanya itu yang bisa dia lakukan.
__ADS_1