Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 83 meniduri gadis gadis sekolah


__ADS_3

" kak sanji, ampuni aku kak, aku hanya di suruh kak angkara " ucap ruhin , yang bersujut di lantai, dia tidak ingin mati.


" o iyaaa,,, apakah meniduri gadis gadis sekolah juga perintah angkar, bagai mana dengan mengantung suami istri di tempat umum, terus bagai mana dengan membunuh anak kecil " ucap ifan , yang membuat ruhin terdiam.


Semua itu fakta yang dia lakukan, dia tidak memiliki argumen untuk membantahnya, apalagi saat dia melakukan itu , dia merekam dan menyebarkan secara luas, agar di lihat di seluruh kota berumbung untuk membuat orang orang takluk padanya.


Namun seperti senjata makan tuan , kini hal itu justru berbalik menyerengnya.


Ifan mengankat tangannya, dia juga memejamkan mata, saat tangan ifan di turunkan.


" dor dor dor" suara tembakan bersama dengan teriakan ruhin sepupu ifan tersa menyakitkan baginya, namun tidak ada pilihan lain, untuk menjadi kepala keluarga gunawan memang harus kuat dan juga sangat berani .


Ifan membuka matanya, dan langsung melangkah pergi, kris dan merio mengikuti langkah ifan, kini kota berumbung sudah kembali di kuasai ifan.


Di sebuah gedung di belakang hotel mawar, gedung itu sudah terbengkalai cukup lama,


ifan melihat gedung itu dengan tatapan rumit.


" pak marwan" ucap ifan , ifan melihat pak marwan , di dalam ruangan yang gelap, dengan setumpuk koran bekas di mana tempat dia bisa ber diri, rungan itu sangat becek, lumpur nya cukup tebal,


Kriss dan merio tercengang, bagai mana mungkin pak marwan bisa bertahan di ke adaan seperri ini.


" tuan muda " ucap pak marwan, setelah mengangkat wajahnya, wajanya pucat, di sudah tidak melihat matahari semenjak kejadian penyerangan yang di lakukan angkara .


" anda tidak apa apa pak marwan" ucap ifan.


" aku tidak apa apa tuan muda"ucap pak marwan ifan kemudian merangkul pak marwan dan membawanya keluar dari gedung, pak marwan langsung di bawa kerumah sakit untuk perawatan.

__ADS_1


Sementara di kota surabaya.


" ada apa ini mungkinkah ada masalah di kota berumbung , kenapa sejak pagi mereka tidak bisa di hibungi" ucap seorang pria tua, dia adalah ayah dari hosen.


" paling paling mereka sedang bersenang senang " ucap ankara, dia duduk dengan kaki yang di selonjorkan di atas meja,


" tapi tidak biasanya mereka seperti ini" ucap tetua itu.


" sudah lah, tidak usah kawatir , kita harus membuat acara pemakaman untuk sanji di ketahui semua kalangan" ucap angkara, dia yang menganggap ifan sudah mati, berencana mengadakan pemakaman dan penghormatan terahir sebagai keturunan langsun dari keluarga gunaan.


udangan sudah banyak di sebar , tidak hanya di kota surabaya, di kota kota lainnya pun juga ikut di undang.


Sementara kota berumbung


Ifan berada duli rumah sakit, di mana pak marwan di rawat untuk pemulihan,


" heeii penjaga ambilkan aku anggur, aku ingin minum" ucap hosen, hosen masih merasa dirinya berkuasa dia ingin menyuruh orang orang menurutunya.


" dasar bodoh, kamu ingin ku bunuh hah, cepat ambilkan aku anggur" teriak hosen, pe jaga itu hanya menoleh dan tersenyum, hosen sangat marah dia ingin bangun namun kedua kakinya tidak bisa di gerak kan.


" siapa pun bunuh dia , dia orang bodoh, siapa yang membawanya kesini" teriak hosen .


" aku yang menempatkan nya di situ" ucap ifan, penjaga itu membungkukkan tubuhnya, ifan tersenyum.


Ifan mengambil sebuah pisau bedah di sebelah meja.


ifan lansung menusukkan pada dada hosen.

__ADS_1


" aauuu, kak sakit, ampini saya kak" teriak hosen, ifan terus mengiris kulit hosen, hosen mencoba menahanya dengan tangannya .


" kreesss" ifan terus memberikan irisan pada hosen.


" ampun kak sanji , sakit, auuaaaa " suara penuh rasa sakit membuat orang yang mendengar merinding.


" aku akan membuatmu merasakan mati dalam kehidupan, sampai sampai kamu akan memohon untuk di bunuh" ucap ifan.


" jleb" pisu itu di tusuk di bagian perutnya, sepertinya mengenai ginjal hosen, setelah teriakan yang melengkin hosen langsung pingsan, darah sangat banyak keluar hingga ruangan itu baunya sangat amis.


Kaki kanan hosen sudah di amputasi, karna tembakan yang mengenai tulang dan menghancurkan pahanya, itu juga di setuji oleh ifan.


ifan kembali kepangkalan , di mana semua pasukannya berkumpul kembali dan beristirahat sebentar.


Ifan kriis dan mario, sedang mendiskusikan penyerangan ke kota surabaya ,


" kriis ada berapa totol pasukan kita sekarang" ucap ifan.


" setelah di tambah dengan yang berada di kita ini, kemungkinan 20 ribuan orang kak ifan, apa itu belom cukup" ucap kriss.


" baimana dengan amunisi kita mario" ifan kembali bertanya.


" kak amunisi kita setelah kemnangan ini , kita masih memiliki 10 ribu senapan dengan 500 ribu peluru, kita juga memiliki 4 tank dan 300 mobil lapis baja, dengan senjata lengkap" uca mario.


" bagus, aku harap itu cukup " ucap ifan, dia menggengam tangannya dengan erat erat.


" kak kapan kita akan berperang, aku sudah tidak sabar" ucap kriss.

__ADS_1


" 2 hari lagi kita akan berangkat ke surabaya , dan menyerang keluarga gunawan" ucap ifan.


__ADS_2