
Kevin berjalan di atas tro towar , dia menendang sebuah kaleng minuman, yang berada di depannya.
" plang, tung, aauuu" ucap seorang perempuan yang memegangi kepalanya, dia terkena kaleng yang di tendang kevin.
" kamu" wanita itu langsung berdiri dan meng hampiri kevin, orang orang mihat keduanya.
" pemuda itu sial sekali, dia akan mendapat masalah" ucap seorang pengguna jalan, mereka semua tau siapa wanita itu.
" apa yang kamu lakukan, kamu buta, tidak melihat ada orang segede ini" ucap perempuan cantik itu , gesa wanita cantik dengan mata biru , dan tubuh super seksi, wajahnya yang bulat dengan mata sipitnya, kulit putih, dia seperti seorang putri dari seorang kaisar.
" maaf saya tidak sengaja " ucap kevin , kefin dengan tulus meminta maaf.
gesa menampar ifan , namun reflek kevin langsung memegang tangan gesa.
" apa apaan kamu , tolong, dia mau " teriakan gesa sangat nyaring, kevin langsung membekap mulut gesa, dan membawanya ke gang kecil, gesa berontak dengan keras, ahirnya ifan melepas mulut gesa.
" kamu , apa yang kamu lakukan, kamu tidak tau siapa aku , dasar pria bodoh" gesa mencaci maki marvin.
" ahem , ada ayam bro, buat nemenin kita malam ini ," ucap seseorang dari kegelapan.
" jagan sok hebat kalian , saya gesa dadi keluarga piter tidak takut sama kalian" teriak gesa, gesa maju di depan kevin, dia yang mempunya seni bela diri sangat angkuh, dengan kekuatan keluarganya dia begitu yakin sosok di balik kegelapan itu akan merasa takut, mereka akan kabur setelah mendengar keluarag piter.
" ook jadi kamu putri dari keluaraga piter, ini sangat kebetulan, bagai mana kalo malam ini , kamu memuaskan kami " ucap pemuda yang keluar dari kegelapan, ada 8 orang yang muncul, mereka ada di depan dan di belakang kevin dan juga gesa.
Gesa terlihat pucat, setelah melihat tato kapak hitam di bagian legan para peria yang mengepungnya,
Mereka dari geng kapak hitam, musuh bebuyutan keluarga piter, kevin hanya terdiam,
" heh kamu bisa bertarung" tanya gesa.
" bisa sedikit" ucap kevin.
" kita harus bisa kabur dari sini" kenapa harus kabur" ucap kevin.
" kamu pasti orang baru di sini, kamu tidak mengenal siapa mereka " ucap gesa.
" serang teriak seorang dari mereka" mereka langsung menyerang ke arah gesa, tak satupun dari mereka memperdulikan keberadaan kevin.
" wus, bang , buk , plak, , auu" gesa terlempar setelah 8 orang menyerangnya secara bersamaan.
__ADS_1
" mau aku bantu" ucap kevin.
" tolong bantu aku" ucap gesa, gesa merasa dia tidak akan sanggup melawan mereka sendirian meski dia belajar ilmu beladiri namun meng hadapi 8 orang sendirian itu terlalu ceroboh.
" apa imbalanya jika aku membantu mu" ucap kevin .
" apa, kamu" gesa meng hentikan ucapanya.
" ok, apa pun yang kamu mau, nanti say kabulkan" ucap gesa, gesa tidak bisa berfikir , di hadapkan dengan ke adaan segenting itu.
" baiklah, kamu bersihkan luka mu, biar aku yang meng hadapi mereka " ucap kevin, jevin langsung berlari meng hantam ke 8 orang itu.
" dasar bodoh, gegabah sekali dia" ucap gesa, gesa memperhatikan kevin yang sedang bertarung di kegelapan, ke 9 orang itu tumbang 1 per 1, hingga tinggak hanya 1 orang saja yang tetap berdiri tegak.
" sial , aku harus kabur" ucap gesa, gesa fikir kevin kelah, namun setelah orang itu keluar dari ke gelapan, gesa langsung tercengan.
" ba ,bagai mana bisa" ucap gesa, kevin mampu menang meng hadapi 8 orang sekaligus.
" heh , heii" ucap kevin.
" eehh iya, kamu jago rupanya" ucap gesa, gesa mulai tertari pada kevin, dia merasa kevin begitu gagah.
" baiklah kamu mau apa " ucap gesa.
" aku ingin kita berteman" ucap kevin
" haaaahh gak salah" ucap gesa, mendengar permintaan ifan gesa tidak habis fikir, gesa berfikir kevin akan meminta uang mobil ,atau tubuhnya sendiri, namun tanpa di peekirakan ifan hanya ingin berteman saja.
itu hal yang aneh.
" tidak , memangnya kenapa" ucap kevin...
" tidak tidak , apa apa" ucap gesa, gesa yang sudah tertari pada kevin, langsung menjulurkan tanganya, gesa tidak pernah punya teman, selain karna dia anak dari keluarga utama di kota gersik ini, dia juga orang yang tidak suka berteman.
" baiklah, mulai sekarang kita berteman" ucap gesa.
Keduanya sudah berteman, gesa mengajak kevin, ke suatu tempat.
" kita mau kemana" ucao kevin.
__ADS_1
" ikut saja, aku mau meng hasilkan uang, malam ini" ucap gesa.
" apa maksud mu" ucap kevin, kevin penasaran apa yang akan di lakukan wanita cantik di sampingnya.
Mobil itu melaju kesebuah hutan, dengan kecepatan di atas 120 km, kevin mempeehatikan cara menyetir gesa, dia cukup terampil dalam hal itu, namun ada beberapa yang kurang pas.
Mereka sampai di sebuah bagunan yang cukup megah, kevin merasa.kaget, ada bangunan begitu megah di tengah hutan, dan berada di kaki bukit.
" wau tempat yang misterius" ucap kevin, kevin memandangi sekeliling, banyak sekali mobil mobil balap di tempat itu, kevin tersenyum dia tau apa yang akan di lakukan gesa.
" nona gesa, malam ini kamu datang" ucap seorang yang berada di tempat duduk , sedang menik mati kopi hitamnya.
" jack siapa saja yang datang malam ini" tanya gesa, jack adalah orang yang mewadahi balapan di bukit hutan gersik ini.
" malam ini semuanya hadir, termasuk ruhin dan juga hosen" ucap jack, gesa terkejut, kedua orang itu , tidak pernah terkalahkan, apalagi mereka satu grup, merka sering berlaku curang, salah satu dari keduanya akan meng hadang laju kendaraan lawan untuk memuluskan salah satu dari mereka, namun di balapan liar ini segala cara boleh di lakukan.
" ada apa , kenapa kamu jadi tidak bersemangat" ucap kevin,
" sudahlah lupain , kita pulang saja , kita tidak akan menang" ucap gesa.
" tunggu, biar akau yang melakukannya" ucap kevin menawarkan diri, gesa menatap kevin, dari atas hingga bawah, gesa tidak yakin kevin busa menyetir mobil.
" sudahlah, jagan meng hamburkan uang yang percuma" ucao gesa yang putus harapan.
" ayoalah, aku pasti biasa, bukan kah kita teman, apakamu tidak percaya pada teman mu sendiri" ucap kevin, gesa berfikir sejenak, taruhan di tempat ini 1 milyar, jika menang bisa sampai 10 15 milyar, tegantung banyaknya yang ikut serta, namun uang gesa hanya tinggal satu kali tanding saja, apalagi dia belom pernah melihat bagai mana kemahiran kevin dalam menyetir, gesa sangat ragu, namun pada ahirnya dia mengalah, kevin adalah satu satunya teman untuk dia, jadi tidak apa apalah berkirban sekali.
" baikalah kalo kamu memang yakin bisa menang" ucap gesa.
Setalah persiapan selesai, uangan sudah di kumpulkan, para peserta di perbolehkan mencoba lintasan dalam satu kali putaran.
kevin bersama gesa melaju dengan kecepatan tinggi, gesa mengarahkan setiap tikungan yang ada di depan.
" di depan belokan ke kiri 90 drajat, selanjutnya ke kiri 40 drajat, selanjutnya ke kanan 120 drajat" setiap tikungan akan gesa jelaskan, ifan melaju dengan mulus meski ini kali pertama dia ikut balapan di tempat ini, banyak sekali tikungan extrim, ada juga turunan mematiakan, karna di turunan itu ada sebuah belokan, dan ada sebuah jurang yang kumayan dalam, jika berbuat kesalahan akan berakibat fatal.
Setelah selesai melakukan tes lintasan, mereka kembali ke star di mana kevin menempati posisi 25, karna ini baru pertam kalinya di mengikuti balapan.
" kamu yakin" ucao gesa, setelah melihat bagai mana kevin menyetir , gesa sama sekali tidak punya harapan, bukan hanya gesa, semua penonton meremehkan mobil yang di bawa kevin.
" yakin" kevin menjawab dengan tegas
__ADS_1
" baiklah" ucap gesa pasrah"