
Ifan melangkah seperti se ekor citah, pemudah itu tidak sempat memberikan perlawanan.
" bruk " suara hantaman yang keras tersengar sangat menakutkan, pemuda itu langsung tumbang, hidung dan mulutnya mengeluarkan darah.
" sial kurang ajar " 8 pemuda langsung melompat menghajar ifan, ifan dengan santainya bergerak kesana kemari.
" whuuus" suara tendangan yang mengarah pada dada ifan, ifan hanya tersenyum dengan mengankat tangan kiri yang terkepal.
" prak" suara tulang yang patah, tiba tiba seorang pemuda terkapar meringis kesakitan, dia memengangi ke lima jarinya yang patah.
" buk"
" plak"
"plak"
Suara pukulan dan tamparan bergema, satu persatu mereka tumbang tanpa ingin memberikan perlawan lagi.
semua orang terkejut, melihat apa yang terjadi, tersisa tiga orang yang masih berdiri, namun mereka memilih mundur.
iwan melompat dan berlari ke arah ifan
" whusss " tinju yang di lemparkan begitu dahsat, pergerakan tangan iwan penuh dengan tenaga,
ifan mengangkat tangan nya, lalu melepas tiju yang bertabbrakan dengan tangan iwan.
" brruk" iwan ter pental sampai sepuluh langkah, sementar ifan tak bergeming sedikit pun, wajah iwan langsung berubah, dia menahan sakit yang luar biasa terasa di kepalan tanganya, namun iwan langsung melesat kembali, dia tidak ingin kalah oleh ifan.
__ADS_1
" cukup " teriak rois yang langsung berdiri, dia tau iwan tidak akan menang melawan ifan,
Iwan langsung berhenti, rasa sakit di tangannya langsung terasa sangat sakit.
" aku yang akan melawanya, apa kamu keberatan" ucap rois.
" aku tidak setuju, bukankah tadi kalian bilang hanya urusan yang muda saja" ucap okta.
" silahkan, saya terhormat jika anda mau turun langsung pak rois sang juara" ucap ifan.
" ifan apa yang kamu lakukan" teriak okta
" diamlah" ucap sandi, kekawatiran rois terbukti, yang awalnya tidak persaya kini harus percaya. Wajah sandi muram, dia tidak percaya sembilan cucunya kalah dalam dua menin.
" kalahkan dia" teriakan itu serempak di teriakkan hampir semua orang.
mereka mengerti dan sudah menjadi hal yang biasa bahwa ada acara inti yang hanya di ikuti kelurga sandi, orang lain tidak dapat mengikuti acara itu, banyak dari mereka yang sudah mulai meninggalkan rumah keluarga sandia, dengan kesibukan yang padat kebanyakan dari mereka harus pergi.
" bersiaplah anak muda, aku ingin men jajal kehebatan mu" ucap rois yang menatap wajah ifan dengan serius, sandi tidak lagi meremeh kan ifan, namun sandi tidak mengetahui, gerakan yang di lakukan ifan dari perguruan mana.
" silahkan tuan" kali ini ifan memasang kuda kuda, setengah badan, dengan merentangkan tangan kanan di dekat dadanya.
" wouussss ss" tiba tiba roes melesat dengan kecepatan yang mengerikan, bahkan para penjaga yang terkenal dengan kehebatannya.
Mereka terkaget melihat kecepatan yang di tunjukkan oleh pak rois.
" awas ifan" ucap okta dengan refleknya,
__ADS_1
ifan melangkahkan kaki kanannya ke belakang, ifan menyadari kekuatan roes lebih dahsyat dari kesembilan generasi kedua dari keluarga sandia.
" buuuk" ifan mengkat kedua tangannya menahan pukulan kilat rois, roes kembali melancarkan tinju kanannya.
" buuk" kembali ifan dapat menangkis pukulan dari roes, ifan tak menyangka rois langsung memberikan tendangan dengan mementalkan tubuhnya, ifan hanya sempat menurunkan tangan yang langsung di sambut dengan tendangan keras.
" plas buk" ifan terpental hampir sepuluh langkah, tubuh ifan melengkik, ifan langsung melesatkan tubuhnya, dengan melesatkan tendangan, dengan melompat setinggi hampir dua meter, ifan menarik tendanganya, menyesap tinju setelah di belakang rois.
" sial " ucap rois yang menyadari tendangan ifan hanya sebuah pengalihan.
" braak" suara hantaman keras di belakang leher rois,
" brak" kembali suara benturan terdengar menyeramkan, rupanya ifan menendang punggung rais, sebelum ifan menapakkan kakinya di tanah.
" breuk" rois terjatuh mulutnya mengeluarkan darah, namun dirinya masih bisa bangkit.
semua orang terperanga dengan apanyang terjadi, semua begitu cepat pergerakan rois dan ifan sangat luar biasa.
Para penjaga tanpa sadar memundurkan kakinya, mereka bagkan belom pernah melihat pertarungan tingkat tinggi seperti itu.
" kau cukup tangguh tuan rois" ucap ifan.
rois seketika menyapu darah di mulutnya, dan ber balik dan langsung berlari.
" akan aku tunjukkan siapa saya sebnarnya" mata roes menjadi merah, seluruh ototnya menegang, aura membunuhnya mulai terpancar,
Kali ini ifan tak menganggap remeh, rois mengeluarkan kemampuan tempur tertingginya, ifan menarik nafas.
__ADS_1