
zaki melakukan walki walki dengan ruangan pusat.
" halo satu dua, harap pusat membalaz" ucap zaki
" zeerrr zreet, satu dua ganti, ruangan pusat" suara tegas yang berada di ruang pusat
" tuan ini ada pemuda yang kami tahan, karna membuat kerusuhan, namun dia membawa pengamanan dengan empat orang yang memekai baju hitam" ucap zaki.
" apa ada tanda pengenal di baju mereka, atau sebuah tanda" pertanyaan yang di tanyakan, membuat zaki kembali mengamati kelompok ifan.
" ada tuan di dada mereka ada ada sebuah logo burung elang berwarna putih dengan nama di bawahnya EPT" ucap zaki, yang sontak membuat orang di rungan pusat menarik nafas.
__ADS_1
" ce ce cepat bawa dia masuk, jika tidak kalian akan kehilangan pekerjaan kalian, pastikan beliau sampai di ruangan pusat, kami pak marwan menunggu beliau, zaki langsung gemetar, untung saja zaki tidak memerintahkan anak buahnya untuk menghajar ifan jika itu terjadi, akan berbeda ceritanya.
" maaf tuan kami tidak tau kalou tuan sudah tiba" ucap zaki sontak semua anak buah zaki gemetar, jika zaki sampai seperti itu, itu berarti orang yang mereka hadang adalah orang penting.
" sudah tidak apa apa " ucap ifan dengan santai, semua penjaga langsung membungku, membuat orang orang yang melihat kejadian itu kebingungan.
" mari tuan silahkan adan lewat sini" zaki membawa ifan pada karpet merah yang terbentang jauh, menuju tenda utama, di sana pak marwan sudah menunggu dengan beberapa pejabat tinggi kota brumbung, di situ juga ikut hadir jendral bintang 1, bisa di bilang beliaulah yang paling tinggi di kota berumbung,
"silahkan tuan" ucap zaki, ifan langsung masuk ke sebuah tenda yang begitu besar, tenda itu hanya di khususkan untuk orang orang penting yang akan hadir, acara akan segera di mulai karna ifan sudah datang, yang awalnya akan di langsungkan jam 08:30
saat ini namun kedatang ifan membuat marwan ingin memulai acara lebih awal, lagi pula semua undangan sudah hadir.
__ADS_1
" ifan gimana ya" ucap naya, setelah semua persiapan selesai, naya mengingat ifan yang di usir di pintu masuk, ribuan orang sudah hadir, tenda tenda yang di siapkan tidak mampu menampung keseluruhan tamu yang hadir. 1000 aparat di kerahkan untuk pengamanan, yang di posisikan di setiap penjuru .
" perhatian semua, acara akan di mulai" suara yang terdengar dari pengeras suara , semua orang langsung diam, yang awalnya ramai seperti pasar, kali ini langsung sunyi.
" baik kita mulai acaranya dengan penguntingan pita, sebagai acara yang akan meresmikan pembukaan kota new, untuk para hadirin yang ingin mengambil bagian dari kota new, kami menyediakan rumah rumah ekonumis dengan harga 100 jutaan yang akan di diskon hingga 60% untuk hari ini, jadi. Silahkan daftarkan diri " pengumuman itu sontah membuat kegaduhan, bagai mana mungkin sebuah rumah hanya seharga 40 jutaan saja, sedangkan harga dikota brumbung hampir menyentuh 400san juta.
" aku mau" ucap orang orang di belakang.
" pehatian harapa tenang, saya lanjutkan, untu kelas ke dua kelas menengah, rumah dengan dua lantai, dengan harga 250 juataan, dan yang ini tidak ada diskon 0% namun tenag saja, pemilik pengembangan kotanya, membolehkan semunya di cicil dalam jangka waktu 2 tahun, tanpa ada bunga sedikit pun" suara yang terdengar , kembali membuat semua orang tercengang , kota new membanting setir dengan gila gilaaan, siapapun akan tertarik menjadi bagian dari kota itu, dengan harga sangat murah.
" baiklah kita masuk pada acara inti untuk pengguntingan pita, mari kita panggil " ucap suara pengeras suara, semua orang semakin berdesakan maju, sedangkan naya duduk dengan orang orang dari keluarga cengkelek, meski Keluarga kusuma ada 5 orang yang di undang, namun naya tak dapat bersama mereka, karna mereka mengusir naya, dengan alasan, naya tidak pantas se banggu dengan mereka, sedang satu satunya kursi yang tersisa adalah kursi di keluarga ceng kelek , karna ada satu yang tidak jadi hadir .
__ADS_1