
Dewi menatap maharani dengan tajam.
" rani apa itu benar" ucap ibu dewi
" tidak bu dewi , itu tidak benar " ucap maharani dengan sedikit gugup, bagaimna kalo ifan benar hanya menipunya.
" kalo begitu rumah apa yang sebenarnya ingin tuan ini beli" pertanyaan dari ibu dewi membuat maharani tambah panik.
" tuan ifan semuga anda benar benar ingin membeli rumah itu, kalo tidak tamatlah riwayat ku" ucap maharani di dalam benaknya.
" tuan ifan menginginkan rumah di kelas premium, namun di sisi jalan utama, dan kemudian, beliau menginginkan rumah utama gunung cangka" ucap maharani.
" ahuuk" ibu dewi langsung batuk, dia menatap ifan dari ujung kaki sampai ujung kepala, kemudian menatap mata maharani dengan penuh curiga, rumah itu selain sangat mahal tidak sembarang orang bisa menempati rumah itu,
" apa kamu tidak salah " ucap dewi
" tidak ibu, tuan ifan memeng ingin membeli itu, maharani semakin gemetar.
" tuan anda yakin" ucap dewi.
" sudah aku katakan , aku ikut maharani" ucap ifan dengan tenang
" tuan jagan begitu" maharani merasa tertekan, namun dia sedikit memahami isarat mata yang di berikan oleh ifan.
" baik, mohon tunggulah sebentar , saya akan mengambil berkas untuk rumah utama terlebih dahulu" ucap dewi, yang langsung berdiri, dan pergi langkahnya begitu elegan, dia tampak seperti wanita 25 tahunan, yang begitu menggoda, sungguh luar biasa.
ruangan itu menjadi sunyi, semunya sibuk dengan prasangka masing masing.
ibu dewi sudah kembali kini membawa setumpuk berkas.
__ADS_1
" tuan maaf sudah menunggu" ucap dewi.
" tidak apa apa, apa sudah boleh bayar"
" boleh " ucap dewi, semua orang menunggu momen ini, bagaimna cara ifan akan membayar, apalagi maharani, pekerjaannya menjadi taruhan untuk hal ini.
"Dak dik duk" , suara detak jantung mahari terus terdengar, seakan ingin melom0at kelyar dari tempatnya.
" kamu akan membayar dengan apa pecundang , orang miskin jagan berharap bisa membeli rumah di sini" gumang salma dalam hatinya.
" hahahahah kita lihat sejauh mana kamu akan teeus berimong kosong " ucap robi, robi ingin sekali mempermalukan ifan dia dendam karna tidak bisa membeli rumah di tempaat ini.
" sreeet" ifan mengeluarkan kartu atm dari dompet di sakunya, kartu itu berwarna hitam pekat.
" ini , gesek saja " ucap ifan mengulurkan atmnya pada ibu dewi, ibu dewi mengangkat dagunya, yang tadinya sedang merapikan berkas berkas untuk oembelian rumah utama, dia tercengang melihat kartu yang di tunjukkan oleh ifan.
" tuan ini" ucap ibu dewi , tangannya gemetar memegang kartu atm itu, ibu dewi terlihat sok setelah melihat kartu yang di keluarkan ifan, matanya seperti kosong.
" apa saya bilang, kartu itu sudah pasti palsu, di pasti menipu kita semua, dasar tidak tau diri " ucap robi, dia sangat senang dengan kenyataan ini, dia tidak ingin malu sendiriilan , setidaknya ada ifan yang akan dia jadikan pelampiasan.
" bagai mana maharani, makanya jagan sok baik, lihat apa yang kamu dapatkan, orang seperti dia tidak pantas di layani, lebih baik usir saja dia" salma begitu bersemangat, ahirnya dia bisa menyingkirkan maharani yang selalu dia benci,
Ifan yang masih duduk dengan santai, tidak peduli seperti apa orang mengatakan tentangnya, yang pasti dia tidak seperti prasangki mereka.
" apa yang sedang kalian katakan, lihatlah kartu ini baik baik, apa kalian tau kartu in!?" ucap maharani, setelah mendengar semuanya berbicara, tangannya tetap gemetar, bahkan hatinya merasa takut dengan keberadaan ifan.
" atm kan " ucap robi tanpa expresi.
" ya ini memang atm, tapi ini bukan atm biasa, coba kalian perhatikan, bahan yang ada di atm ini , tulisan ini terbuat dari emas murni" ucap ibu dewi, menerangkan dengan teliti.
__ADS_1
" ini adalah kartu atm hitam emas, kalo tidak salah yang pernah saya tau infonya, hanya ada 50 kartu di seluruh dunia, kartu ini tanpa batas maksimum, jadi uang yang berada di dalamnya tidak terbatas" ucap ibu dewi kembali, ibu dewi memasukkan kartu atm kedalam mesin.
" silahkan tuan" ucap ibu dewi menyodorkan mesin itu agar ifan memasukkan sandinya, setalahnya ibu dewi menekan enter.
" titititi, pembayaran senilai Rp 11.300.000.000( sebelas triliun tigaratus milyar) berhasil" suara alat itu menunjukkan pembayaran sukses.
Semua orang tercengan, robi dan salma begitu terkejut.
" kita pualang cyng" ucap robi . Menarik perempuan yang menatap ifan,
" dia benaran orang kaya" ucap salam dalam hantinya, dia sangat menyesal
" tunggu sebentar bukankah kalian harus melakukan tahuruhanya" ucap ifan melihat robi yang ingin pergi.
" tuan saya salah, saya minta maaf" ucap robi
" berlutut " ucap ifan.
" robi langsung berlutut, di ikuti oleh salma, mereka sudah kalah , mereka harus melakukan hukumannya.
setlah merka melakukan hukuman, ifan berbalik dan melihat nominal cek bukti pembayaran.
" tunggu sebentar, apa ini tidak salah, bhkankah seharusnya 11,5 triliun?" ucap ifan.
" tuan itu adalah potongan harga yang kami berikan" ucap ibu dewi.
" kalo begitu tolong tranferkan 200 milyarnya pada maharani" ucap ifan, ifan sudah berjaji untuk tidak menawar, jadi jika di potong harusnya di berikan pada maharani saja, lagi pula di bekerja untuk membiayai kelurganya, dan juga adek adeknya yang sedang kuliah.
" tuan tidak usah " ucap maharani.
__ADS_1
" tidak apa apa, pelayanan mu sangat baik, ini pantas untuk kamu" ucap ifan, mendengar itu, ibu dewi buru buru melakukan tindakan.
" baiklah tuan ifan ,saya akan mentranfernya " ucap ibu dewi.