
" sanji , apakamu tidak malu menyerang keluarga ini, apa kamu tidak perduli pada kakek" teriak angkara, saat pasukannya sudah menyerah, ang kara terkejut saat moncong moncong tank tank tempur itu mengarah padanya.
" sial , apa apaaan dia itu, dari mana sia biasa mengumpukan pasukan sebnyak itu" ucap angkara dalam hatinya.
sanji / ifan turun dari mobil lapis baja , begitu juga pak marwan,
" angkara , hari ini aku akan mengambil kepala keluarga gunawan" ucap ifan .
" jagan bermimpi kamu sanji, lihat dirimu, apa pantas orang tidak berguna seperti mu , menjadi kepala keluarga ini" ucap angkara.
krisss berlari dengan cepat.
" brak , bukk, bajingan ku bunuh kamu" anvkara yang tidak menyangka atas penyerangan itu langsung terpental wajahnya langsung berdarah.
" kriiss tahan dirimu" ucap ifan, ketegangan kembali memanas, senapan senapan kembali di angkat, keduanya saling bersiap menari pelatuk .
namun ifan menyadari ada orang orang yang tidak bersalah jika pasukannya mengebom atau menyerang, itu akan membuat semunya binasa.
" tapi kak" kris sangat kesal, namun dia tetap menuruti perkataan dari ifan.
" angkara menyerah lah, kamu tidak akan aku bunuh" ucap ifan.
" ayo bunuh aku kalo kamu berani, pecundang tetplah pecundang" teriak angkara yang memegangi pipinya.
" baik lah kamu yang memaksa ku, bunuh meraka" ucap ifan...
" druuuunnkkkm" suara keras terdengar dari arah belakang.
__ADS_1
" kak ada yang datang" teriak seorang prajurit, ifan menoleh begitu juga kriss mario dan pak marwan.
" tuan mereka dari ketentaraan" ucap marwan., lebih dari 10 kapal tempur tiba, dan 10 hali kopter melayang layang di udara.
" turunkan senjata kalian , atau kami akan menyerang" teriak seorang di atas kapan .
" bagai mana tuan" ucap marwan.
" kak haruskah kita menurun senjata, kita bisa melawan mereka " ucap kris
" jagan bodoh , mereka adalah tentara " ucap mario, ifan hanya terdiam, melawan mereka sama saja melawan pemerintahan, mau tidak mau dia harus menurunkan senjata.
" hahahaha apa aku katakan, kamu tidak akan bisa membunuhku, kali ini aku yang akan membuat mu sensara" ucap angkara yang merasa sudah menang.
ifan masih diam, dan terus mengamati siatuasi yang terjadi.
" jika kedua syarat itu aku turuti apakah kamu akan menjamin keselamatan kamuli" ucap ifan,
" kalo itu saya tidak bisa menjamin" ucap abdi, abdi sudah yakin ifan tidak akan melawan.
" kalo begitu lebih baik kita mati bersama" ucap ifan, semua tank ifan langsung di aragkan pada kapal kapal perang itu, dan ribuan pasukan ifan bersiap menyerang.
Abdi langsung tercengan, dia juga sedikit gentar, mereka kebanyakan adalah warga ikn, jika dia membantai dia akan di salahkan oleh atasa, apalgi ini adalah perseteruan antara keluarga, jadi abdi mengalah.
" baik.baik, aku jendral abdi, akan menjamin semunya selamat, jika ada yang membangkan akan di anggap pembrontak" ucap abdi, ifan langsung mengangguk.
" baiklah, kita pergi, semua persenjataan di tinggalkan, ifan menaiki kapal kapal perang untuk di antarkan ke kota beeumbung.
__ADS_1
Angkara tidak senang namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa di depang jendral abdi, orang itu setatusnya behitu mengerikan.
" kak apa kita kalah" ucap kris, mario juga menggengam tanganya.
" tidak kita mundur dulu bukan kalah" ucap ifan, membuat kris mempunyai harapan kembali.
" tuan , kita harus membuat rencana yang lebih matang" ucap pak marwan.
kerugian yang di alami oleh pasukan ifan sangat besar, semua persentaan peraka di sita oleh negara, ter masuk halikopter dan tank tank yang mereka miliki.
angkara semkin bernafsu untuk membunuh ifan,
semua orang terkejut atas penyerangan itu, ifan mampu mengalahkan pertahanan berlapis milik keluarga gunawan yang sangat terkenal, sangat kuat selama puluhan tahun terahir.
Semuanya sudah di kembalikan , pasukan dari kota gersik, dan juga kembali mangarungi kerasnya perbatasan,
Ifan memberikan setiap orang 100 juta untuk konpensasi atas pastisipasinya berperang bersama ifan, ifan juga memberikan 1 milyar untuk keluarga yang gugur saat berperang, dan memberikan pelayanan terbaik untuk yang cidera,
Semua orang sangat bahagia bisa bersama ifan, ini pertama kalinya ada pemimpin yang perduli penuh pada bawahannya, meski dalam pertempuran itu dia mengalami gagal.
Ifan kembali ke kota gersik , dia mana dia tinggal dengan istrinya.
" ibu ayah gimna kabar mereka " ucap naya, naya memberanikan diri bertenya tentang orang tua nya, ifan sudah berdiam diri selama 2 hari.
" ayah ibu baik baik saja, mereka berada di perumuhan gunung cangka" ucap ifan , membuat naya merasa lega .
" terimaksih sudah perduli dengan mereka " ucap naya memeluk ifan dari samping, naya menyadari betap tulusnya ifan oada keluarganya dan terhadap dirinya.
__ADS_1
" sama sama " ucap ifan, naya sedikit kawatir tentang ke adaan suaminya, semenjak itu dia tidak keluar rumah, hanya membaca buku, dan memain kan hanfonnya saja .