
" kress" kenji langsung menebas tangan fais
" aaaaaaa,,, sakiiittt , ampun kak sakit"
" bajingan kamu sudah menginjak harga diri ku, dan kamu bilang sakit" bentak kenji,
" kreesss" kenji kembali menebas tangan fais yang satunya.
" aaaaaa, sakiiit " darah menyembur ke seluruh lantai,
Merah darah mewarnai lantai, bau amis mulai tercium.
" lempar dia ke kandang macan " ucap kenji,
" kak jagan , apuni saya kak ampuni saya, saya hanya di perintah orang" ucap fais, seketika kenji berbalik .
" apakata mu, siapa yang memerintah mu" kenji menarih kerah baju fais .
" aku tidak tau kak, dia hanya bilang berasal dari surabaya" ucap fais.
" berengsek" ucap kenji, kenji melemparnya, dia buru buru pergi.
" kamu benar tidak apa apa" ucap ifan, ifan membawa naya ke kamarnya, merry dan dafit mengikuti dari belakang, merry melihat naya yang pucat.
" aku tidak apa apa" ucap naya.
" ada apa ini, kamu apakan naya?"
"plak" merry menepak kepala ifan.
" ibu naya tidak apa apa , hanya kecapean saja " ucap naya, ifan meng elus elus kepalanya, yang di tepak merry.
" sudah ayo keluar , biarkan naya istirahat" ucap merry, Merry menyeret ifan keluar dari kamar nya.
" kamu tidur , jagan mau di dekati, orang tidak berguna ini" ucap merry menunjuk pada naya,
naya hanya bisa pasrah, melihat kelakuan merry.
__ADS_1
" merry apa yang kamu lakukan" ucap davit meng hentikan merry, untuk melepaskan ifan.
" kalian memang tidak pernah berguna, laki laki bodoh" merry langsung kembali kekamarnya.
" bersabarlah ifan" ucap davit tersenyum.
" iya ayah, aku tidak apa apa " ucap ifan, perlakuan itu sudah sering di alami ifan, selama 5 tahun lebih ifan terus mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam hidup.
Ifan terduduk di sofa , mengeluarkan hanfonnya, dia melihat pesan dari marwan dan juga kenji, mereka menunggu ifan di depan rumahnya.
" ada apa , sampai mereka ke sini" ucap ifan , dia langsung keluar rumah, berjalan melewati 2 rumah untuk mencapai jalan utama.
ifan melihat 2 mobil yang dia kenal, satu milik pak marwan , dan satunya lagi milik kenji.
" pak marwan, ada apa " ucap ifan setalah berada di depan kedua pria itu, marwan menoleh ke kanan dan ke kiri.
" tuan muda lebih baik kita bicara di tempat lain saja " ucap marwan, marwan mewaspadai mata mata yang dikirim oleh angkara dari surabaya keluarga gunawan, marwan tau seperti apa sifat angkara.
" baik lah kita pergi " ucap ifan, ifan memasuki mobil marwan, sedangkan kenji membawa mobilnya sendiri.
Ifan dan marwan keluar dari mubil, kenji juga keluar melihat kedua orang di depanya keluar.
" tuan muda ada apa ?" ucap kenji, dia bingung di sini tidak ada tempat untuk meinum kopi, atau tempat untuk berhenti, hanya ada warung kecil yang sederhana.
" kita disini saja " ucap marwan, ifan langsung berjalan memasuki warung itu.
" paman pesan 3 ya, sama esteh 3" ucap ifan.
" tumben 3 nak, hari ini datang sama siapa ?" ucap paman pemilik warung itu, dia sudah lama mengenal ifan, paman itu menyak sikan perjalan hidup ifan.
" saya datang dengan teman saya" ucap ifan, baiklah tunggu sebentar ya, kamu duduk dulu" ucap paman itu yang langsung masuk untuk menyiapkan mie yang di pesan,
kenji merasa aneh, mengingat kekuasaan ifan dan kekayaan ifan, mengapa ifan masih mau makan di tempat seperti ini, melihat ke akrapan ifan dengan pemilik warung ini, kenji bisa memahami, kalo ifan sudah sering datang ke tempat ini.
marwan tidak mempunyai fikiran yang aneh aneh, baginya kesederhanaan itu memang khas ifan, dari ifan kecil.
" jadi ada apa ini pak marwan" ucap ifan setelah mereka duduk.
__ADS_1
" biar kenji saja yang bicara tuan" ucap marwan.
" beingini tuan , tadi saya meng hukum si fais, namun tiba tiba dia mengaku ada orang lain di balik semua yang dia lakukan" ucap kenji, kenji mengingat kembali apa yang dia lakukan tadi, saat memberikan hukuman pada fais.
" kamu, memangnya kamu siapa ? Berani sekali kamu melibatkan kami dalam kematian.
" ucap kenji, kenji menjambak rambut fais, fais merasa kesakitan.
" kak maafkan saya kak, saya tidak bermaksud" ucap fais
" kress" kenji langsung menebas tangan fais
" aaaaaaa,,, sakiiittt , ampun kak sakit"
" bajingan kamu sudah menginjak harga diri ku, dan kamu bilang sakit" bentak kenji aangat marah
" lempar dia ke kandang macan " ucap kenji,
" kak jagan , apuni saya kak ampuni saya, saya hanya di perintah orang" ucap fais, seketika kenji berbalik .
" apakata mu, siapa yang memerintah mu" kenji menarih kerah baju fais .
" aku tidak tau kak, dia hanya bilang berasal dari surabaya" ucap fais.
" berengsek" ucap kenji, kenji melemparnya, dia buru buru pergi.
" surabaya " ucap ifan.
" angkara, apakah dia pelakunya" ucap ifan.
" tuan muda ini baru asumsi saya saja, untuk mengetahui kebenaranya saya masih mengirim orang untuk menyelidiki masalah ini.
" silahkan " ucap peria tua pemilik warung itu.
" terimaksih paman" ucap ifan tersenyum hangat.
" sama sama, ayo di makan mumpung hangat, nanti dingin, tidak enak" ucap peria tua yang bergegas kembali ke dapur, biasanya dia masih berbincang bincang dengan ifan, namun kali ini tidak dia lakukan, karna sepertinya ifan sedang ada masalah
__ADS_1