Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 21 saya adalah kepala keluraga kusuma


__ADS_3

Mobil ifan sampai di rumah, mendapati istrinya telah duduk tertunduk, wajahnya terlihat lesu.


" kamu kenapa ?" tanya ifan, naya langsung memeluk ifan, ini pertamakalinya mereka berpelukan, ifan mebalaz pelukan naya.


" ada apa ceritakan pada ku" ucap ifan sambil membelai rambut hitam lurus milik istri nya, naya masih tak melepas pelukannya, hampir satumenitan.


" kamu tau tidak, aku sudah bekerja siang malam, untuk memenangkan kontrak pengembangan kota new," ucap naya yang sudah melepas pelukannya pada ifan, walau naya kuat naya tetap se orang wanita, dia butuh sandaran untuk menopangnya.


" aku tau, dan aku yakin kamu bisa memenangkan kontraknya," ucap ifan dengan sangat lembut.


" aku sudah memenangkan kontraknya " uca naya sambil mengusap pipinya yang basah.


" lalu kenapa kamu bersedih seperti itu " sanji menatap mata naya, saunggah sangat indah


" kamu tau besok adalah penandatangan kontraknya, namun semua yang aku perjuangkan di ambil oleh paman fares"


" kamu gak melawan mereka " ucap ifan.


" aku sudah mencoba, namun tidak bisa, betapa bodohnya aku" naya kwmbali melinangkan air matanya.


" sudah jagan menangis" ifan memeluk naya yang sedang sangat rapuh.


" iya iya " ucap naya pasrah.


"kamu percaya kan pada ku"


" percaya" jawab naya.


" hari ini mereka akan datang kesini, untuk meminta kamu bertanggung jawab kembali untuk proyek pengembangan kota new" ucap ifan.

__ADS_1


" emm iya , aku percaya kamu" ucap naya, hanya ifan satu satunya yang bisa dia percya, karna ifan tidak pernah berbohong padanya, namun untuk kasus ini naya tidak akan brharap ada kejadian ajaib.


" tenang saja mereka pasti akan memohon pada mu " ucap ifan dengan sangat percaya diri.


ifan mengelurkan hanfonya, mengirim pesan pada marwan.


" buat mereka yang akan mengambil hak istriku memohon mohon pada istri ku" isi pesan ifan langsung di baca oleh marwan dengan kehati hatian, itu adalah perintah tuan muda ifan.


" siap tuan muda saya akan melakukan yang terbaik" balasan dari marwan membuat sanji tersenyum, marwan memamg dapat di andalkan.


" istrahatlah dulu aku mau memasak " ucap ifan.


" baiklah" tanpa bernego nego neya langsung meng iyakan ucapan ifan, hati naya sangat sedih, semuanya sudah hilang, usaha dan kerja kerasnya agar keluarganya lebih baik.


Ifan melanjutkan kegiatan di dapur.


" ibu kita memenangkan proyeknya" ucap fares dengan semangatnya.


" proyek ini sangat lah besar ibu, jadi saya mengambil alih, agar lebih lancar " ucap fares, fares tau ibunya akan mendukung, jadi dia tidak ragu sedikitpun.


" uruslah dengan baik, datanglah sekarang pada ifanto naya new untuk membahas kerja samanya" ucap ibu ku suma , sebagai tetuah utama keluarga kusuma, ucapanya adalah hal mutlak yang harus di kerjakan.


" baik bu, kami akan kesana sekarang " ucap fares.


" brangkatlah " printah ibu sukma,


fares berangkat bersama hadi kusuma, menuju ifanto naya new.


" tototok"

__ADS_1


" maaf tuan, ada keluarga group kusuma datang" ucapa sari rianti.


" suruh mereka maduk" ucap marwan, marwan berfikir itu naya yang datang.


" maaf menganggu tuan marwan" ucap fares, marwan tak menyangka yang datang adah kepala keluarga kusuma dan bukan nona naya.


" kalian kesini untuk kontrak kota new" ucap marwan langsung pada intinya,


fares mengerti arah pembicaraan pak marwan.


" begini pak marwan, kami sudah melakukan rapat efaluasi dan naya sudah menyerakan proyek kota new pada kami yang lebih profesional" ucap faras yang ber inisiatif menjelaskan, agar situasi bisa iya kendalikan.


" di grup kusuma yang saya kenal hanya ibu naya, dan hanya beliau yang boleh mengambil proyek kona new" ucap marwan dengan tegas.


" kami kemari untuk pengalihan penanggung jawab kontraknya tuan" fares dengan sedikit emosi, karna pak marwan tak sedikitpun meliriknya.


" maaf jika bukan nona naya yang menandatangi kontraknya besok, proyek ini akan serahkan pada orang lain" ucap marwan.


" tapi pak saya adalah kepala keluarga kusuma" fares tidak punya cara yang lain lagi untuk membuat marwan percaya.


" jika sampai jam 24: 00 ibu naya tidak mengklrarifikasi kontrak ini, saya tegaskan kontak ini akan saya berikan pada orang lain ". Marwan membuat fares frustasi dengan semua itu.


" kalian punya waktu dua jam sampai jam dua belas" ucap marwan kembali, yang membuat keduanya kalng kabut.


" dua jam " ucap hadi dalm hatinya, fares mulai panik.


" kami kembali tuan " ucap fares yang berdiri dan membungku, keduanya langsung pergi.


" kita harus ke ibu " ucap hadi.

__ADS_1


" iya kita harus ber gegas"


__ADS_2