
Kris duduk di tempat yang di sedian untuknya.
" baiklah kita akan mulai petarungan " suara yang terdengan dari pengeras suara, membuat semua orang bersemangat.
Dentian, riuji, rivaldo dan juga ifan akan bertarung, seluruh media yang ada di kota berumbung menyiarkan secara langsung kompetisi orang terkuat .
Dentian vs rivaldo menjadi pertarungan pertama di 4 besar , mereka pernah bertarung sekali dan rivaldo kalah hanya dengan sekali pukulan, rivaldo mempunyai misi balaz dendam , dan dia juga sudah berlatih keras untuk bisa membalazkan kekalahannya di tahun yang lalu.
Mereka yang sudah berada di atas ring ber siap , keduanya saling memandang , rivaldo langsung berlari setelah bel tanda di mulainya pertandingan di bunyikan, dengan secepat kilat rivaldo mencapai dentian dia langsung meninju dengan tangan kanan, namun dengan tenang dentian menepis tinju yang di layangkan.
" kamu lebih kuat " ucap dentian, rivaldo berbalik dan langsung melepaskan tendangan di dada dentian , namun lagi lagi dengan sangat mudah dentian menghalau tendangan itu, membuat rivaldo mulai kesal, dia yang menyimpan kekuatan untuk memberikan kejutan, kini langsung mengeluarkan seluruh kemampuannya,
Para penonton tercengan gerakan keduanya sangat cepat, mereka sangat sulit mengikuti setiap gerakan yang di peragakan oleh rivaldo dan juga dentian,
Ifan menatap pertarungan itu, kali ini ifan tidak menutup mata, dia mengamati setiap gerakan yang sedabg berlangsung.
Rivaldo bertarung dengan kekuatan penuh, dia terus menyerang dentian, nafasnya sudah ter engah engah , barbagai serangan sudah dia lesahkan.
" bailah sekarang giliran ku" ucap dentian, setalah rivaldo mundur akibat pentalan kekuatannya sendiri.
" wussss" dentian melompat, membuat rivaldo terkaget, dentian meluncur dengan tangan menukik kebawah, tinju yang di julurkan, dia memamfaatkan tubuhnya dan bantuan grafi tasi yang di hasilkan oleh lompatanya, seperti sebuah metior yang akan meng hantam bumi,
rivaldo langsung mengankat tangan kanannya untuk menerima, tinjuan dari dentian .
" brummmmmm, prak" suara bentuaran dua kekuatan yang begitu dahsat, rivaldo seperti menahan sakit, sepertinya tangannya patah akibat benturan tadi.
Dentian langsung melepas tendengan setelah kaki kananya menyentuh bumi, rivaldo yang menahan rasa sakit tidak sempat meng antisipasi gerakan dentian, meski dia menyadari serangan dentian, namun tubuhnya sudah tidak sereflek saat kekuatanya belom terkuras.
" bommm" rivaldo langsung terpental sejauh 5 meter.
" bruk " rivaldo terpental dan ke luar dari ring.
tendangan yang di lancarkan dentian mengenai rusuk bagian kanan rivaldo, sepertinya ada yang patah, kaena suara tulang patah terdengar saat tendangan itu sampai di tubuh rivaldo, rivaldo terlentang memegangi bagian pinggir perutnya yang terasa sangat perih, dia menatap ke arah ifan, dia memiliki sedikit harapan, meski dia tidak yakin .
Tubuh rivaldo di gotong ke ruang medis, lukanya cukup parah.
" dasar sampah " ucap dentian, dia turun dari ring dengan terikan para penunton yang terus bergemuruh.
" hebat, dia sungguh hebat"
__ADS_1
krus melihat dentian dengan sikap meremehkan, sepertinya kriis sama sekali tidak melihatnya orang yang kuat.
Kini waktunya ifan bertarun melawan riuji, yang di tahun kemaren menempati raner up orang terkuat,
keduanya sudah berada di atas ring, gemuru pemunton kembali membara.
Dimana ifan akan menantang rener up di tahun kemaren, banyak sekali tanggapan, bahwa ifan akan kalah dengan mudah.
" menyerahlah, aku tidak mau kamu terluka" ucap riuji, ifan tetap berdiri dengan tenang, profokasi seperti itu tidak akan pernah mempan pada ifan, apalagi kedatangan kris , dia di sini untuk menantang kris, maka dari itu dia sangat bersemangat.
" seorang pria tidak pernah mengenal kata menyerah" ucap ifan dengan lantanganya.
" hebat, itu baru seorang peria" teriak seorang penonton .
Riuji menatap tubuh ifan yang kurus kerempeng, dua langsung melangkah dengan gesit, semua orang tidak menyadari gerakan riuji, kanan kiri dengan cepat menendang meninju.
" pak ,buk, pak"
suara benturan kekuatan itu terus terdengar, ifan menpis semua serangan riuji.
" plak" juatru riuji tanpa sadar mampu di tampar dengan keras oleh ifan.
Dentian langsung melompat, dengan cepat dia menyerang ifan, dentian mengibaskan tanganya , ifan langsung mengankat kedua tangan .
" boomm" sura itu sangat besar, kekuatan ifan dan dentian begitu besar. Ifan kemudian langsung memberikan tendangan keras.
" bruss " tendangan dari ifan menembus udara me g hasilkan suara ynag bisa di dengar oleh telinga.
" boummmm" tubuh dentian bergeser beberapa langkah , akibat tendangan ifan.
dentian, sangat tertantang, selama ini hanya kriis yang dapat memukulnya, namun saat ini ifan mampu membuatnya terdesak.
" anak ini cukuo kuat" dentian mulai berhati hati, awalnya dia ingin cepat meng ahiri pertemouran ini, dan menantang kriis, namun tidak dia sangka ada orang hebat selain kriss di sini.
Dentian melakukan kuda kuda, dia mendengus seperti banteng.
ifan juga menyiap kan kuda kudanya, dia tau yang di hadapi orang yang kuat.
aura yang di keluarkan dari kedua orang itu membuat para penonton merinding, aura membunuh yang sangat kuat.
__ADS_1
Keduanya langsung berlari
" sebuah tendangan di lesatkan oleh dentian, sedang ifan meluncurkan sebuah tinjuan,
" bommm" tinju ifan lebih dulu mengenai wajah dentian karna ifan mencondongkan tubuhnya, namun tendangan dentian juga mengenai bagian bahu ifan, ifan terpental ke samping sedang dentian terdorong mundur hampir terjatuh ke bawah ring,
Wajahnya langsun lebam, dia berjongkak, hidungnya berdarah sepertinya patah, sementara ifan sudah bangkit dan berhasil berdiri dengan tegak, ifan bersiap untuk menyerang kembali, namun dentian mengangkat kedua tanganya, pertanda dia menyerah, rasa sakit di wajahnya sudah tidak dapat dia tahan, apalagi hidung yang patah.
Setelah di nyatakan menang ifan berjongkok, tubunya terasa lelah.
Penonton bersorak , mereka tidak pernah menyangka sebelumnya , bahwa akan ada pemenang baru, padahal banyak dari mereka yang sama sekali tidak mengenal ifan.
Kris penasaran dia berjalan ke arah ring, semua penonton terdiam, rungan langsung hening, ifan menatap ke arah kriss dia menarik nafas, mengumpulkan tenaganya.
ifan langsung mengaktifkan kuda kuda terkuatnya, bersiap dengan serangat nalurinya mengatakan ada ancaman serius.
" kris berlari dan langsung meninju ke arah ifan, ifan yang sudah siap langsung meninju ke arah tangan kris.
" BOMMMM" tinju dari kedua orang itu bertemu, membuat ledakan yang begitu dahsat, ifan yang sudah siap dengan kuda kudanya tidak bergeming, sebliknya tangan kris bergetar rasa sakit mulai menjalar ke seluruh tubuh kriss, tinju kriss yang dapat menghancurkan kepala banteng tidak mampu menahan kekuatan tinju ifan.
Kriis menarik tangannya dan dengan lantang berkata.
" aku kris dari keluarga akbar mengakui ke kalahan ku " ucap kris kris hanya menyembunyikan rasa sakit di tanganya. Mengakui kekuatan ifan bukan hal yang memalukan bagi kriis, baginya kekuatan adalah segalanya.
Ifan merasa tidak percaya, petarungan yang dia fikir akan susah payah dia menangkan, hanya dengan satu kali serang dia sudah menang.
" hidup ifan"
" hidup" teriak penunton besorak
ifan berhasil mengalahkan kris, Kini ifan menjadi dewanya para petarung.
Dentian yang masih berada di atas ring cukup terkejut dengan pernyataan kris, dia yang berulang kali menyerang kriss denga kekuatan penuh, bahkan tidak sedikitpun membuat kris mundur, namun saat ini dengan sekali hantam kris mengakui kekalahan pada ifan, betapa kuatnya ifan, dentian melihat tangan kris dari belakang , tangan kris gemetar seperti menahan rasa sakit yang luar biasa.
" aku beruntung mengaku kalah pada dia, kalo tidak, aku bisa mati" ucap dentian dalam hatinya kemudian dia berbaring.
Ifan sudah di akui di kota berumbung, kriss secara langsung mengundang ifan makan malam bersama keluarga akbar, ifan menyetujuinya, ifan kemabli ketempat duduknya dan mengeluarkan sebuah hanfon dia terkejut melihat panggialan masuk dari naya, dia langsung menelfon naya kembali namun tefonya naya mati.
" nomer tefon yang anda tuju sedang tidak aktif" ifan begitu kawatir dia melihat oesan yang di berikan oleh naya, dia tercengan setalah mebacanya.
__ADS_1