
tiba tiba perasaan naya sangat kawatir .
" ada apa ini, kenapa hati ku bimbang" ucap naya, dia melirik hanfonya berharap ifan melakukan panggilan pada nya.
apalagi ahir ahir ini banyak pekerja di pengembangan kota new yang melakukan protes, mereka akan melakukan mogok kerja, jika para pimpinan tidak bertindak.
Membuat naya semakin pusing. Prosedur sudah di lakukan oleh naya. Namun masalah terus saja berdatangan, hanya di bagian selatan pengembangan kota new yang terjadi masalah.
" huuuff " naya mengambil nafas dan membuangnya.
Mol yono bergegas, setaleh memarkirkan mobilnya.
" bodoh bodoh bodoh " ucap mulyono dalam hati sambil terus melangkah masuk ke dalam Gedung yang sangat tua tanpa ada peng huninya.
" tuan " ucap mulyono, dia melihat pemandangan di mana banyak orang sedang berlutut sementara di depa ifan sedang duduk.
" apa yang kamu lakukan, bodoh" mulyono mencengkram kerak baju mario .
" plak, plak, dasar bajingan bodoh "
" ayah apa yang kamu lakukan , kita adalah keluarga cengkelek, mengapa kita takut padanya" ucap mario.
" plak , kamu itu buta, lihat dia , dia adalah tuan ifan, investor terbesar keluarga cengkelek" mario langsung tercengan.
" tidak, itu tidak mungkin ayah, tidak , ayah pasti salah" ucap mario,
__ADS_1
" dengarkan aku, jika kamu membuat masalah dengan tuan ifan lagi, kamu pasti akan di buang dari keluarga cengkelek" ucap mulyono yang sangat marah, mario terdiam , kini mario tidak bisa berbuat apapun, bahkan keluarganya saja harus tunduk pada ifan.
" maafkan putra ku tuan" ucap molyono.
" kalian uruslah sendiri yang harus kalian urus" ucap ifan yang langsung berdiri setelah mario di hajar ayahnya sendiri,
ifan pergi dari tempat itu, iya merasa urusan di sana biar di urus sendiri oleh mereka.
Berita takluknya keluarga ceng kelek meyebar di kota brumbung, setelah mereka sendiri yang mengumumkan tunduk nya keluarga itu, lewat tuan sandi, sebagai tuan besar keluarga cengkelek.
namun semua orang masih bingung dan di buat bertanya tanya, kekuatan seperti apa yang membuat keluarga terkuat kedua itu tunduk , yang mereka tau hanya nama ifan gunawan, yang di sebut dalam pernyataan itu.
Ifan kembali kerumah, setelah beberapa insiden yang terjadi, dia menemukan naya, sedang duduk di sofa.
" hay naya, tumben di sini" ucap ifan, naya langsung menoleh menatap ifan.
" aku tidak suka yang begitu" ucap ifan.
" lihat dulu" paksa naya, menjambak rambut ifan.
" aduh sakit naya" rengek ifan, ahirnya mereka melihat berita yang sedang firal tersebut, berita itu berlangsung sekitar 1,5 menit,
" fan yang di maksud tuan besar sandi itu siapa?" ucapa naya penasaran, nama ifan gunawan sama dengan nama ifan suami naya ,
"mana aku tau, apa mungkin aku yang menaklukkan keluarga sebesar itu?" ucap ifan menanyakan kembali pertanyaan pada naya.
__ADS_1
" benar juga ya" naya yang masih berfikir, ifan hanya terseyum.
" eh kamu tau gak, pekerja di pengembangan kota new semuanya ingin melakukan mogok kerja" ucap naya merentangkan tanganya.
" aaah , ada apa memangnya".
"Aku juga gak tau tuh, perasaan sudah aku suruh ikut prosedur semunya" ucap nya .
" begitu, biar akau yang urus" ucapa ifan.
" emangnya kamu bisa apa haah?, mau masak di sana?" ucap naya mengejek ifan.
" kamu gak percya pada ku" ucap ifan.
"Kalo memang kamu bisa, mitode apa yang akan kamu pakai" ucap naya.
" mitode minta tolong pak marwan" ucap ifan.
" iih itu curang namanya" naya memukul ifan.
"eh tunggu tunggu , pak marwan, bagai mana kamu bisa bertan denganya" ucap naya,
" itu, aku" ifan tidak bisa menguraikan hubungannya dengan pak marwan pada naya.
" sudah lah percaya saja pada ku, aku yakin aku bisa menyelesaikan masalah di sana " ucap ifan sedikit sombong.
__ADS_1
" baiklah aku percaya pada kamu" ucap naya, naya kembali ke kamar, sedangkan ifan sangat ingin beristirahat, badanya terasa remuk, setelah bebrapa hari sibuk dan juga harus bertempur.