Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 59 rumah senilai 11.5 triliun di bayar tunai


__ADS_3

Hampir 30 detik semunya tercengang, apalagi ifan ingin membayarnya secara langsung, bagaimana mungkin uang 11,5 triliun di bayar tunai, uang dari mana, di atm saja hanya muat sekitar 5 triluan.


 salam langsung berjalan ke arah ifan, setelah tercengan beberapa deti.


" tuan biar saya yang akan mengurusnya untuk anda, saya akan memberikan potongan 5% , bagai mana tuan?" ucap salma.


maharani, terdiam salma adalah seniornya, jadi dia tidak bisa berbuat banyak.


" tidak usah , biar dia saja " ucap ifan, menunjuk maharani.


" tuan saya akan melakukannya dengan cepat" salma kembali mebujuk ifan, karna bonus penjualan rumah utama seniala 1 milyar dan rumah di subsidi 1 juta , jika ifan benar benar membeli 2 rumah sekaligus, belum lagi kenaikan pangkat yang akan di terima, salma tidak ingin melepas ifan.


" anak muda kamu mau menipu mereka, tampang sepertimu mana mungkin mempunyai uang sebanyak itu" ucap robi yang sudah berdiri.


" banar juga tuan, mungkin dia hanya akan menipu kita" ucap salma, setelah di tolak oleh ifan , salma merasa kecewa, namun jika ifan hanya ingin menipu maka dia akan membalznya.


" cukup tuan, kak salma, tidak boleh memperlakukan pelanggan seperti itu!" ucap maharani, mencoba melindungi pelangganya.


" baiklah, kalo memang kamu ingin membelanya, jika dia bisa bayar, kamu boleh menamparku" ucap salma pada maharani.


" tidak kak salma tidak seperti itu maksud k" ucap maharani, ifan hanya tersenyum melihat orang orang sombong sedang berderama.


" nona, aku ingin membayar , tolong di proses" ucap ifan pqda maharani.

__ADS_1


" baik tuan tunggu sebentar, tuan ingin melakukan pembayaran ke ruang administrasi atau" seblom maharani menyelesaikan ucapanya salma langsung menahan ucapan maharani.


" tidak bisa, dia harus melakukan pembayaran di sisni, kami ingin tau apakah benardia bisa bayar atau tidak" ucap salma.


" tapi kak, bukannya ini privasi pelangga, buakannya perusahaan kita harus memberikan pilhan pada pelanggan tentang transasi " ucap maharani, ifan merentangkan tangannya, dan kemudian menekuknya di belakang.


" kalian takut, rahasia kalian terbongkar hah?" ucap salma.


" tuan bagai mana?" ucap maharani, kepada ifan.


" aku akan membayar di sini, namun dengan syarat, kalian bertiga harus berlutut pada dia, jika aku bisa membayar" ucap ifan, ketiga orang itu langsung emosi, dan mereka menyetujui persaratan ifan, mereka yakin ifan tidak akan bisa membayar.


" kalo kamu tidak bisa membayar, kamu dan dia , harus angkat kaki dari sini" ucap salam, maharani langsung gemetar, mendengar ucapan salma.


" baiklah" ucap ifan.


" percayalah pada ku, orang baik akan selalu di lindungi yang kuasa.


" drama kalian sungguh hebat, kamu mau bayar dengan apa haahh , dasar manusia tidak berguna" ucap robi, ketiga orang itu tertawa terbahak bahak.


maharani menghubungi bagian pembayaran ibu dewi.


" baiklah kita tunggu di sini" kamu maharani, siap siap untuk keluar dari sini" ucap salma, salama memang tidak suka pada maharani, sejak pacarnya berpaling dan lebih memilih maharani padahal salma sendiri yang meng hianati mantan pacarnya itu, dengan berselingkuh dengan orang yang lebih kaya.

__ADS_1


Semua orang yang berada di tempat itu menunggu dengan berbagai perasaan, ada yang gelisah, ada juga yang cuwek, ada juga yang bersemangat.


" itu ibu dewi datang" ucap salma, ibu dewi terua melangkah dengan elegan, ibu dewi sudah berusia 40 tahun namun tubuhnya tetap energik dan sexsi. Kabarnya ibu dewi tidak menikah selama ini.


" maharani, siapa yang ingin melakukan pembayaran" tanya ibu dewi setalah berada di tempat itu.


" itu bu dewi" ucap salma menunjuk ifan.


" baiklah " ucap bu dewi, mengeluarkan sebuah berkas, dan alat pembayaran.


" tas nama siapa tuan, boleh saya lihat identitas anda" ucap ibu dewi


" maaf ibu dewi beliau ingin membeli dua rumah" ucap maharani.


" benarkah?, kamu memang hebat rani" ucap dewi memuji.


" benar begitu tuan " tanya ibu.


" aku ikut maharani saja" ucap ifan dengan santai...


" eeh jagan jagan kalian " ucap ibu dewi


" engak bu enggak" ucap maharani kelagapan.

__ADS_1


" mereka hanya ingin menipu saja bu, lihat saja penampilanya , seperti gelandangan" ucap robi.


" awas saja kalian berdua, akan saya laporkan ke pihak berwajib, dengan tuduhan penipuan" ucap salma dalam hantinya.


__ADS_2