Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 56 takluknya kekuatan bawah utara


__ADS_3

Awan hitam yang sangat petang muncul dari arah utara kota berumbung, awan hitam itu seperti ingin menelan kota berumbung, guntur terus bergemuru, terdengar seperti suara suara yang aneh dari atas langit.


Semua orang yang berada di luar gedung mendongak , rasa takut muncul di hati setiap orang.


" ibu awannya menyeramkan, abi takut" ucap anak kecil yang menangia setlah menatap ke arah awan hitam.


" ayok masuk" ucap ibu abi, yang langsung menggendongnya ke dalam rumah.


burung burung berterbangan, mereka mencari tempat berteduh .


" kamu kenal mayor marwan?" tanya danu setlah langkahnya terhenti, satu miter dari ifan.


" pak marwan maksud kamu" ucap ifan, ifan semakin penasaran , mengapa danu mengetahui tetang kakeknya dan juga pak marwan.


Bahkan ifan baru tau kalau kakeknya adalah seorang jendral.


" bruk" tiba tiba danu berlutut pada ifan.


" bruk"


" bruk"


" bruk"


Semakin banyak orang yang berlutut, semakin banyak pula orang yang teeperanga, semua bawan danu berlutut, mengikuti apa yang di lakukan danu, tanpa rasa ragu,

__ADS_1


Ifan kebingungan dengan apa yang di lakukan danu, apalagi kenji, dia tidak percaya ifan bisa membuat danu sampai berlutut.


Ini merupakan peristiwa bersejarah , seorang danu berlutut pada pemuda 28nan tahun.


" kami mengaku kalah, kami akan mengikuti tuan ifan" ucap danu, orang orang masih mematung, namun dengan serentah anggota kekuatan bawah utara mengatakan.


" kami mengaku kalah, kami akan mengikuti tuan ifan"


"kami mengaku kalah, kami akan mengikuti tuan ifan"


"kami mengaku kalah, kami akan mengikuti tuan ifan"


Suara teriakan itu mengema sampai membelah langit, awan hitam langsung tersapu oleh angin ke arah utara, seperrinya awan itu tidak jadi melahab kota berumbung.


BMKG pun di buat kebingungan dengan fenu mena yang terjadi, di mana agin teeus berhembus ke selatan, namun awan itu seperti tersedot kembali ke utara kota berumbung.


" tunggu sebentar pak danu, ini ada apa ?" ucap ifan yang masih bingung.


" tuan muda ifan nanti akan saya ceritan apa yang terjadi. Dan semua yang saya ketahui.


" bagus " ucap marwan yang tiba tiba muncul, marwan menepuk nepuk bahu danu.


" mayor marwan" ucap danu, setelah melihat marwan, mereka adalah teman sepertjuangan dahulu di saat pertempuran di wilayah perbatasan negara ikn ini.


" berdirilah danu" ucapa marwan, keduanya terlihat sangat akrap, danu berdiri, pak marwan membawa danu dan ifan, begitu juga dengan kenji ke kantor ifanto naya new, kenji dan juga danu memerintahkan bawahan mereka untuk kembali ke markas.

__ADS_1


" mayor marwan benar kah dia " ucap danu yang langsung di iyakan oleh marwan. Danu sangat bahagia, ahirnya bisa bertemu dengan tuan muda ifan.


ke 3 orang itu berjalan berdampingan, setiap orang yang melihat mereka sangat kagum, 3 pemuka kota brumbung sedang bersama, yang mereka tidak ketahui adalah ifan, seorang pemuda yang bisa mempersatukan 2 kekuatan besar bawah, bahkan ifan mampu menundukkan ke duanya dan menjadikan mereka sebagai bawahan.


Betapa hebatnya si ifan ini, kabar takluknya kekuatan bawah utara membuat kota berumbung benar benar terguncang, banyak orang orang berdoa untuk ke amanan kota berumbung.


ada pula orang orang yang terus mencari kekutan apa yang mampu melakukan semua itu, mereka ingin bergabung dengan kekuatan itu untuk memperluas kepentingan mereka sendiri.


" ibu , apa kalian baik baik saja " ucap naya yang melakukan panggilan telfon degan merry.


" kami baik baik saja naya" ucap merry tanpa menanyakan bagai mana ke adaan naya, merry langsung menutup telfonya.


" huuuhhfff" ucap naya yang menarik nafas.


" dasar orang tidak berguna , apa harus aku yang melakukan hal ini, terus saja menghilang tidak usah pulang " omel merry saat mencuci piring kotar dari meja makan.


" sudahlah mereka tidak di sini, bukan kah itu juga pekerjaan mu" ucap dafit.


" terus saja salahkan aku , memang dia menantu mu" ucap dafit yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"silahkan duduk" ucap marwan.


ketiga orang itu duduk, namun seblom benar benar duduk kenji dan danu menunggu ifan duduk terlebih dahulu. Saat ini mereka adalah bawahan ifan.


" baiklah tolong ceritakan pada ku tetang pak danu, mengapa dia mengenal kakek" ucap ifan.

__ADS_1


" ceritanya panjang tuan muda" ucap danu.


" aku punya waktu " ucap ifan.


__ADS_2