Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 64 dia sangat kereen


__ADS_3

" iya " ucap ifan mebalikkan badan, pandangan ifan langsung tertuju pada dada okta yang memang sedikit terbuka, pakayan yang di pakay oleh okta adalah pakayan masa kini, yang berlubang di berbagi temapat, memang cukup keren di lihat, namun itu memancing seseorang untuk bergairah.


okta mendekati ifan .


" kebetulan kita bertemu di sini , kamj sedang ngapaian" ucap okta yang terus mencoba meraih hati ifan.


" sedang jalan jalan saja " ucap ifan menatap sekeliling, ifan malaz meladeni okta , bukan karna okta tidak cantik, namun karna ifan sudah memiliki naya sebagai istrinya.


" kalo begitu aku temenin ya" ucap okta langsung menggandeng tangan ifan, ifan mencoba melepasnya, namun okta terus memeluknya dengan erat, membuat ifan menyerah.


Keduanya berjalan tanpa tujuan yang jelas, okta terus menempal pada ifan, seperti prangko saja.


" lihat orang itu, dia pamer , dia kira hanya dia yang punya wanita, dasar kolot" ucap se orang pemuda yang menatap ifan dan okta dari sisi atas.


" tapi lihat bro, wanitanya sangat kantik, bisalah buat mainan kita , ya gak ?" percakapan itu terus berlangsung mereka yanga bwrjumlah 3 orang , terus memperhatikan ifan dan okta.


" kita tunggu di sini, sepertinya mereka akan naik"


kecantikan okta membuat mereka bertiga sangat bersemangat, memang banyak orang yang melihat ifan dan juga okta, para pria sangat iri , gembel.seperti ifan bisa mendapatkan bidadari, Ifan suka berpakayan sederhana, rasanya nyaman saja di pakai, menurut ifan.


Okta dan ifan mengikuti tangga yang bergerak ke atas, mereka terus memandangi berbagai jenis barang yang sedang di pajang.


" ifan sepeetinya itu bagus " ucap okta menunjuk sebuah kaos hitam yang ber tabur bunga di setiap sudut kaos itu.

__ADS_1


" yang mana" ucap ifan mencari kaos yang di tunjuk oleh okta.


" yang itu ,itu " ucap okta, terus menunjuk pada kaos, yang ada di ujung kanan mereka.


Keduanya berjalan mengikuti langkah kaki.


" hay cantik, " ucap diki pemuda yang dari tadi memang memperhatiakan okta dan juga ifan.


" apaan sih " ucap okta menepis tangan diki yang memeng mencoba mengerayapi okta.


" tidak usah sok mahal cynk , ayo temani aku bersenag senang, dari pada dengan dia pria kolot , mending dengan aku yang tampan ini.


" plak" suara tamparan yang cukup nyaring membuat semua orang melihat ke arah ifan dan okta, ifan hanya diam saja melihat diki dan okta , ifan memperhatikan sekitar, dan menyadari masih ada 2 orang yang mengawasi mereka .


diki langsung di tampar oleh okta , namun tamparan itu tidak berarti apapun baginya, hanya menambah semangatnya untuk membawa okta.


" pok" tangan diki di hadang oleh tangan ifan, ifan juga menarik okta untuk mundur ke belakang ifan.


 pemuda itu melepas tinju tangan kirinya ,untuk menyerang ifan.


" wooossss" ifan hanya menghindar dengan melangkah ke samping, dengan kaki yang masih di rentangkan, pulan diki tidak mengenai ifan, membuat tubuhnya terdorong , kaki ifan di angkat membentur kaki diki .


" braukk " diki nyunsep dengan wajah terlebih dahulu menyapu lantai, diki langsung berdiri di lihat banyak orang diki merasa sangat marah , dia langsung berlari dan kembali meninju ke arah ifan, ifan yang tidak memperhatikan diki tidak sempat untuk menghindar.

__ADS_1


" awass" ucap okta, yang berdiri di belakang.


" bruk" tinju itu mendarat di bahu belakang ifan, namun ifan tidak bergeming sama sekali, ifan hanya menoleh dan tersenyum pada diki.


" brengsek" ucap diki yang langsung melepas tendangan, ifan langsung mengangkat siku kanannya.


" krak suara tulang patah" siku ifan mengenai tulang rusuk diki, tendangan diki yang tak mengenai ifan, membuat ifan dengan mudah mendaratkan siku di tulang rusuknya.


" auuuaWww" diki ke sakitan, dan terjatuh, dia memegangi rusuk sebelah kirinya, di berguling guling di lantai.


" sial , ayo hajar dia" ucap dua pemuda yang berlari, salah satu dari mereka langsung menjulurkan kakinya dengan melompat berniat mengincar wajah ifan , sedamng yang satunya meninju ke arah ifan .


" mati saja " teriak pemuda itu, dengan tenang ifan mengankat kedua tangannya.


" pak ,pak " tinju dan juga tendangan dari kedua pemuda itu, langsung di tangkap oleh ifan, ifan memutar tubuhnya, dan langsung melempar kedua pemuda itu,


" brank, prank" keduanya terlempar kearah pagar pembatas, dan terjatuh.


" siapa pemuda itu, dia sangat hebat" ucap seorang dari lantai atas.


Sampai tiba 3 sekuriti meringkus ketiga pemuda yang membuat masalah.


" kamu tidak apa apa kan, kita kerumah sakit yaa" ucap okta sangat kawatir, rasa kagumnya pada ifan terus bertambah, kekuatan ifan membuat orang yang melihat sangat kagum, apalagi ifan bertarung untuk melindungi seorang gadis.

__ADS_1


" dia sangat keren , andai aku punya pacar seperti dia " ucap seorang gadis yang memegangi pipinya di atas ifan.


" aku tidak apa apa " ucap ifan.


__ADS_2