
setelah ifan berjalan beberapa langkah, seorang perempuan melintas di depannya, ifan seperti mengenal perempuan itu .
" eehh ifan" ucap okta
" ngapain kamu di tempat ini" tanya ifan yang penasaran, perempuan cantik malah berada di tempat yang di bilang kalangan gelap.
" aku suka di tempat ini" ucap okta.
" sudahlah ayo masuk" ucap okta, okta tau ifan baru pertamakali datang ke tempat ini, melihat dari tingkah lakunya saja okta sudah mengerti bahwa ifan baru pertama kali datang ke tempat ini.
" di sini rupanya banyak orang orang hebat " ucap ifan setelah memperhatikan orang orang yang melihat batu batu yang berserakan dengan rapi.
" tun saja mereka orang orang terpandang, tempat lelang ini memang di peruntuk kan orang orang atas" ucap okta yang terus melangkah, di kanan dan kiri berbagai tumpukan batu dengan berbagai ukuran dan tentunya dengan harga yang fantas tis, biasanya orang orang di sini akan membeli batu setelah mereka memilih nya di tempat penjual batu, dan kemudian akan di belah dengan di saksikan orang orang di tempat leleng ini.
" fan ada apa " ifan berhenti menatap sebuah batu kecil mungkin se ukuran genggaman orang dewasa, ifan meng hampiri batu itu, itu adalah batu paling kecil di rak milik kasin, seorang perempuan tua yang sudah rentan usianya sekitar 89 90 tahun.
" silahkan nak " dengan suara terbatah batah, seorang nenek berdiri . Ifan memperhatikan batu batu yang di tumpuk, ifan tetap hanya tertarik pada batu kecil yang ia lihat dari kejauhan tadi, ifan memperhatikan tampak ada garis hijau kebiruan yang menembus dari ujung kanan ke ujung kiri.
" berapa harganya nek" tanya ifan menggengam batu yang tergolong kecil itu.
" itu 500 juta saja nak" ucap nenek kasin, nenek kasin yang bernama lengkap kasina merupakan pejuang di masa lampau, batu batu itu ia dapatkan dari kekaisaran bringin yang mereka hancurkan untuk merombak tatanan kenegaraan . Nenek kasina merupakan juru masak di kam kam tentara, namun kasina juga ikut bertempur layaknya tentara di medan tempur, hobinya mengoleksi batu batu antik, meski dia adalah jendral perempuan pertama, gerlar itu di berikan, setelah pertempuran selesai, setelah itu nenek kasina tidak pernah ikut bertempur kembali, memilih hidup dengan kelurganya, yang kini nenek menjual koleksi batu antik miliknya, sebab tidak satupun dari keluarga nenek yang memiliki hobi yang sama dengan beliua.
" anak muda, jagan membeli di tempat nenek tua itu, setiap yang membeli batu di situ, semuanya palsu tidak ada yang berharga , hanya batu biasa " ucap pemuda yang datang dari arah berlawanan,sedangkan ifan hanya tersenyum.
" fan kamu yakin " ucap okta di samping ifan, dia ikut memilih dan melihat lihat.
" sudah tidak apa apa " ucap ifan dengan santai.
" nenek saya beli yang ini yaa" ucap ifan menunjukkan batu di tangannya.
" nak tidak mau di tawar dulu " ucap nenek kasin, dengan heran, biasanya di sini akan ada proses tawar menawar yang alot karna memang yang mereka tawarkan adalah sebuah batu dan tidak ada kepastian untuk bisa mendapatkan giok yang bagus, atau bahkan sebuah giok biasa pun terkadang tidak dapat di temukan.
" tidak apa apa saya langsung bayar saja " ucap ifan.
__ADS_1
" ifaan kamu yakin , gak mau di tawar " ucap okta mengingatkan, okta kebingungan namun dia tidak bisa berbuat apa apa.
" kalo begitu baiklah, biar nanti saya yang mengurus pemutonganya" ucap nenek itu.
" terima kasih banyak nek " ucap ifan, biasanya acara pemutongan batu akan berlangsung di peng hujung acara di mana mereka akan berkumpul menyaksikan batu yang akan di belah.
" ini berapa tuan" setelah ifan berkeliling, melihat batu batu, kali ini ifan memeriksa batu yang ukuranya lumayan besar.
" yang itu 4,5 milyar tuan" ucap penjual itu, memang dari ukuran yang besar dan setalah di lihat ada sebuah serat biru yg menusuk kucup besar dan warnanya cukup terang,
namun setalah ifan lihat kembali, dia yakin warna itu hanyalah nyempil di pinggir batu tidak sampai ke tengah .
" saya bayar 4,5 milyar " ucap seseorang dari belakang , ifan menoleh , rupanya itu adalah mario. Mario tidak melihat batu itu dia mempercayakan pada orang yang dia bawa.
" bagai mana ifan ?"
" ifan sudah kita pergi saja " ucap okta.
ifan menuruti okta, lagian ifan juga kurang tertarik pada batu itu dia sudah mendapatkan batu yang dia inginkan.
mario belom puas mengambil batu ifan, dia terus mengikuti dan membeli setiap batu yang ifan lihat, okta sangat kesal.
namun ifan tetap tersenyum ifan tau batu batu yang di beli mario adalah batu yang tidak begitu berharga.
" bibik batu ini bagus " ucap ifan, okta juga seruju, walau ikta tidak tau menau tentang sebuah batu, namun batu yang dilihat ifan kali ini cukup indah, bentuk nya yang bersegi enam, dan terlihat sebuah wana menembus setelah di beri penerangan.
" berapa harga nya ini" ucap okta
" yang itu 2 milyar nona" ucap bibik penjual di rak 9 .
" fan ini bagus coba kamu lihat , apakah batu ini berhaga menurut mu " ucap okta, setalah ifan melihatnya memeriksa sebentar.
" itu batu yang bagus " ucap ifan.
__ADS_1
" bibik 1,5 milyar yaa" ucap okta,
" baiklah", bibi itu merasa senang, karna penawar seblumnya dengan harga 1 milyar tidak jadi mebelinya.
" yang ini berapa" ifan kembali menunjuk batu yang ia periksa.
" itu 5 milyar tuan " ucap bibi itu.
" apa tidak bisa 4 milyar " ucap ifan.
" boleh silhakan" ucap bibi itu.
" aku bayar 5 milyar " ucap mario lagi lagi ingin mengambil yang ifan mau.
" maaf tuan batu itu sudah menjadi milik tuan ini" ucap bibik itu.
Di tempat ini barang yang sudah deal tidak boleh di beli orang lain.
" sial aku terlambat" ucap mario, mario sudah mengambil 5 buah batu , empat di antaranya adalah yang di lihat ifan, banyak orang memperhatikan ifan, orang baru yang datang membeli batu tanpa menawar.
" sebenarnya orang itu bodoh , atau memang batu yang dia pilih , adalah batu yang bagus" ucap pria paruh baya yang terus memperhatikan ifan.
" sudahlah kita lihat nanti saja " para orang tua itu terus membicarakan ifan, mereka bertanya tanya, siapa ifan dari keluarga mana.
" fan kamu suka batu giok" ucap okta.
" aku dengar dengar batu giok mahal, aku hanya ingin berbisnis saja " ucap ifan yang berkata dengan sangat ringan, padahal bisanis batu giok bukanlah bisnis yang mudah, sedikit saja kesalahan akan membawa kerugian besar sebab harganya tidak lah main main.
" ifan bisnis batu giok haruslah memiliki keahlian, ketelitian dan juga pengalaman, apa kamu tau itu" ucap okta.
" aku tidak mengerti, aku hanya hakin saja " ucap ifan.
" astaga" keluh okta, dia fikir ifan mahir memilih batu, dan ternya hanya yakin yang dia dahulukan.
__ADS_1
hati okta resah dia sudah membeli batu yang mahal, walau dia sendiri sudah melihatnya.