
ifan langsung menoleh setelah suara marwan memanggilnya, ifan sangat terkejut, melihat tepat di hadapannya seorang gadis cantik dan muda dengan usia sekitar tujuh belasan tahun, sedang membuka baju yang di pakainya, otak ifan berputar bukan pada tempatnya, yang di lakukan gadis di depannya adalah sebab dirinya, entah peradapan seperti apa yang di alamami zaman ini.
" cukup pakai kembali pakayan mu" ucap ifan, yang menyadari kesedihan yang terlintas di mata gadis di depannya, ifan tau gadis itu gadis baik.
" tapi tuan, apakah tuan akan memecat saya?" ucap sari yang meneteskan air matanya.
" tidak , saya menyuruh mu untuk tidak pergi, agar kamu menemani kami makan di sini, dan sekaligus melayani kami menuangkan minuman ini" jelas ifan yang sudah monolehkan kepalanya, agar tidak menatap gadis di depannya.
" benarkah tuan" sari buru buru memakai kembali kacing bajunya.
" capat pakai kembali baju mu, aku laki laki normal, kalo aku sampai mau melkukannya, mungkin tidak perlu membuat drama dulu.
" ternya tuan ifan orang baik" ucap sari dalam hatnya, sari merasa malu telah memikirkan hal tidak baik pada bosnya, di sisi lain dia sangat bersyukur, sari masih bisa bekerja di hotel ini.
"duduk lah " perintah ifan, marwan hanya bisa tersenyum, kebaikan ifan masih sama seperti saat marwan bersama ifan di masa lalu.
" ba baik tuan" ada sedikit rasa tenang di hatinya, sari memberanikan diri untuk duduk meski harus agak menepi, sari tau siapa kedua orang yang di hadapinya itu, jika membuat sedikit kesalahan bukannya hanya akan di pecat, nyawapun bisa saja menjadi taruhannya.
" pak marwan, tolong urus biaya kuliahnya" ifan langsung memberikan perintah.
" baik tuan"
__ADS_1
" jagan tuan, aku tidak bisa mebalasnya" ucap sari yang langsung menolak pemberian ifan.
" setelah lulus nanti kamu bisa mebalznya" ucap ifan.
" maksud tuan ifan " sari kebingungan, apakah ifan, tidak takut aku kabur setelah aku sukses.
" bantulah aku setelah kamu lulus, kejarlah mimpi mu" sanji meminta imbalan meski terdengar seperti sebuah motifasi.
" tapi tuan, aku ingin menggapai cita citaku menjadi dokter, lantas bagai mana cara ku membantu tuan ifan nantinya" ucap sari menjelaskan.
" jadilah doktee terbaik, dan suatu saat nanti kamu akan membantuku" tanpa ragu ifan mengatakan hal yang tak bisa di fikirkan orang lain.
" baiklah aku akan berusaha " ucap sari yang menyetujui permintaan ifan, meski rasa bingung menyerang kepalanya.
" baik terimakasih tuan ifan, terimaksih pak marwan" ucap sari yang mulai beranjak pergi, begitu juga dengan ifan dan marwan, mereka mengahiri pertemuan, ifan ingin segera melakukan rencana yang lainnya.
" sar gimana, kamu baik baik sajakan apa yang terjadi pada mu, kamu di apain sar" ucap seli yang membolak balikan sari, setelah sari sampai, sari pergi ketoilet dahulalu, jadinya ifan labih dahulu meninggalkan hotel, barulah sari sampai di tempat kerjanya.
" apasih mbak sel, aku gak apa apa, lagian tuan muda ifan orang yang sangat sangat baik" ucap sari menjelaskan.
" maksud kamu gimna ? Ceritakan apa yang terterjadi" ucap seli yang penasaran, dari tadi seli berfikir sari akan di lecehkan, mengingat hanya sari yang di minta tetap di dalam ruangan, apalagi di jaman sekrang *** bebas meraja lela, apalagi mereka yang punya kekuasaan dan banyak uang, akan sangat mudah mempermainkan kalangan bawah.
__ADS_1
" mbak seli pasti berfikir yang aneh aneh yaa, tuan ifan itu orang baik, dia malah memberikan aku biaya untuk kuliah ku, pokoknya dia isdebese deh" ucap sari yang mengngacungkan jempolnya.
" apa itu benar" ucap seli yang tidak menyangka apa yang sedang terjadi.
" mbak pasti bingung kan, aku kira semua ini hanya mimpi loh, tapi itu benaran, buktinya aku tidak apa apa, dan masih bisa bekerja di tempat ini.
mobil ifan melaju perlahan.
"tring tring " suara hanfon ifan berdering.
"halo, ini siapa " ucap ifan setelah mengangkat telfon di tangannya.
" ifan , ini aku okta" ucap perempuan di sebrang telfon.
" kamu, ada apa "ucap ifan.
" aku ingin ketemu dengan mu " ucap okta tanpa ber basa basi.
" aku tunggu kamu di hotel mawar " ucap okta ,sebelum ifan sempat menjawab, telfon pun langsung di matikan.
" dasar cewek aneh" ucap ifan, namun setelah di fikir lagi oleh ifan, untuk bisa menguasai kota brumbung ini, ifan harus menguasai para penguasanya.
__ADS_1
" baiklah ku mulai dari dia saja, sepertinya dewi keberuntungan berpihak pada ku" ucap ifan yang langsung memutar setir berbalik kembali ke jalan geger mentari menuju hotel mawar kembali.