
Setelah kepergian adelia, akbar memperkenalkan diri, dan memberikan tas itu dengan diskon 75 % , isarat dari ifan langsung di mengerti oleh pak akbar.
" tas ini bagus, maksih ya fan" ucap naya .
" kenapa ber terimaksih pada ku."
" terimaksih sudah berkunjung" ucap akbar dan ririn, mereka membungkuk di hadapan ifan dan naya, keduanya langsung pergi dengan naya yang terus menbelay tas mahal itu.
setelah mendapatkan pesan dari marwan ifan pergi setelah mengantar istrinya pulang.
" tuan mereka kelurga yang kuat di kota ini, menurut hemat saya,ini adalah kesempatan yang bagus membuat mereka tunduk pada kita" ucap marwan dari telfonya.
" baik lah biarkan mereka membuat ke sepakatan dengan kita" ucap ifan .
" baik tuan lebih baik tuan datang langsung untuk berdis kusi dengan kepala keluarga ceng kelek, begitu juga dengan tuan besar ceng kelek yang aku minta untuk ikut hadir.
" ok saya akan datang " ucap ifan , ifan langsung bersemangat rencana menundukkan semua kekuatan besar di kota brumbung akan lebih mudah jika keluarga cengkelek bisa di tak lukkan .
tiba tiba jalanan kota brumbung, beberapa mobil ferari muncul ada sekitar 13 mobil yang melaju beriringan.
" ada apa dengan mobil mobil itu, mungkinkah terjadi sesuatu" setiap orang yang berada di pinggir jalan baik itu pejalan kaki, yang sedang berada di dalam toko, maupun yang sedang asik mengobrol, semuanya mengalihkan pandangan pada jalan yang di lintasi mobil mobil ferari itu.
" sepertinya mereka keluarga cenkelek" ucap seseorang yang yang duduk di kursi kafe" keluarga cengkelek merupakan salah satu keluarga terkuat di kota berumbung , jadi banyak orang akan mengetahui mereka.
Banyak orang percaya tindakan mereka adalah sesuatu hal yang akan merubah ke adaan kota berumbung.
mobil mobil itu berhenti di depan dengan nama ifanto naya new.
" silahkan tuan tuan" ucap seorang satpam.
" apa apaan mereka, mereka lancang, menyambutkami dengan seorang satpam" ucap mulyono, mol yono kesal tidak ada satupun dari petinggi yang menyambut kedatangan mereka, mereka adalah dewanya kota brumbung.
__ADS_1
" tutup mulut mu" bentak tuan besar sandi, seketika mulyono diam .
" selamat datang tuan sandi, pak mulyono" ucap marwan dengan ramahnya, wajah mulyono masih kesal dengan sambutan yang di berikan, andai masih ada alternatif yang lain mereka pasti akan pergi, menurut mereka , itu adalah suatu pelecehan bagi keluarga ceng kelek, namun molyono bukan lah orang bodoh, dia tau mereka kesini untuk bekerja sama, dan jika tidak bisa maka keluarganya akan bangkrut.
" terimaksih tuan marwan " ucap sandi .
" silahkan di minum dulu tehnya pak" ucap marwan, menyuguhkan Teh Tieguanyin, teh Ini merupakan campuran teh hitam dan hijau yang keduanya difermentasi. yang Dikenal karena rasa kastanyenya yang kaya, daunnya dipanen di pegunungan Kabupaten Anxi di Provinsi Fujin, China. Sebelum dapat mencapai cangkir Anda, teh diproses secara rumit, mengalami pengeringan matahari, penggulungan, oksidasi, dan proses lain dalam sistem 12 langkah. Teh Tieguanyin ini dihargai Rp 43 juta per kilogram.
" teh ini rasanya meyejukkan" ucap sandi, setelah menyesap gelas di tanganya, expresi berubah dari awal nya suram menjadi ceria.
" berkaitan dengan yang ada ingin bicarakan, nanti tuan kami akan memberikan keputusan langsung, jadi nikmatilah dahulu teh tieguanyinnya " marwan terus merilekkan suasana,
" baiklah, kami akan menunggunya pak " ucap mulyono, beberapa orang dari keluarga cengkelek hanya bisa menunggu di luar , marwan tdak mengijinkan siapapun masuk, ini adalah sebuah rahasia, kepala keluarga ceng kelek juga setuju dengan yang di lakukan pak marwan, itu adalah hal yang bagus dalam mengantisipasi bocornya sebuah rahasia penting.
setelah ifan datang pak marwan langsung berdiri.
" tuan muda ifan anda sudah datang" ucap marwan yang langsung berdiri , setelah ifan datang, tuan besar sandi dan mulyono saling bertatapan, mereka tidak menyangka tuan ifan sangat lah muda.
" saya sandi dan ini putra saya mulyono" sandi memperkenalkan diri.
" duduklah" ucap ifan tengan tegaanya, ifan memacarkan aura wibanya yang mendominasi.
" aura yang kuat" ucap tuan besar sandi,
" tuan ifan, jadi bagaimana menurut anda ten" sebelum sandi menyelesaikan apa yang dia ingin katakan, ifan langsung menyerobot pembicaraannya.
" jika kalian mau tunduk pada kami , kami akan menyelamatkan keluarga kalian" ucap ifan dengan begitu santai, tanpa sedikitpun rasa takut, meski yang ifan hadapi adalah keluarga terbesar kedua di kota berumbung.
" apa maksud mu, dengan kami harus tunduk pada mu" ucap mulyono yang tidak setuju dengan hal yang di minta ifan, ia mengebrak mija, marwan tersenyum, saat ifan mulai matang meng hadapi masalah yang ada.
" tuan besar, tuan muda sungguh mirip dengan anda" ucap marwan dalam hatinya.
__ADS_1
" jika kalian mau, kami akan membantu melawan kekuatan luar negri yang menekan anda, dan saya akan memberikan sontekan dana 100 milyar pada anda" ucap ifan, tangan ifan di letakkan di belakang panggung, sementara tuan besar sandi hanya diam, dia berfikir tentang apa yang terjadi, mulyono mengepalkan tinju, merasa ifan sedang mengejek keluarga ceng kelek.
" kami tidak akan tunduk pada siapapun" mulyono kembali mengebrak meja di depan ifan.
" baiklah kalo begitu silahkan kalian kembali" ucap ifan.
" tuan" ucap marwan, marwan yang tidak ingin membuang kesempatan emas itu mencoba menhan ifan.
" tidak apa apa pak marwan" ucap ifan dengan tenang.
" kami akan kembali" mulyono sudah sangat kesal dan begitu marah.
" tunggu " ucap sandi , walau uang hang di berikan ifan hanya 100 milyar, namun bantuan ifan untuk meng hadapi kekuatan luar negri itu akan menyelamatkan mereka.
" ada apa tuan besar" ucap mulyono.
" kamu selalu bertindak ceroboh, cek lah situanya" ucap sandi, mulyono menghidup kan hanfonya, banyak sekali laporan jatuhnya aset mereka, bahkan mereka sudah di pukul mundur sampai ke akar, mungkin 5 jam lagi keluarga cengkelek akan benar benar teejatuh.
Mulyono mengepalkan tangannya kembali.
" sial" gumanya.
" jadi bagaimana ?"ucap ifan, tidak ada pilahan lain, ifan berhasil menjebak mereka dengan strategi dua kuda yang menyerang.
" baiklah, kami akan tunduk dengan sarat dalam waktu 2 jam anda harus sudah bisa mengembalikan semua aset kami yang si kuasai asing" tanpa ada pilihan lain sandiutuskan tunduk untuk menyelamatkan keluarga mereka, mulyono masih tidak percaya keluarganya bisa di tekan sampai seperti itu.
" baiklah silahkan tunggu sebentar" ucap ifan, ifan mengeluarkan hanfonya, mengirim pesan untuk melakukan oprasi bintang.
marwan juga ikut membantu dengan terseyum, jika ifan menyuruh marwan , marwan akan mudah mengatasi kekuatan luar itu, namun ifan memilih tidak melakukannya, karna akan beresiko pada pertahanan di perusahaan ifonto naya new.
" tuan besar anda tidak salah " ucap marwan tersenyum.
__ADS_1