
isol menatap punggung ifan hingga bayang bayang itu meng hilang.
" hhuuuuhhss" isol baru bisa menarik nafas panjang, tubuhnya masih merinding .
" pria yang manakutkan" ucapnya kembali, isol menegak minuman yang di bawa oleh ifan, bagi isol ifan merupakan kakaknya, Meski dia tidak mempunyai uang dia selalu membatuku untuk urusan makan, dan banyak keperluan, meski keperluan ku hanyalah makan minum dan lari dari kejaran pemilik makanan yang aku curi.
" suatu saat akan akau ganti " ucap isol tanpa sadar.
" mengingat masa lalu ya" ucap ifan setelah mendengar ucapan isol barusan .
" eeeh iya kak, ngomong waktu berjalan sangat cepat " ucap isol, keduanya tersenyum.
" aku harus pergi" ucap ifan yang mengambil sebuah kunci di atas mejanya, isol juga berdiri mengantar ifan samapai dindepan .
" kak kapan kapan aku ingin mengajak leluarga ku ketemu kakak, mereka ingin bertemu" teriak isol, isol selalu menceritakan kebaikan ifan di depan keluarga, sampai saat ini isol menjadi hebat berkat sorang ifan.
semua persiapan proyek pengembangan kota new di selatan kota brumbung sudah mencapai 80%, esok hari proyek akan di mulai peletakan batu pertama akan di lakukan, masyarakat sangat menantikan kota new itu, yang di gadang gadang akan mengangkat kau bawah, ifan sudah merencanakan hal itu, dalam mega proyek itu ada sebuah perumahan yang akan di bagikan gratis kepada mereka yang memang layak di berikan rumah.
Tak tanggung tanggung ifan ingin menyiapkan 1000 rumah gratis. Proyek dengan anggaran 350 milyar itu akan segera di mulai, ifan menemui pak marwan, untuk memastikan semunya berjalan dengan baik.
Malam itu ifan sedang suduk santai, tiba tiba istrinya keluar dari kamar.
__ADS_1
" hay kenapa belom tidur" ucap ifan, naya duduk di samping ifan, namun dengan jarak 34 cm.
" aku gak bisa tidur, besok adalah peletakan batu pertama untuk memulai proyek kota new, tapi aku masih bingung" ucap naya, melihat laporanya.
" bigung tentang apa, mungkin aku bisa bantu" kedunya membahas proposal yang di bawa naya, dengan sangat mudah ifan menemukan kebingungan istrinya.
" kamu hebat juga rupanya" ucap naya, tersenyum, dia sudah dua hari meneliti proposal itu, sdang ifan bisa menyelesaikannya kurang daro dua menit.
" tentu aku hebat" ucap ifan dengan sombongnya.
" oiya besok aku di undang ke proyek kota new itu loh" ucap ifan.
" haahh mana mungkin, coba lihat mana undangannya" ucap naya, naya gak percya ifan akan di undang ke mega proyek, apalagi ifan bukan oekwrja atau orang penting.
" sudahlah lagian aku sudah tau kamu berbohong" ucap naya .
" aku tidak berbohong, besok aku akan ada disana lihat saja " uca ifan.
" iya aku percya " ucap naya meng iyakan saja, keduanya semakin dekat, naya sudah sedikit merasa nyaman dengan ifan, naya sudah tidak lagi menutup nutupi masalah yang di hadapinya, bahkan lebih memilih bercerita pada ifan.
" tidur gih sana, besok akan sedikit melelahkan " ucap ifan, naya bangkit, bebanya sudah selesai, hanya tinggal melaksanakan tanggung jawabnya saja.
__ADS_1
" ini pakay, nanti dingin" ucap naya membawakan selimut pada ifan, ifan tersenyum, hatinya terasa hangat dengan peelakuan naya padanya,
naya kembali ke kamar untuk istirahat.
" semuga besok baik baik saja " naya berdoa sembelum tidur,
ifan juga mebaringkan tubuhnya, hari ini sengguh melelahkan, apalagi pertarungan tadi siang cukup menguras tenaga.
" aaahhhh " seru ifan stelah merentangkan selimut yang di bawa oleh naya.
" graakk " ifan langsung terbangun, suara seperti orang yang jatuh.
" aduuhh sakit kaki ku" ada suara yang familiar di telinga ifan.
" naya " ucap ifan yang langsung berdiri dan mencari sumber suar, ifan menemukan naya sedang duduk memegangi kakinya.
" kamu kenapa malam mlm di sini" uca ifan.
" aku haus, tapi malah terjatuh" ucap naya, ruangan sedikit gelap lampu sudah di matikan untuk mengirit tagihan listrik pln.
" ayo kekamar" ucap ifan menarik naya, namun naya tidak bisa berdiri sendiri, ifan memegan naya dari belakang, tangan ifan terasa memegang sesuatu yang kenyal, sungguh sangat kenya, ifan sdkit teecengang, ia takut naya marah, namun setlah di amati naya hanya memgangi kakinya yang sakit.
__ADS_1
" apa tidak apa apa ya" ifan mengerakkan tangannya ******* ***** sesuatu yang kenyal di genggamanya, tangan ifan sedikit tidak muat, kemudian ifan menarih naya ke kamar, betapa terkejutnya ifan, rupanya baju tidur yang di pakai naya terbuka dan tangan ifan sangat ps memegangi kedua **** milik naya,
Ruangan kamar cukup terang mata ifan tidak bisa untu tidak melihat pada tumpukan dagung yang mewan ,apalagi tangan ifan sudah menyentuhnya.