
Setelah sang jendral pergi, ifan mengajak istrinya naya untuk pulang, hari sudah sore, orang orang sudah mulai meninggalkan tempat pengembangan kota new , hanya tinggal beberapa orang mungkin ratusan, yang masih terlihat melakukan pendaftaran.
" kita pulang " ucap ifan
" yasudah ayok pulang aku sudah lelah " ucap naya.
mobil ifan di kawal oleh dua mobil lainya, yang di perintahkan oleh marwan, marwan merasa ada sesuatu yang tidak beres,
benar saja rombongan ifan tiba tiba di blokir oleh sebuah truk sampah,
" tuan ifan pilihlah jalan memutar kami akan mencoba mencegat mereka" ucap seorang yang memperlambat mobilnya.
" baiklah " ifan langsung berbelok menuju sebuah gang,
" bumm" suara keras ter dengar sangat kengcang, setelah ifan menoleh , ifan melihat dua mobil terbalik di tabrak oleh 3 truk sekaligus.
" ini tidak baik" ucap ifan, benar saja gang itu sudah di blokir dengan sebuah truk yang di buat meng hadang.
" apa ada yang terjadi " ucap naya, ifan menatap sepion, terlihat ada 3 mobil yang berjalan berjejer hingga ifan tidak dapat melakukan apapun pada mobilnya.
" tidak apa apa , semua kan baik baik saja " ucap ifan yang menenangkan naya, naya sangat ketakutan, tiba tiaba lampu sangat terang bersinar dari depan membuat ufan tidak dapat melihat apapun.
" keluar ucap seseorang " ifan langsung keluar, dia tidak bisa bertindak gegabah, karna ada naya , tiba tiba sebuah tinju dengan cepat mengarah pada wajah ifan, dengan refleknya ifan mampu meng hindar, meski kilatan cahaya membuat mata ifan silau.
" lepaskan aku ,ifan " ucap naya, ifan seketika menoleh melihat naya yang di seret oleh dua orang .
__ADS_1
" brak " tiba tiba buami terasa gelap ifan tumbang, setelah di hantam di bagian belakang lehernya.
" tuan, tuan ifan " seorang pemuda berhasil menelfon marwan, dengam darah yang keluar dari mulutnya, belom sempat iya menjelaskan siatunya, dia sudah pingsan.
" tuan ifan , ada apa " marwan mencoba menanyakan , namun tidak ada jawaban.
" becaralah berengsek" ucap marwan.
" cepat selidiki " perintah marwan seketika.
Ifan dan naya di bawa ke sebuah gudang, bagunan yang tampak tak ter urus, gedung itu di jaga sekitar tiga ratusan orang, mereka adalah kekuatan bawah, yang meresahkan kebanyakan warga di brumbung, kekuatan itu mengatas namakan keamanan untuk mengambil uang di pasar pasar jalan atau di manapun yang mereka kuasai.
Naya bersimpuh di pojok ruangan , ia menatap ifan yang di ikat pada kursi.
" tenanglah cayang aku hanya akan menikmatimu sekali" ucap dayat pemimpin kekuatan bawah di bagian sepalatan, dayat memegang dagu naya.
" cuueehh" naya meludahinya.
" plak" dayat langsung menamparnya dengan keras, hingga membuat darah keluar dari bibir naya, ifan tersadar setelah mendengar tamparan itu.
" hentikan , kalian mau apa , akan aku berikan tapi aku mohon lepaskan dia" ucap ifan, dayat berbalik men datangi ifan.
" aku ingin kamu tunduk pada ku, hahahhah, dayat tertawa dengan senang.
" aku tidak akan tunduk pada siapapun" ucap ifan,
__ADS_1
"bumm" dayat menendang tubuh ifan dengan keras, namun ifan tetap tak gentar.
" baiklah kamu cukup tangguh " dayat tersenyum.
" bagai mana kalo aku cicipi istrimu" ucap dayat.
" bangsat , jagan sentuh dia atau kamu akan menyesal" ifan terus meronta berusaha melepas ikatanya.
" buka bajunya" ucap dayat, dua orang meng hampiri naya, naya berusaha melawan, namun naya hanyalah perempuan, kekuatanya tak sebanding dengan mereka, baju naya terlepas, hanya tersisa kaos putih yang menempel, membuat tonjolan di dada naya terlihat nyata, sangat mempesona
" bajingan, " ifan terus meronta, dayat ingin bermain dengan naya di hadapan ifan, dayat ingin membuat ifan tidak bisa melawan .
" bagai mana cantik, layani aku " ucap dayat, dayat memegang wajah naya, sedang tangan naya di pegangi oleh dua orang, dayang mulai mengelus wajah naya.
" drang, drang bruk prang" bunyi pintu pagar yang di tabrak oleh beberapa mobil hitam datang, sekitar 100san mobil datang .
" suara apa itu" ucap dayat yang langsung mwng hentikan aksinya, naya langsung menutupi tubunya dengan baju yang berserakan di pojokan.
" maaf kak ada seratus mobil datang dan meng hancurkan pagar pembatas" ucap andre yang melapor.
" siapa mereka " ucap dayat.
" kami tidak tau kak, kami tidak mengenal mereka"
" plak dasar tidak becus" dayat langsung menampar andre.
__ADS_1