Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 62 rekor pembelian terbesar


__ADS_3

Sari dan renata duduk di depan ifan.


" permisi tuan" ucap renata dengan sopan.


" kenapa harus ada orang seperti ini, bikin gak moot saja " ucap sari.


" huuss" ucap renata, reta adalah gadis cantik yang masih duduk di sekolah menegah atas, namun sikap dan sopan santunnya mengalahkan keindahan wajahnya.


" kenapasih renata, atu kamu suka sama dia" ucap sari, keduanya saling menatap, mereka berdua adalah sahabat karib sejak kecil, walau renata dari keluarga sederhana, namun dia sangatlah pintar, itulah kenapa sampai saat ini sari bersahabat dengannya, entah bagai mana cara menggambarkan persahabatan itu.


datang seorang laki laki yang dan perempuan.


dahlan dan mayang , dahlan adalah menager toko ini, dan mayang adalah gadis yang melayani ifan dari tadi.


" selamat siang nona tuan" ucap dahlan, ketiga orang itu langsung menoleh.


" siang pak" ucap renata


" iya " ucap ifan.


" maaf sebelomnya, di tokok kami iphon 16 promax hanya ada sekitar 50 unit," ucap dahlan.


" banyak sekali pak, saya hanya ingin membeli satu saja " ucap sari , sari heran mengapa manager toko ini memberi tahu setok sebanyak itu, padahal dirinya hanya ingin membeli 1 unit saja.


" iya nona , anda memang memesan satu " jelas pak dahlan.


" terus maksud bapak orang ini yang memesan lebih dari 50 unit iphon 16 promax, hahahha jagan bercanda pak, satu pun dia belum tentu bisa beli kan" ucap sari,


menurut sari ifan adalah gembel, mana mungkin punya uang untuk membeli hanfon, apa lagi appel kan itu hal yang mustahil.


" sari kamu jagan keterlaluan " ucap renata, menarik sari agar duduk kembalu.

__ADS_1


" anda boleh tidak percaya nona namun itu adalah kenyataan nya" ucap pak dahlan masih tersenyum dengan ramah, ifan tetap diam, hanya senyum senyum sendiri melihat banyak sekali manusia yang kehilangan adap seperti sari.


" tuan jika tuan menginginkan 200 unit kami harus mengambil dari toko kami yang lain, apakah tidak apa apa tuan menunggu?" ucap pak dahlan,


 seketika kedua gadis muda itu tidak bisa menutup mulutnya, mereka terdiam mematung, 200 unit iphon 16 promax , apakah itu benar sebuah pembelian personal, namun nyatanya memang ifan membeli personal tanpa ada apapun untuk mendapat potongan harga.


" tidak apa apa sekalian jumlahnya 201 unit saja, dan yang satu langsung berikan pada gadis ini" ucap ifan menunjuk pada renata yang masih mematung.


" baik baik tuan, jika anda setuju , kita bisa melakukan pembayaran dahulu, sekaligus kami mengukir tulisannya tuan" ucap pak dahlan, pakdahlan begitu bersemangat, ini akan menjadi rekor pembelian terbesar harian yang akan di jual.


" baiklah " ifan langsung mengeluarkan kartu hitam miliknya, dan meberikannya pada pak dahlan


" tit tit tit, pembelian berhasil dengan total nominal 3.545.000.000" suara mesin pembayaran, lagi lagi kedua gadis itu tercengang , apalagi sari dia tidak menyangka kalo ifan adalah orang superkaya.


" ini tuan terimaksih atas pembelianya mohon di tunggu " ucap pak dahlan, pakdahlan dan mayang kembali kerungan untuk ikut mengerjakan pembuatan ukiran yang di minta oleh ifan,


mayang kembali degan 2 box iphon 16 promax.


" tuan ini yang anda minta , 1 iphon 16 promax tanpa ukiran" ucap mayang dan menyerahkan pada ifan.


" dan nona, ini iphon yang anda mau , silahkan ikut saya untuk melakukan pembayaran" ucap mayang.


" baiklah " sari langsung berdiri yang di ikuti oleh renata.


" tunggu renata,?" ucap ifan.


" iya tuan ada apa " ucap renata


" kamu di sini saja temani saya , lagi pula hanya di situ " ucap ifan menu juk tempat sari membayar.


" baiklah " ucap renata dengan senang, dia teringat perkataan ifan, kalo dia membeli 201 iphon 16 promax yang 1 buah akan diberikan padany, renata sangat berharap, karna iphon itu sangat berguna untuknya, sebagai alat untuk belajar.

__ADS_1


" renata " ucap sari.


" aku tunghu di sini saja sar" jawab renata.


" iihh kamu " ucap sari yang sangat kesal, dia terpaksa membayar sendirian.


" namamu renata " ucap ifan.


" iya tuan "


" ini " ucap ifan mengulurkan iphon di tanganya.


" ini beneran tuan" ucap renata tidak mempercayai semua ini.


" iya, aku sudah bilang tadi kan, dan aku tidak akan menginkari ucapan ku" ucap ifan.


" terimaksih tuan terimaksih banyak" renata dengan bahagia mengambilnya, dia begutu senang, dia tidak harus meminjam hanfon milik sari lagi, karna kini dia juga punya, selama ini renata memiliki hanfon tanpa internet jadinya tidak bisa jntuk meng akses kegiantan online di sekolahnya.


sari tercengan, ifan benar benar memberikan iphon itu, sari sangatlah menyesal menyinggung ifan.


" tuan saya pamit , terimaksih tuan iphonya" ucap renata berpamitan dengan bahagianya, ifan bagai malaikat untuknya.


" iya pulanglah " ucap ifan


ifan tetap menunggu, menikmati teh melati yang di suguhkan, dengan musik justin yang di putar membuat ifan lebih rilek saat menunggu.


2 jam sudah berlalu, ifan masih tetap menunggu dengan santai.


Datang 20 orang yang berbaris, membawa iphon 16 promax pesenan ifan.


" tuan anda membawa mobil, atau jika tidak kami akan mengantar kannya sampai ke kediaman tuan" ucap dahlan .

__ADS_1


" aku membawa mobil, itu ada di sana" ucap ifan menunjuk ke arah mobi, yang teroarkir agak jauh, dari konter.


pantas saja tidak ada mobil yang terparkir di depan conter.


__ADS_2