
"Terus hubungi dia " ucap pria di sebalah okta,
okta kembali meng hubungi ifan.
" tut tut tut" okta terus mengulangi panggilanya.
" hallo ,ada apa " ucap ifan setelah mengangkat telfon dari okta,
" ifan, ifan tolong aku" ucap okta ynag sangat ketakutan, pria pria berbadan besar dengan tato yang mendominasi tubuhnya, okta tau mereka adalah kekuatan bawah dari selatan kota.
" ifan, selamatkan aku" ucap okta sambil menangis, ifan berfikir, sebenarnya apa yang terjadi.
" baiklah saya akan kesana " setalah mendapatkan lokasi yang di kirim oleh okta, ifan langsung tancap gas, membawa mobilnya ke gang gang sempit, tampak sebuah gedung kumuh, di sana terdapat pagar besi yang tiba tiba terbuka, rupanya ifan sudah di tunggu, dengan perlahan ifan membawa mobilnya masuk dengan kepala yang terus mengamati situasi . Ifan cukup mewas padai serangan yang datang tiba tiba, apalagi baru pertamaklinya dia datang ke tempat ini.
" masuklah" ucap seorang berbaju hitam, setlah ifan keluar dari mobil. Di halaman ifan sempat melihat seseorang yang mengamati, di bawah pohong yang sangat besar, tempat ini cukup rapi walau bagunan sudah sangat tua, dan seperti tidak berpenghuni.
ifan melihat okta yang terikat di kursi, dengan langkah yang sedikit di perlambat, ifan mewas padai tempat ini.
" ahirnya datang juga" ucap seorang yang terlihat dari balik tiang penyanggah gedung tua itu, ada tiga orang yang keluar dengan 1 orang di belakang fan.
" ifan kamu cukup berani datang ketempat ini" mario tiba tiba keluar, dengan tersenyum jahat.
" mario rupanya kamu yang merencanakan ini" ucap ifan.
" hahahah, memangnya kenapa, kamu takut" mario sangat senang ini adalah tempat yang sempurna, untuk balaz dendam .
mario berjalan pada okta, menggenggam wajah manisnya, mario meremas wajah okta membuat okta merigis.
__ADS_1
" lihatlah kekasih mu ini, manis sekali " ucap merio mencoba membuat ifan bertindak, namun ifan tetep tenang, dia lebih mewas padai ke empat orang yang berasal dari kekuatan bawah itu.
"Berengsek bunuh dia " ucap mario setelah melihat ifan hanya diam.
2 orang langsung maju menerjang ke arah ifan, ifan mengankat tangannya bersiap menerima hantaman kedua pria kekar itu.
" bomm, brak" ifan terpental ke lantai yang kotor, tibuh ifan terpental setelah menerima terjangan dari belakang, ifan melupan pria di belakangnya. Dengan kekuatan kakinya pria itu melepas tendangan keras dari titik buta ifan.
" fuih" ifan meludah kan darah dari mulutnya, namun ifan masih tersenyum mengingat kelalainya.
" wiiuhh suuuhgjjg eeee" entah apa maksud dari perkataan okta, suaranya tidak bisa di mengerti, karna mulutnya tertutup lakban yang di rekatkan padanya.
mario tersenyum, melihat ifan terhuyung huyung di lanta.
ifan kembali berdiri.
" boookk, plak" ifan meninju perut pemuda yang menyerang itu, dan menampar wajahnya ,tamparan yang tidak kalah kerasnya dengan tinju yang di lesahkan ifan, membuat pemuda itu terlempar dan terjatuh, dia seperti kehilangan kesadaran, dan keluar darah dari hidungnya.
2 orang langsung maju, keduanya melepaskan tinju secara bersamaan, ifan menangkisnya.
" bummm, prak ,brak" suara benturan kedua kekuatan yang terdengar nyaring.
seyelah beberapa saat ifan bertahan, dari gempuran kedua orang itu, dia tersenyam menatap kedua orang itu.
senyuman ifan membuat lawanya merinding, mereka sudah melepaskan berbagai serangan yang di kombinasikan, namun ifan samasekali tidak terkena pukulan, dia berhasil menepia semunya dengan santai.
Mario tercengang begitu juga dengan okta yang merasa ifan seperti dewa perang yang dia lihat di flm flm korea ( drakor )
__ADS_1
sementara martin melongo menyaksikan pertempuran itu, martin yang hanya mengandalkan kekuasaan pamannya , sia sendiri tidak bisa bertarung, hanya bisa menyuruh bawahanya saja.
" sekarang giliran ku" ucap ifan .
" buk "
" plak "
Sekali serang ifan langsung menjatuhkan mereka, tamparan dan hantaman di wajah keduanya. Satu orang tumbang, setelah menerima tinjuan ifan, dia memegangi hidungnya yang berdarah, dia mennahan hidungnya namun tetap saja bengkok, hidungnya benar patah, dia meringkuk kesakitan, sementara ifan masih bertarung satu lawan satu.
"Wuusss" pria itu melompat dengan kaki yang menendang , ifan melangkah ke belakang, membuat tendangan orang itu hanya berada 50 centi miter dari wajah ifan, ifan langsung memegang kaki pri itu, lalu menariknya, ifan langsung menendang tubuh pria itu , saat dia terjaruh akibat kaki yang di tarik oleh ifan.
" buk"
" buk"
"buk" berkali kali ifan menendangnya, tanpa bisa di tangkis sedikitpun,
" paman tolong kami, kami di hajar orang" ucap martin menelfon pamanya, yang merupakan pemimpin dari kekuatan bawah di selatan.
" brang " ifan melempar pria itu ke tumpukan drom drom di sudut ruangan, pria itu terkapar tak berdaya, darah mengalar dari kepala dan mulutnya.
martin mundur, dia sadar tidak akan bisa melawan, sedangkan mario masih mematung, dia fikir selama ini ifan hanya pria tak berguna, namun saat melihat pertarungan ifan yang seperti dewa perang , mario merasa telah salah memilih lawan, lutut mario gemetar, kerigat membasi wajahnya.
" tenang saja mario, kita hanya perlu mengulur waktu, kak kenji akan datang sendiri ke sini" ucap martin.
mario tersenyum, seberapa hebatnya kenji, bahkan kenji akan datang sendiri.
__ADS_1
" kamu akan mati " ucap mario dalam hati.