Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 46 mengenang masa lalau


__ADS_3

Ifan membaringkan tubuhnya, setelah selesai mandi, ifan merasa ada gunanya juga latihan yang ia lakukan, selama ini, saat ifan berumur 3 tahun , ifan di berikan pelatihan khusus oleh kakeknya yaitu tuan dermawan, ifan di latih untuk bisa segala hal, kekuatan fisik, mental, maupun kecerdasan.


" kakek seandainya kakek masih hidup ucap ifan dalam hatinya, ifan menatap langit langit di rumahnya, kenangan masa lalu mulai terbayang, saat itu ifan yang masih kecil, di bawa oleh tuan dermawan, pagi hari ifan di latih kekuatan fisik, harus mengangkat beban berat, di halaman tuan besar , tidak boleh satupun menemui ifan. Itu adalah permintaan tuan besar. Hampir 25 tahun ifan di kati langsung oleh seorang jendral hebat, jendral dermawan, dan juga ada pak marwan yang selalu setia bersama jendral dermawan.


Selama 25 tahun ifan banyak mendapatkan latihan keras, yang tidak semua orang bisa melakukanya.


" tuan besar, sudah hampir 6 tahun semenjak kejadian itu" marwan mengenang kejadian 7 tahun silam, di mana ifan harus di usir dari kedimannya sendiri, bahkan saat itu ifan di biarkan pergi tanpa bekal uang sedikitpun, marwan meneteskan airmata.


" tuan besar, tuan muda sudah kembali sesuai rencana tuan" ucap marwan, semua sudah di perhitungkan oleh tuan dermawan, pernikahan dengan naya dari keluarga kusuma, juga sudah di perhitungkan dengan baik, awalnya marwan pun tidak bisa memahami arah pemikiran tuan besar, namun saat ini, saat ifan mulai bangkit, marwan mulai memahami bahwa semua berkaitan.


" ingatlah, bentang yang bersinar itu akan tanpak kecil, namun jika bintang itu datang, mataharipun akan sirna" ucapan tuan besar dermawan itu solah menggambarkan ke adaan ifan, di mana ifan menjadi gelandangan saat di usir, kemudian di nikahkan dena naya dari keluarga kusuma, yang kecil namun di kenal, sampai saat ini ifan mulai mendekati matahari.

__ADS_1


" tuan besar, aku akan terus berusaha menuntun tuan muda pada jalan yang telah tuan rencanakan" ucap marwan sambil mengusap air yang terjatuh di pipinya.


Semua kejadian itu seperti sebuah kebetulan, namun semua sudah di prdiksi oleh tuan dermawan.


Dulu saat naya datang kerumah tuan besar kusuma, tiba tiba naya di nikahkan dengan ifan, peria gelandangan yang kakek bawa dari sebuah jembatan, namun tidak seorangpun dapat menentang tuan besar kusuma,


naya sempat mempertanyakan mengapa harus denganya, kenapa bukan dengan yang lain.


" tapi kek kenapa naya" ucap naya.


" peecayalah naya , dan kamu harus lebih bersabar sedikit" rayu tuan besar.

__ADS_1


" baiklah, aku percaya kakek" ucap naya.


" naya harus inget , apapun ke adaanya jagan pernah meninggalkan suamimu" ucap tuan besar kusuma.


setelah naya setuju, tuan besar memanggil merry dan davit, karna pernikahan akan di langsungkan saat itu juga, terkesan sangat mendadak, bahkan anggota keluarag kusuma, banyak yang tidak hadir, namun mereka tidak protes, bahkan lebih suka tidak hadir kepernikahan itu.


Tuan besar kusuma tetap mengiginkan pernikahan meski dialah satu satunya yang setuju dengan pernikahan itu.


penikahan itu membuat banyak pemuda sekit hati, naya yang merupakan wanita paling cantik, justru di nikahi pemuda yang tidak jelas asal usulnya, pernikhannya pun terkesan jauh dari kata seder hana.


burung burung yang biasanya terbang dengan bebas, hari itu langit telihat sunyi, mentari yang seolah tidak muncul, dengan gerimis menghiasi langit kota berumbung, seakan alampun ikut bersedih kehilangang sang bidadari.

__ADS_1


__ADS_2