Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 27 ternyata mimpi


__ADS_3

Ifan begitu gugup, tangannya masih tidak bisa berhenti meremasnya, sepertinya sudah kecanduan.


Naya masih meringis kesakitan, ifan membaringkan naya di atas kasur, rupanya naya tidak memakay **** pantas saja tangan ifan langsung merasakan hangat luar biasa saat menyentunya.


ifan menelan luda, ada sesuatu yang bergerak di bagian bawah, sepertinya mulai menegang.


Ifan pria yang normal, bagai mana ifan tidak terangsang, sedang di depannya seorang wanita sedang terlentang dengan baju yang sudah terbuka, menampilkan sesuatu yang sunghuh indah, apalagi setelah adanya sinar lampu, remang remang mata ifan menatap pada tumpukan daging di area bawah tubuh naya, terlihat lekukan yang khas.


" sial aku tak bisa menahannya lagi, lagi pula dia istri ku"ucap ifan dalam hatinya, ifan sudah tak mampu membendung harat di dadanya. Tubuh ifan bergetar, naya juga sepertinya pasrah, selain naya sangat mengantuk tubuhnya juga lemas karna menahan sakit di kakinya, naya seperti tak memiliki kekuatan sedikit pun dan itu merupakan kesempatan langka bagi ifan.


" maaf kan aku sayang akan aku lakukan sekarang" ucap ifan, ifan melepas kancing baju tidur milik naya yang tersisa sekitar lima pasang kancing dari atas kebawah, satu persatu mulai terlepas tubuh sexsi naya terpampang jelas di mata ifan, dengan dua tumpukan daging di bagian dada, dan keindahan di bawahnya.


Semua pria akan kehilangan akal sehatnya, saat ada mangsa yang siap di terkam tanpa adanya perlawanan.


" naya tidak apa apakan" ucap ifan, bertanya.


" iya" ucap naya yang pasrah, dengan kondisi yang tak bisa menggerakkan tubuhnya, naya hanya bisa pasrah dengan hal yang akan di lakukan ifan,

__ADS_1


Ifan mengecup kening naya, setelah puas di kening ifan bermain di bibir naya dengan tangan mulai memainkan sesuatu yang sangat lembut.


Kedua kaki ifan di dempetkan pada kaki naya yang mulus putih bening, naya yang terkenal dengan kecantikanya, jangankan saat tanpa sehelai pakayayan, dengan tubuh yang terbungkus pun semua orang mengiginkan naya, kaki naya mulai di geser satu persatu, sedikit demi sedikit mulai terangkat akibat dorongan ifan, sepertinya naya juga mulai bernafsu.


" fan pelan pelan saja"ucap naya, ifan hanya mengangguk, kemudian ifan melakukan pergerakan ke depan dengan santai, dorongan pertama yang ifan lakukan dengan susah payah, ifan kembali memundurkan tubuhnya, dan memajukanya lagi, kali ini sudah mentok, terasa sangat nikmat, mata naya terpejam dan terbuka berulang kali, seperti sedang kelilipan, keringat membasahi keduanya, ifan terus mengulanginya.


" eeeehhhhhh " ifan mengerang, sedangkan tubuh naya menegang, setelah hampir 10 menit melakukan olah raga, kedunya kelelahan dan ambruk.


" dasar bajingan tidak berguna" teriak mery dengan lantangnya, membuat ifan membuka matanya.


" ibu " ucap ifan yang langsung duduk,ifan merasakan ada yang basah di bagian pahanya.


" ternyata mimpi" ucap ifan yang asik mengingat mimpinya yang sangat indah, tubuh yang indah masih terngiang ngiang di otakk ifan.


( mohon maaf untuk adengan di atas 18+ labih baik di dalam fikiran masing masing pembaca saja 🤭🤭🙏🙏🙏 , sekali lagi mohon maaf )


Ifan mulai bediri, kamudian membersihkan tubuhnya yang lengket,

__ADS_1


" kalo kata orang orang apa ini namanya mimpi basah " ( pertanyan untuk pembaca)


Selesai membersihkan tubuhnya, ifan memulai aktifitas seperti biasa, memasak, hari ini menu udang raja, dengan beberapa anakannya.


sementara mery melanjutkan tidurnya, hari mulai terang, suasana hening berubah gaduh, orang orang memulai aktifita mereka, naya juga sudah selesai mandi, namun sepertinya naya juga kelelahan.


" mimpi itu membuat tubuhku lelah, apa karna aku mecapai puncak " ucap naya dalam hatinya, setelah mandi, seperti biasa naya bersiap siap, hari ini naya ingin langsung ke proyek kota new.


Ada banyak undangan dengan bebagai kalangan, mulai dari kalangan pembisnis , orang orang penting di kota brumbung, dan juga sebagian pejabat negara, jadi naya tidak boleh terlambat,


bayak warga juga ingin melihat pembukaan proyek kota new tersebut, ada yang dari jauh, ada pula yang dari sekitar.


" naya " panggil merry.


" iya bu sebentar" jawab naya, setalah naya selesai sarapan ia ingin langsung berangkat, paling tidak naya ingin berada paling depan untuk menyaksikan pembukaan oroyek yang akan dia kerjakan, ini proyek pertama yang di pegang langsung oleh naya, jadi dia agak gugup.


" ayo brangkat fan" ucap naya,

__ADS_1


" iya sebentar" ifan mengemas cucian yang kotor, naya ******* ***** tangannya sendiri.


__ADS_2