Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 35 siapa sebenarnya ifan itu.


__ADS_3

" buang " ucap tuan sandi, sandi tidak tertarik sedikitpun pada hadia yang di bawa ifan, namun yanto sangat penasaran.


" tuan ini..." yanto tercengan setelah mengeluarkan 2 botol diva votka.


" apa " ucap sandi tanpa menoleh sedikitpun.


" ini diva votka" ucap yanto setelah tersadar dari lamunanya.


" apa !" sandi langsung kembali ke meja kotak di ruangannya, sandi juga tercengan, diva votka bukanlah minuman biasa, bahkan seoran sandi.belom pernah membeli sebuah diva votka, apalagi ifan membawa 2 botol sekaligus, keduanya mematung.


" kakek ada apa " ucap okta setelah kembali.


" ini hadiah dari ifan" ucap sandi, okta yang tidak mengerti begituan menatap dengan teliti.


" itu apa kek, botolnya bagus" ucap okta


" okta , itu diva votka" ucap sandi.


" mahal ya kek"


" mahal sungguh mahal, 14.5 milyar satu botol" ucap sandi.


" apa 14 milyar" ucap okta yang ikutan kaget dan tercengan, kalo di tambah kedua botol itu sekita 29 milyar, hanya untuk minuman.


" sebenarnya siapa ifan itu?" ucap sandi.


" aku juga tidak tau kek" ucap okta.


"yanto, berikan pengumuman, keluarga sandia, tidak boleh membuat masalah dengan ifan, aku rasa akan ada sesuatu yang besar akan terjadi di kota berumbung ini" ucap sandi, yanto bergegas melaksanakan perintah tuan sandi.


" okta, terus lah bersama ifan, kita harus berhubungan baik dengan nya" ucap sandi.


" tapi kami hanya teman kek" ucap okta

__ADS_1


ifan kembali kerumah, membaringkan tubuhnya di atas sofa, sudah jam 12 malam, ifan ingin melepas lelah di tubuhnya, hari ini cukup melelahkan, apalagi penculikan yang di lakukan oleh kekuatan bawah yang di pimpin oleh dayat.


mario dan yang lainya se makin pucat, sebab malam ini mario dan yang lain yang akan mem bayar semua tangihan pengunjung , bar menjadi sangat ramai, akan lebih banyak uang yang harus mario keluarkan, keringat mario semakin cepat ber cucuran.


" kak bagai mana" ucap imam.


" diamlah " ucap mario.


suara burung pipi yang menandakan pagi sudah bersiul, suara yang merdu melantunkan nada nada tinggi, bernyanyi seirama dengan hembusan angin di dedaunan yang rimbun, susana dingin sangat memanjakan tubuh untuk menarik selimut, namun ifan sudah terbangun, seperti biasa dia bangun lebih awal dari yang lainya.


Sebuah pasar yang telah beraktifitas lebih awal, membuat ifan lebih mudah menentukan masakan yang akan dia masak, terlebih lagi gang rumah ifan dekat hanya berjarak 1km saja.


" sudah bangun " ucap ifan yang melihat naya keluar dari kamrnya.


" iya " ucap naya yang langsung beranjak ke kamar manadi.


" dia tetap cantik meski tanpa riasan" ucap ifan, sepertinya ada sesuatu yang mulai tengang, gerakanya perlahan namun pasti, ke indahan naya dengan baju tidur yang samar samar menampakkan tubunya yang sempurna.


" sabar teman, bos mu ini akan berusaha agar dia bisa kamu ***** " ucap ifan yang mengelus ngelus **** , ifan sedikit tersenyum, naya sudah tak se judes dahulu .


Naya juga sedang tidak terlalu sibuk hari ini, setelah kejadian semalam, ifan terus mencari tau tentang keluarga cengkelak , keluarga mario, ifan ingin menekan keluarga mario yang notabenya keluarga yang sangat kuat, meski mereka hanya menduduki kelurga nomer dua, mereka memiliki pondasi yang sangat kuat, tuan besar keluarga ceng kelek sangat berpengaruh.


" tuan besar, kita kehilangan 1 triliun " ucap asisten pri bada tuan besar ceng kelek.


" apa? Bagai mana bisa, ada serangan dari luar negri lagi" uca tuan besar.


" tidak tuan ini adalah cucu anda, tuan mario"


" apa yang dia perbuat"


" tuan mario, mengratiskan untuk semua tagihan di bar malam tadi" jelas asistennya.


" prang" sebuah cangkir langsung hempaskan ke lantai , cangkir itu besrakan, tuan besar sangat murka, bagai mana mungkin uang 1 triliun hanya di hamburkan dalam satu malam.

__ADS_1


" mario" teriak tuan besar.


" panggil molyono dan mario " ucap tuan besar.


" brak " dia memukul meja dan duduk kembali.


" baik tuan"


" naya kita jalan jalan youk , mumpung kamu gak sibuk" ucap ifan.


" mau kemana, lagian mubil mu di pakai ibu kan" ucap naya.


" kita kan masih punya motor suppra fit " ucap ifan , naya menoleh dengan wajah suram, dia sangat malaz di hina karna motor itu lagi.


" ifan jujur pada ku, mobil itu milik siapa , atau kamu meminjam uang dari rertenir" ucap naya yang curiga.


" itu milik teman ku" ucap ifan, yang terpaksa berbohong, dia tidak mungkin mengakui mubil itu miliknya.


" ifan .. Jujurlah pada ku" naya menatap ifan dengan sorotan mata yang membuat ifan ketakutan.


" ok ok aku jujur, aku menang judi 4 digit, aku mendapatkan 50 milyar" ucap ifan.


" lalu kemana sisa uang mu" ucap naya, ifan kembaili memutar otaknya, untuk berbohong pada naya.


" aku infestasikan agar dapat lebih banyak" ucapnya, naya mengeleng gelengkan kepalanya.


" hati hati ifan infestasi banyak penipuan " naya mencoba mengingatkan suaminya dengan kejamnya dunia infes tasi. Jika perusahaan yang di infestasikan jatuh maka uangnya akan ikut hangus.


" tenang saja, aku percya akan berhasil" jawab ifan yang mencoba meloliskan diri dari jerat keraguan naya.


" baiklah yang penting aku sudah mengingatkan mu" ucap naya.


" ayo jalan " ucap ifan.

__ADS_1


naya dan ifan menaiki motor supra fit yang sudah menemani mereka sejak dahulu, banyak kenangan yang mereka miliki dengan motor tua itu .


__ADS_2