
Setelah selesai ifan langsung berangakat, selain mengantarkan naya ifan juga di undang ke acara peletkan batu kota new, bahkan tanpa ifan acaranya tidak akan di undang.
" fan kamu beneran di undang" tanya naya yang memegang sebuah undangan mewah, denagn tanuran emas di bagian yang tertulis.
" iya aku memang di undang" ucap ifan, yang menyetir mobil ferry miliknya.
" terus mana undangannya" ucap naya.
" aku tidak punya" ucap ifan yang tetap fokus menyetir mobilnya, lokasi kota new cukup jauh, hampir 60 menit perjalanan, karna memang berada di selatan kota berumbung.
" yang saya tau tanpa undangan ini, hanya di sebut pengunjung bukan undangan, mungkin ifan hanya ingin melihat saja, sudahlah" uca naya dalam hati, sambil melihat undangan di tangannya, naya ingin membawa ifan, namun undangan hanya dinperuntukkan untuk satu orang saja.
Kepadatan kendaraan mulai memadat, padahal ini adalah jalan hutan, namun mobil mobil dan kendaraan lainnya sangat banya.
" mungkin kah orang orang ini akan pergi ke pengembangan kota new" ucap ifan.
" tentu , kamu tau tidak pemilik dari kota new mengundang lebih dari 1000 pengusaha, dan mungkin ratusan juga dari pejabat dan aparat kota"
 kejadian hari ini mengundang banyak kekuatan besar memperhatikan jalanya kota new, ada yang memeng ingin ikut bekerja sama, namun ada pula yang takut tersaingi.
" jadi begitu, akan sangat ramai nanti" ucap ifan, ifan tidak menyangka, yang dia lakukan dapat menarik antusias seluruh kota berumbung, perubahan akan terjadi di kota berumbung, dengan adanya kota new, kota berumbung akan menjadi lebih baik, itu adalah harapan berbagai masyarakat.
mobil ifan di arah kan ke parkiran khusus, narwan sudah meberi tahu kalo mobil itu milik bosnya, jadi semua orang yang bekerja di situ di kirimi foto mobil ifan,
__ADS_1
hanya ada mobil marwan dan ifan di sana.
" silahkan tuan nona" ada dua orang membukakan pintu mobil ifan, satu di sebelah kanan dan satunya lagi di sebelah kiri, ifan dan naya langsung turun.
" terimaksih" uca naya, salah satu peria langsung meng hubungi penaggung jawab.
" lapor, komando satu komando satu"
" siap komando satu ganti" ucap orang dari walki walki.
" mobil dengan nomor RM 99**** , sudah tiba di lokasi"
" baik kawal beliau dan terus berikan kabar , arahkan beliau ke ruang vviv" perintah orang dari seberang .
keduanya berjalan, banyak sekali tamu yang hadir dengan antrian panjang, berebut pintu masuk .
" bisa tunjukkan undangan anda" ucap penjaga, walau ifan di kawal namun penjaga pintu tetep menayakan.
" aku tidak punya " ucap ifan, naya juga baru ingat kalo ifan tidak punya undangan, naya juga bimbang mau masuk atau tidak.
" ayo cepat kalo tidak bawa undangan lewat sana " seorang pria berteriak dari belakang antrian, menunjuk jalur orang orang yang tidak memiliki undangan.
" gimana" ucap naya yang menatap ifan.
__ADS_1
" sudah kamu masuk duluan" ucap ifan, dengan desakan orang orang di belakangnya, naya terpaksa masuk sendiri, naya berjalan mengikuti alur, orang orang sangat antusias, di depan naya sudah tersedia kursi dengan meja yang sangat banyak, sedang bagi pengunjung hanya tersedia halaman tanpa ada kursinya.
Lautan manusia memenuhi lapangan yang tersedia, bahkan melebihi perkiraan semula.
" maaf silahkan anda lewat sebelah sana" ucap penjaga pintu yang ingin mendorong namun ke empat pengawal langsung meninju penjaga pintu yang ingin mendorong ifan.
" buuk" penjaga itu langsung terjatuh , seketika terjadi keributan.
" apa yang kamu lakukan, di sini bukan hanya anda yang punya kekuatan" ucap penjaga pintu yang lain, kedua belah pihak semakin tegang, kerumunan semakin padat.
" tidak perlu seperti itu, kita keluar saja" ucap ifan.
" tidak bisa tuan, kami di perintahkan untuk mengantar tuan dengan selamat sampai di dalam tenda.
"kalian membuat keributan", beberapa orang berbaju hitam mulai bermunculan, mereka menghadang kelompok ifan.
" ada apa ini" ucap zaki, penaggung jawab ke amanan di tempat ini.
" begini tuan, tuan ini tidak membawa kartu undangan, tapi memaksa untuk masuk pada tempat undangan" ucap seorang penjaga pintu, seorang lainya memegangi wajahnya yang di hantam pengawal ifan.
" jika kalian meng halangi kami, kalian pasti akan menyesal " pengawal ifan berteriak pada zaki.
" tunggu sebentar" zaki memeng sempat mendengar kalo pemilik yang sesungguhnya dari kota new akan datang.
__ADS_1
namun zaki begitu ragu, sebab memperhatikan ifan tidak seperti orang kaya sedikit pun.