Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 82 pertempuran ifan di kota berumbung


__ADS_3

" tuan bagai mana kalo kita bergerak saat fajar, aku mendengar mereka sudah mengetahui pergerkan kita, jadi kita harus bergerak cepat" ucap isol


" mereka sudah mengetahui keberadaan kita" ucap ifan.


" iya tuan, " ucap isol.


" namun tuan tenang saja, mereka tidak akan bisa menghubungi kita surabaya, karna sesuai perintah pak marwan, kami mematikan sinyal di seluruh kota berumbung.


" bagus kalo begitu kita bergerak.saat fajar besok" ucap ifan


semunya menyetujui perintah ifan, kriss sangat senang, ahirnya dia akan kembali bertarung.


" ruhin apa yang harus kita lakukan " kata hosen.


" kita harus mengumpulkan seluruh kekuatan kita, untuk menghadapi mereka, saya yakin mereka tidak memilik senapan, jadi mereka hanya akan bunuh diri di tempat ini" ucap ruhin


" hahahhah" mereka tidak tau ifan bahkan membawa tank dan mobil lapis baja, ruhin fikir, mereka akan bertarung dengan panah, pedang dan yang lainnya, bukan tanpa alasan pemikiran itu memang benar, di kota ikn ini, tidak semua orang di perbolehkan memiliki senapan, bahkan senapan itu di larang di negara ikn ini.


" kita memiliki 5 ribu pasukan, saya pasti akan membunuh mereka semua" ucap ruhin.


" aku akan menumpas semua yang masih membela orang yang tidak berguna itu " hosen begitu sangat percaya , kekuatannyang mereka miliki akan dengan mudah membunuh pemberontak bawahan ifan.


mereka yang begitu percaya ifan sudah mati , bahkan tidak menyelidiki sedikitpun.


meski merka tidak bisa menghubungi kota surabaya, mereka tidak merasa aneh dan kawatir sedikitpun, mereka merasa di atas angin dan sudah berada di pincak kekuatan .


Malam sudah tiba pasukan pasukan di kota berumbung tetap siaga, sementara pasukan ifan, di berikan istrahat, untuk bersiap melakukan pertempuran .


Malam di kota berumbung begitu sunyi dan tenang, namun begitu mencekam, suasananya sangat menakutkan . Singa singa sedang tidur namun saat terjaga akan sangat mengerikan.


Malam semakin sunyi, fajar sudah mulai terbit, pasukan ifan sudah bergerak secara masif, mereka langsung bergerak dengan 1000 pasukan dari gerbang utama kawasan elit hotel mawar,


Ifan juga mengirim 2 ribu pasukan dari selatan dan dari timur 2 ribu pasukan.


Ifan berjalan di depan pasukanya, dengan sebuah senapan hitam .


ada sekitar 100 pasukan berjaga di depan gerbang masuk ,


" dor ,dor dor " suara senapan langsung meletus , penjaga itu belom sempat mengambil senapannya tubuhnya sudah tumbang , mereka di tembak di bagian bahunya.

__ADS_1


seketika semua pasukan terjaga , mendengar suara tembakan itu.


" cepat cepat , mereka sudah datang, bunuh mereka " ucap ruhin dai memakai pelindung peluru, pasukan yang di bawa ifan terus merangsek masuk,


" dor "


" dor , dor dor " suara tembakan terus terdengar pasukan ruhin langsung mengepung pasukan ifan yang hanya berjumlah seribu orang .


" lindungi tuan ifan" ucap seorang pemuda , serentak ifan yang berada di depan langsung di kelilingi pasukan siap mati milik ifan.


" dor dor dor " suara tembakan terus terdengar, peluru nyasar saling meng hantam, beberapa orang terjatuh, darah terus mengalir , pasukan ifan mulai ter desak dan sedikit demi sedikit mundur.


Mereka kalah jumlah, seribu orang melawan lima ribu pasukan milik ruhin kota surabaya .


" hahaha matilah kalian , bunuh mereka semua bunuh" ucap hosen, pasukan itu langsung berlari dan terus menembak.


" mundur " ucap ifan, ifan memancing mereka ke tempat yang lebih sepi, sementara pasukan yang dari dua orah mulai merangsek masuk, tiba tiba ratusan mobil datang mengelilingi ribuan pasukan ruhin.


" apa itu , " cahaya yang mengkilau membuat mata sialau.


sekekita mereka terkepung ,


" dor dor dor" pasukan ifan yang berlindung di balik mobil mobil anti peluru itu, sangat aman tidak ada peluru yang mampu menyentuh satupun pasukan ifan, sementara pasukan musuh di bantai habis, satu persatu mereka tumbang.


Suara jeritan meng gema di kota berumbung, jeritan kesakitan, darah yang begitu banyak, ribuan orang mati secara mengenaskan.


" maju " teriak ifan, setelah ribuan pasukan dari keluarga gunawan sudah di bantai,


Ifan menaiki mobil anti peluru, bergerak maju.


" tuan pasukan kita sudah di kalahkan" ucap seorang peria memberi laporan.


" apa , tidak mungkin kamu psti bercanda , tidak , kita tidak mungkin kalah" ucap ruhin, dia tidak bisa terima pasukan yang sangat mereka andalkan dapat di kalahkan dengan secepat itu.


" kak kita harus pergi " ucap hosen , dia ketakutan,


hosen langsung ber lari keluar dari hotel marwar, sementar ruhin masih terdiam , dia terduduk diam .


" dor " suara tembakan ke arah hosen yang berlari,

__ADS_1


" braakk, aaaa kaki ku" teriak hosen, dia sangat kesakitan, tubuhnya berguling guling di tanah.


ifan keluar dari mobil lapis baja bersama kris dan mario.


Ifan berjalan ke arah hosen.


" di mana kalian meyembunyikan pak marwan" ucap ifan, ifan menginjak dada hisen.


" aku tidak tau kak sanji , aku tidak tau" ucap hosen.


" dor " ifan langsung menembak bahu kanannya.


" aaaa sakit , ampun , ampun" teriak hosen, dari terus mengalir , rasa sakit yang menyebar keseluruh tubuhnya sangat sakit, dia seperti ingin pingsan .


" katakan di mana pak marwan" ucap ifan, dia menodongkan pistol kekepala hosen.


" dor" ifan menembak kaki kiri hosen, membuatnya langsun pingsan, kedua kakinya tertembak dan banyak mengeluarkan darah.


" berengsek, bawa dia kerumah sakit" ucap ifan, kris dan mario saling memandang, namun keduanya masih menuruti perkataan ifan.


" dor " tiba tiba peluru melesat dari ruangan di hotel mawar, mengarah pada ifan.


Ifan hanya diam tanpa ada niatan meng hindar, beruntung peluru itu mengenai sebuah tiang listri di samping ifan.


" palak ,plak plak " ruhin mementik senapanya berulangkali yang ternyata pelurunya sudah habis.


" brank" ruhin langsung di pukul dari belakang oleh kriss,


kris tak memberinya kesempatan, ruhin terus di hajar habis habisan.


" kriss cukup" ucap ifan.


" brengsek , dasar bajingan" ucap kris, kris yang mendengar perintah ifan langsung mundur.


" maaf tuan, tuan marwan sudah di temukan" ucap mario.


" baiklah , kalo begitu, bunuh dia " ucap ifan , dia tidak ingin mengotori tangannya sendiri hanya untuk membunuh bocah ingusan itu


" kak sanji, ampuni aku kak, aku hanya di suruh kak angkara " ucap ruhin , yang bersujut di lantai, dia tidak ingin mati.

__ADS_1


" o iyaaa,,, apakah meniduri gadis orang juga perintah angkar, bagai mana dengan mengantung suami istri di tempat umum, terus bagai mana dengan membunuh anak kecil " ucap ifan , yang membuat ruhin terdiam.


__ADS_2