
Ifan mengepalkan tanganya, setelah mengetahui fakta bahawa keluarga cabang dari keluarga gunawan, terus mengusiknya, apalagi dengan rencana pembunuhan kepada ifan.
" pak marwan kita harus bersiap " ucap ifan, dengan sorot mata yang angkuh.
" baik tuan muda" ucap paka marwan, pak marwan tersenyum , ahirnya yang dia tunggu tunggu akan datang juga, mengembalikan keluarga gunawan pada kejayaanya lagi.
Kenji hanya termangu mendengar percakapan dua orang di sampingnya.
Dia sama sekali tidak memahami apa yang sedang di bahas oleh ifan dan pak marwan, namun mendengar yang mereka katakan , sepertinya hal ini benar benar serius.
Setelah melahap mie di depanya, ifan pergi menemui kriss, di kediaman keluarga akbar.
" ada keperluan apa kamu di sini" ucap seorang penjaga.
" aku ada janji dengan kriss" ucap ifan, namun para penjaga tidak mengijinkan ifan masuk.
ifan mengirimkan pesan kepada kriis.
Kriss yang mendapat pesan dari ifan, buru buru keluar untuk menyambut ifan.
" bodoh, apa yang kalian lakukan, dia tamu ku" ucap kris pada para penjaga keluarga akbar.
tuan besar akbar, kriis dan juga tuan raditia selaku kepala keluarga akbar, mereka membahas bagai mana menyikapi keberadaan ifan, yang telah di akui oleh kriiss.
karna ini semua menyangkut wibawa keluarga akbar, sebagai keluarga terkuat di kota berumbung,
Kriis yang sudah mengakui kekuatan ifan, menolah untuk bertanding dengan ifan, karna jika dia bertarung dengan ifan, dia pasti kalah.
__ADS_1
dia sudah mengerahkan seluruh kekuatanya hingga tangannya hampir hancur saat beradu dengan tangan ifan waktu itu, jadi itu alasan kriis menolak usulan tuan besar akbar, meskipun raditia juga mencoba membujuk kriis.
" tuan ifan ayo silahkan masuk" ucap kriis dengan sopan" kriis yang sudah me gagumi ifan sangat meng hormati ifan.
raditia dan juga tuan besar akbar berfikir dengan keras, sebab keluarganya menjadi keluarga terkuat adalah karna pengaruh kriis jika mereka menentang kriis itu akan berakibat fatal untuk keluarga akbar.
" tuan besar, menurutmu bagai mana" ucap raditia, tuan besar akbar hanya meneguk secangkir teh di tanganya.
" eheemmm, kita harus menyelidiki kekuatan yang di miliki anak itu, jika memang itu akan membuat keluarga kita lebih baik kita akan sepenuhnya tunduk pada orang itu, saat ini yang saya tau, dia memiliki kekuatan besar yang bahkan ingin mendirikan kota baru, kota new" ucap tuan besar akbar.
Raditia berfikir, keluaga akbar tidak pernah mengalami hal seperti ini, dan yang membuat raditia tidak habis fikir, si ifan ini masih sangat muda, masih di angka 2 usianya.
" di depan kedua orang itu terdapat papan catur, yang sedang mereka mainkan, di mana posisi dari permainan tuan raditia sedang terjepi,
Hanya terdapat 1 buah kuda, 1 benteng, dan beberapa anak biasa.
" tuan besar, ayah, ini adalah ifan yang telah aku akui kekuatanya" ucap kriis.
kedua orang itu hanya menoleh sebentar kemudian berdokus kembali pada permainan.
Ifan melihat posisi permainan catur yang sedang di mainkan oleh tuan besar akbar dan juga tuan raditia.
sekali lihat ifan tau kelemahan tuan besar akbar.
" anak muda sepertinya kamu mengerti permainan ini" ucap tuan akbar.
" sedikit" ucap ifan, membuat raditia kembali menatap ifan, dan keluarlah sebuah ide untuk menindas ifan, tuan besar sangat hebat dalam permainan catur, di brumbung tidak ada yang bisa mengalahkan nya.
__ADS_1
" kalo begitu duduklah di sini, dan di meja ini akan menentukan arah keluarga kami tentang mu" ucap radi tia, ifan menatap radi tia dan juga tuan besar.
" jagan " uca kriis, belom lengkap kriss mengatakannya.
" baiklah, aku akan mencoba dewi keberuntungan ku" ucap ifan, radia dan tuan besar tersenyum bahagia, ifan masuk dalam perangkapanya.
" ini giliran ku" ucap ifan menanyakan .
" tentu" ucap tuan besar"
"ifan langsung memajukan pion ke depan menempel raja , membuat raja tidak bisa beegerak kemna pun, si himpir oleh pion pion kecil dan juga kuda miliknya sendiri, tuan besar memajukan kudanya, untuk mengan cam pion kecil, namun secara tiba tiba ifan memajukan kuda di samping pion.
" skak mat" ucap ifan, membuat tuan besar kebingungan, bagai mana mungkin bisa seperti itu, bukankah posisi ifan rawan untuk di tinggal kan ,
tuan besar masih tidak mau mengakui kekalahan, pertahanan yang di buat dengan sangat rami dengan serangan mematikan, mampu di patahkan dengan 2 langkah ,
raditia sampai melongo, tidak pernah terfikir oleh radit, betapa bodohnya diri raditia.
" anak muda kamu hebat, saya menyerah" ucap tuan besar , setelah mengakui kekalahannya, sudah 3x dia bermain dengan ifan, namun dengan mudahnya ifan mengalahkan tuan besar akbar.
" tuan besar terlalu memuji" ucap ifan tersenyum, kriis dan radit terus di buat kagum dengan kecerdasan ifan, tuan besar akbar, yang telah menyandang dewa catur di buat tak berkutik oleh ifan, kata orang dahulu, orang yang menguasai permainan catur, akan mudah menguasai medan perang, lihat lah tuan besar akbar, dia mampu menjadikan keluarga akbar di posisi tertinggi berkat kecerdasanya.
" kami bersedia mengikuti mu " ucap tuan besar berlutut, raditia dan juga ifan mengikuti tuan besar,
ifan buru buru merangkul tuan besar, untuk tidak berlutut.
" tidak perlu seperti itlni tuan, terimaksih sudah mengakui ku" ucap ifan.
__ADS_1
Kris merasa bahagia , dia yang lebih dulu mengakui ifan, dan sekrang semua keluarganya akan mengakui ifan.