
" ifan ayo bangun" ucap naya setelah selesai masak, naya tidak tega membangun kan ifan, jadi dia ber ini siatif untuk masak sarapan di pagi ini.
" eehhhhhh selamat pagi, maaf q kesiangan" ucap ifan tersenyum menyadari ternyata hari sudah pagi, biasanya ifan yang membangun kan naya, namun pagi ini justru sebaliknya, ifan sedikit lelah setelah pertempuran kemaren, apalagi ifan semalam memejamkan matanya setelah berdiskusi dengan pak marwan, tentang ke adaan di kota new.
Keributan di pengembangan kota new di sebabkan adanya gaji yang tidak di bayarkan, indikasi utama dari keributan ada pada mandor proyek, namun untuk mengungkapnya butuh sedikit rencana.
" ayo makan dulu" ucap naya dengan malu malu, ini kali pertama dia masak, se umur hidupnya.
" kamu masak" ucap ifan yang langsung berdiri dengan semangat, selama ifan bersama naya, baru kali ini naya memasak untuk nya.
" ayo makan" ucap naya, naya membuka, setiap penutup makanan di atas meja, naya tersenyum malu melihat telor dadar yang berwarna hitam.
" ini kecapnya kebanyakan " ucap ifan, sambil terseyum.
" aku gak pakek kecap, mungkin itu telor dari ayam hitam " ucap naya, yang membuat keduanya tertawa dengan lepas, tanpa adanya ayah dan ibu naya, mereka lebih bebas di rumah, terutama ifan.
" ayo makan " ucap ifan, yang laung mengambil piring ,kemudia. nasi dan juga telur yang terlihat seperti telor dadar panggang.
ifan sedikit tersenyum saat mengambil telur yang di masak oleh naya, naya pun hanya bisa senyum dengan hasil masakanya sendiri, yang jauh dari harapan.
__ADS_1
" eehem " ucap ifan setelah memasukkan sesuap nasi .
" kenapa enak kan " ucap naya yang langsung menoleh pada ifan.
" enak cynk " ucap ifan, yang mencoba menelan makanan istrinya.
" baguslah" ucap naya, naya juga mengambil piring ingin ikut sarapan .
" apa ini , asin sekai" ucap naya , yang memuntah kan nasi yang iya masukkan, padahal hanya sesuap nasi.
" sudah jagan di makan" kata naya langsung mengambil piring di depan ifan.
" sudah gak apa apa , kita makan di luar saja " ucap naya yang tetap membereskan masakan di atas meja makan.
" kamu ini, orang rasanya gak enak gitu, malah tetap di makan , kakek menyuruh ku men jaga mu , bukan membunuh mu" omel naya, sperti biasa di saat perempuan sudah melakukan jurus ocehan nojutsu mereka, jagan kan se orang suami, setan pun yang teekenal hebat akan kabur .
" enak kok " ucap ifan dengan tersenyum.
" diamlah " ucap naya yang merasa di ejek oleh ifan, naya bari tau susahnya memasak, dia merasa kasihan pada ifan, setiap hari selalu memasak , dan membersihkan cucian kotar, hati naya tersentuh, sikap ifan tetap tenang dan baik, meski keluarga naya sangat tidak baik padanya.
__ADS_1
Apalagi saat naya menyadari teman ifan adalah pak marwan, orang dengan kekayaan di atas rata rata, padahal mereka sepertinya sangat akrab.
" ifan semuga yang kakek katakan tentang kamu adalah kebenaran, ke sabaran mu itu melebihi manusia biasa, sesungguh kamu bisa saja pergi dari keluarga ini, jika dilihat dari teman mu pak marwan saja, saya yakin kamu bisa hidup dengan layak" ucap naya dalam hatinya, dia tetap membereskan makananya.
Ifan terus menatap istrinya yang sedang sibuk .
" aku beruntung di nikahkan dengan mu naya, terimakasih tuan besar kusuma, cucu mu selalu bisa menepati janjinya, dia tetap bersama ku, meski samapa saat ini aku belom menjadi suami yang layak untuknya" ucap ifan dalam hati, ifan sangat meng hormati tuan besar kusuma, mungkin jika ifan tidak bertemu dengan tuan besar kusuma, dirinya sudah berada di surga.
Saat itu ifan susah sangat memperihatiankan, tergeletak di tanah, dengan tubuh yang gemetar, badan lemas, tiba tiba muncul dua seorang kakek tua, yang jalannya sudah memai tongkat, ifan tidak sadar , namun saat dia tersadar kembali, dia sudah berada di sebuah kamar yang cukup besar, di samping kasur sudah di siapkan makannan, ifan langsung memakanya, dia sangat kelaparan.
Dari sinilah ifan sangat menghormati tuan besar kusuma, ifan menganggapnya sebagai kakeknya sendiri, hari harinya mulai berubah semenjak bersama tuan besar kusuma, dan pada ahirnya ifan dan naya di persatukan.
"Aku ingin kek kantor" ucap naya setelah urusanya selesai .
" baiklah, aku kan pergi ke grup ifanto naya new, untuk meminta bantuan " ucap ifan.
" kamu sungguh mau ke sana" tanya naya, keheranan ,naya fikir ifan hanya bercanda, untuk membantunya.
" iya , aku memang akan ke sana" ucap ifan
__ADS_1
" baiklah , semangat yaa.