Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 76 perumahan merah putih


__ADS_3

" tidak apa apa, lagian kita teman kan" ucap kevin , keduanya bertatapan, seblum kevin memlingkan wajahnya.


hati gesa sangat senang dia memdapatkan sepuluh milyar malam ini, untuk biaya kerusankan akan di tanggung kevin , itu sudah kevin ucapkan,


Ada biaya untuk pemenang 1 milyar yang di gunakan untuk pengadaan dan perawatan gunung di gersik ini, jack selaku pewadah mendapat 100 juta, untuk sekali balapan, itu yang di ambil dari uang 1 milyar itu.


Kevin kembali pulang membawa uang yang dia menangkan sekitar 14 milyar .


" ahirnya aku punya uang" ucap ifan memegang, kartu atm yang di bawa, dia ingin sekali membeli rumah untuk putri, dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja, sebagai laki laki kevin begitu bertanggung jawab, melihat penderitaan yang di alami putri untuknya dia sangat merasa tidak berguna.


" kamu dari mana" ucap putri saat kevin membuka pintu, rumah mereka memang sangat sempit,


rupanya putri terbangun dan melihat kevin tidak ada, maka dia menunggunya sampai pulang.


" kamu tidak tidur " ucap kevin pada istrinya.


" baru bangun"


"memangnya kamu dari mana" putri kembali menyakan kevin.


" keluar sebentar cari angin, ayo kamu tidur bukan kah besok kerja" ucap kevin.


" maafkan saya, saya di pecat" ucap putri, dia tertunduk.


" sudah sudah tidak apa apa , kamu tidak usah kerja lagi, biar saya yang cari uang" ucap kevin memeluk istrinya, keduanya terlelap di atas sofa tua yang di makan waktu.


Sedikit flasbek,


Di tempat kerja putri, putri yang sangat cantik dan tubuh yang sangat sempurna, membuatnya menjadi incaran para lelaki hidung belang, setiap hari putri selalu di ganggu .

__ADS_1


bebrapa kali putri berhasil lolos dari pemerkosaan , tuhan masih melindunginya.


dia selalu di jebak oleh atasannya sendiri, dan pada ahirnya dia memilih berhenti bekerja, meski itu adalah satu satunya sumber penghasilan mereka.


Putri tidak mau memberi tahu hal itu ke kevin ,jika itu dia lakukan, mungkin sudah dari dulu kevin menyuruh dia berhenti bekerja.


Putri terus di musuhi baik teman satu kerjaan dan semua warga.


di tempat itu putri yang merupakan pendatang baru mampu menarik semu lelaki untuk menyukainya, karna itu menjadikan bumerang untuk dirinya.


" memangnya cantik salah" ucap putri, dia mengeluh tentang dirinya ,dia menangis di dalam kamar mandi, dia tidak ingin kevin tau tentang masalahnya, putri tau masalah yang di hadapi kevin sudah banyak, dia tidak ingin menambah masalah untuknya.


di pagi hari saat putri bangun, di menyadari tubuhnya sudah terbalut selimut, dia melihat sesosok pria yang sedang memasak, putri tersenyum menatap punggung suaminya.


" aaah , selamat pagi" ucap putri.


" sudah bangun, pagi juga " kevin meng hampiri putri, dan mengecup keningnya, putri tertegun, ini pertamakalinya terjadi, tapi dia tidak marah bahkan dia merasa nyaman saat keningnya di kecup oleh ifan.


" yasudah ayok" ucap putri, puti me ganggap omongan kevin sebagai candaan saja, lagian uang dari mana , memangnya membeli rumah tidak mahal apa .


Keduanya menjalani hari hari yang indah, meski dengan ke hidupan yang sederhana.


kevin sangat bersyukur memiliki putri, meski pun dia tidak mendapatkan jatah, dia tetap istri yang menghargai suaminya.


Selesai sarapan, kevin mengajak putri ke perumahan meski bukan perumahan elit, kevin tidak berniat untuk menetap di sisni, dia hanya menginginkan tempat tinggal yang nyaman untuk putri.


" kita benaran mau membeli rumaha" ucap putri, dia sungguh tidak menyangka kevin benar benar membawanya.


"Ada yang bisa kami bantu nona, tuan " ucap silfi yang berjaga.

__ADS_1


Perumahan di ini tidak se rumit membeli rumah di brumbung.


" ada rumah hang bagus" ucap kevin...


" tuan jagan bercanda, semua rumah di sini bagus" ucap silfi, kemudian silfi menunjukkan denah dan juga desain rumah nya,


membawa putri dan juga kevin mengunjugi rumah rumah di perumahan, merah putih gersik.


" ini cukup indah, bagai mana menurut mu put" ucap kevin,


" baguss, enak rasa rasanya nyaman, tapi harganya" ucap putri, dia memikirkan harga rumah sebagus itu, pastinya akan di milyaran kan.


" sudah tidak apa apa , kalo kamu suka kita beli " ucap kevin.


" aku suka, selain kamarnya ruang tamunya juga enak , apalagi di lantai atas , aku suka sekali" ucap putri.


" ok , kita beli yang ini saja, mbak kita ambil yang ini" ucap kevin.


" baik lah, harganya 1, 3 milyar tuan" kali ini silfi tersenyum, yang tadinya dia cemberut, kini dia tersenyum, karna kevin benar benar membeli rumah itu dengan cas.


" kevin, dari mana kamu dapat uang" ucap putri,


" sudahlah, aku kan sudah bialang kamu tidak perlu bekerja lagi, cukup menjadi bida dari ku saja " ucap kevin tersenyum, setelah itu kevin juga membeli mobil, untuk dia bekerja. Kevin tak lupa mencari seorang pembantu untuk mengurus rumahnya, agar putri tidak melakukan hal yang berat, dan punya teman juga saat di rumah.


Selama 2 hari ini kevin dan juga putri sibuk pindahan, memang tidsk terlalu banyak yang harus di pindahkan, namun mengurus surat suratnya lumayan lama.


" ahirnya bisa berbaring dengan puas" ucap kevin.


" enaknya "ucap putri,

__ADS_1


" nona tuan makan malam sudah siap" ucap bi iyem.


" iya bik sebentar" teriak putri.


__ADS_2