
Tiba tiba suara langkah kaki yang begitu menyeramkan terdengar, namun dayat tidak gentar sedikit pun.
" berlutut , semunya berlutut" tiba tiba ada sembilan orang masuk dengan membawa pistol hitam, semua anak buah dayat langsung beelutut, melihat senjata api mereka tidak akan mampu melawan.
" itu glok mayer 22" ucap seorang yang berlutu, dayat langsung gemetar, senjata itu di gunakan di seluruh dunia,
Dengan Panjang 204 mm/8,03 inci dan lebar 32 mm/1,26 inci. Glock 22 merupakan versi .40 S&W. Kapasitas tempat mesiu sebanyak 15 putaran. Glock 22 juga termasuk senapan semi otomatis.
" tuan anda tidak apa apa " ucap marwan yang melepas ikatan ifan, dan memberikan sebuah jaket untuk nona naya.
setelah terlepas ifan berjalan di hadapan para pereman itu.
" kamu fikir kamu siapa, menantang ku" ucap ifan, dayat tersenyum, dia baru menyadari di negara ini tidak ada orang yang bisa memiliki senjata api, karna itu di larang.
" hahahhah,, berdiri kalian semua, snjata itu hanya mainan, semua anak buah dayat merasa ucapan pimpinanya benar, namun ada juga yang memilih tetap di tanah.
" kalo memang itu asli coba saja tembak" ucap dayat, dia sangat yakin kalo senjata itu hanya sebuah mainan, hanya alat untuk menggertak mereka .
" dor " tiba tiba suara tembakan memekik di telinga, anak buah dayat teejatuh dengan kepala yang berlubang, seketika dayat tercengang, dayat menatap mayat yang tertembak , dia langsung berlutut, di ikuti seluruh anak buahnya.
" ampuni kami tuan, berikan kami kesempatan untuk hidup" ucap dayat.
" bunuh mereka semua " ucap ifan dengan kejamnya.
__ADS_1
"Dor dor dor" suara tembakan kembali terdengar, semua kekuatan bawah yang di pimpin oaleh dayat ketakutan , mereka takut untuk mati.
" tuan kami besedia menjadi anak buah anda , kami akan mengabdi pada anda , tolong lepaskan kami" ucap dayat kembali memohon .
" baiklah biarkan mereka yang ingin bergabung, yang menentang bunuh saja " ucap ifan dengan santainya, dia melipat tangan di belakang bahunya ,kemudian ifan menyusul naya yang sudah lebih dahulu di antar ke dalam mobil.
" kita kerumah sakit ya, " ucap ifan membelai rambut naya.
" aku tidak apa apa, kita pulang saja " ucap naya yang ingin segera pulang, dia menahan diri agar tidak menangis, sejatinya dia merasa tenang karna ada ifan yang melindunginya, ifan memeluk naya.
" siapa mereka sebenarnya, mengapa mereka mempunyai senjata" dayat berfikir dengan keras, namun sampai saat ini dia tidak mendapatkan jawabanya.
" rudy, urus mereka, bunuh saja yang tidak patuh" ucap marwan, yang beranjak pergi, kini mereka berhasil menekan sebuah kekuatan yang terkenal sangat begis,
" bagus " rudy yang merupakan pasukan khusus keluaraga dermawan tidak pernah pandang bulu, dia tidak akan segan pada siapapun.
" pulanglah kami akan datang suatau saat nanti" ucap rudy, dayat mengepalkan tinjunya, namun di bawah senjata api, dia menjadi ciut. Dia tau tidak akan mampu melawan.
sampai semunya pergi barulah kelompok dayat bisa meng hirup udara dengan bebas , mereka seperti di timpa sebuah gunung, hinggu bernafaspun susah,
" gimana kak, harus kah kita patuh pada mereka" ucap ucap kenji.
" menurut mu bagai mana" ucap dayat yang berbalik menanyakan, kenji yang merupakan orang yang paling di takuti ke dua di kekuatan itu.
__ADS_1
" menurutku lebih baik kita mengikuti mereka saja, kita tidak akan mampu melawan dengan senjata di tangan mereka, apalagi mereka berani membunuh" ucapan kenji begitu tegas, dan juga terdengar sangat bijak.
" omong kosong apa yang kamu bicarakan, kita akan melawan , kita adalah singa berumbung tidak akan takut pada siapapun" ucap dayat dengan sombongnya, padahal tadi dia gemetar sampai celananya basah, namun sikap dayat yang hanya mementingkan dirinya sendiri tidak akan ragu mengorbankan anak buahnya.
"dor" tiba tiba suara tembakan terdengar, dayat langsung ambruk, pelipis nya berlubang akibat tembakan, semuanya langsung tiarap di tanah, kecuali kenji
" bagus, aku suka kesetiaan mu, mulai sekarang kamu yang memimpin " ucap rudy .
kenji langsung berjongkok memberi penghormatan.
" kami siap melayani tuan" ucap kenji, dengan serempak di ikuti semua pengikutnya.
" hidup kak kenji"
" hidup"
"hidu"
semua sudah muak dengan kepemimpinan dayat yang sama sekali tidak memikirkan anggotanya sedikitpun.
" tugas pertama kalian, urus mereka" ucap rudy.
kenji memahami apa yang di maksud rudy, rudy pergi setalah memastikan semuanya berjalan dengan baik
__ADS_1