
Sikap yang di tunjukkan ifan membuat dedi geram, ifan malah tersenyum, ifan berhasil membuat dedi marah.
keduanya tiba tiba melompat dengan sangat cepat.
" bom" tiba tiba terdengar benturan kedua peria itu, ifan sedikit mundur setengah langkah, dedi memamfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan kembali seranganya, dedi menendang ifan dengan tendangan memutar, mata ifan langsung terbuka lebar saat melihat serangan mengerikan dari dedi.
" ssuuwwuusss " beruntung reflek ifan sangatlah bagus, ifan dapat meng hindar, namun dedi langsung meninju ifan dengan memamfaan kan tumpuan kaki kanannya yang memutar, dengan gaya meniru burung elang dedi seperti meyambar dari langit, ifan menjulurkan kedua tangannya.
" buuuummmmmmm" serangan yang di tahan menimbulkan efek luar biasa, angin terhempas ke segala arah, ifan tersenyum, membuat dedi kehilangan fokusnya, dalam pertarungan kehilangan fokus adalah hal yang fatal.
" pakkk" ifan menendang kaki dedi sebelum kakinya sempat menapak di tanah akibat serangan terbangnya, tubu dedi oleng 98°© sembilan puluh delapan derajat celciu.
namun dengan cepat ifan melancarkan serangan dengan meninjunya dedi di bagian dadanya.
" kraaak" suara nyaring seperti suara tulang yang patah mengerikan setiap orang yang mendengarnnya, dedi terpental di udara dan menghantam sebuah homegym hingga hancur.
" cuiih" dedi meludahkan darah, dia memegangi dadanya, dia tau tiga tulang rusuknya patah akibat pukulan dari ifan, dedi berusaha berdiri, namun nyeri di dadanya tak dapat dia tahan, perlahan dedi ambruk.
" kamu tidak apa apa sol" ucap ifan yang sudah membatu isol berdiri.
" urus mereka" ucap isol pada semua karyawan di sana.
" bawa mereka kerumah sakit terbaik" ucap ifan, isol hanya bisa mengangguk, perintah ifan sangatlah mutlak baginya.
" aku selalu kalah dari kakak" ucap isol yang memuji kehebatan ifan.
" sudahlah ayo obati dulu luka mu" ucap ifan.
__ADS_1
" kakak aku beneran tidak apa apa " ucap.ifan yang berjalan sedikit pincang, mereka berjalan menuju rungan isol untuk melkukan pemulihan, ada seorang permpuan berlari pada ifan dan juga isol.
" maaf tuan, apa anda juga pelatih di sini, jadilah pelatih ku" ucap salah satu member si kebugaran yang di pimpin oleh isol.
" aduh maaf mbak beliau bukan pelatih disini" ucap isol"
" tapi aku mau dia jadi pelatih ku" ucap wanita canti itu.
" baiklah nanti jika saya bisa datang saya akan melatih mu" ucap ifan yang tersenyum.
" aku juga mau"
" aku juga"
Aku juga dong"
baik itu perempuan maupun peria, semunya menginginkan ifan melatih mereka.
sejak saat itu tempat kebugaran yang di pimpin isol menjadi kebugaran paling ramai, apalagi di ahir pekan, isu tentang dewa perang di kebugaran bintang kejora menyebar luas, membuat kebugaran itu hampir tidak mampu menampung pegunjungnya,
" kak ifan semua berkat anda" isol semakin mengagumi ifan, dulu di waktu ifan masih tidak memiliki uang, keduanya sering berlatih bersama, di gedung tua terbengkalai.
isol sedang berlatih mengankat beban dengan berat 350 kilo gram, dengan susah payah isol mengankatnya.
" hebat, perkembangan mu semakin pesat" ucap ifan yang datang dari sudut jendela yang telah hancur, hampir dua tahun mereka berlatih di tempat itu.
" eh kak ifan, kemana saja kak, sekarang jarang datang ke sini" ucap isol, isol sangat ingin memounyai tempat kebugaran sendiri, jadi dia terus ber juang tanpa henti meski itu adalah halnyang mustahil, isol berharap ke ajaiban datang.
__ADS_1
" ahir ahir ini agak sibuk " ucap ifan, mengankat sebuah barbel yang terbuat dari sebuah semen, idol duduk di samping ifan, yang nafasnya sudah ter engah engah setlah mengangkat beban dengan berat 350 kilo gram.
" minum dulu ucap ifan" ifan membawa air mineral kecil, dengan tangannya yang masih mengangkat barber.
" terimaksih kak" ucap isol.
" ini berapa beratnya" ucap ifan yang menghampiri, sebelum isol sempat men jawab ifan mengangkatnya denagan tangan kirinya.
" itu tiga ratus lima puluh kak" isol ter cengan setelah mendingakkan kepalanya, isol yang hampir tak mampu mengangkat beban itu, ifan malah mengankat dengan tangan kirinya.
" ka.. kak itu" ucap isol yang terbatah batah.
" lumayan berat juga ya" ifan mengankatnya berkali kali dengan satu tangan, dan itupun hanya dengan tangan kiri, membuat isol merinding, jika isol bertarung dengan ifan mungkin hanya dengan sekali pukul isol akan KO.
" ngeri orang ini" ucap isol dalam hatinya.
" kakak memang luar biasa" puji isol, memikirkan saja sudah merinding, apalgi untuk benar benar bertarung.
Keduanya sering bertemu di tepat ini, merka sering menghabiskan waktu, menguras keringat bersama .
" isol, kamu ingin tempat kebugaran yang seperti apa?" ucap ifan setelah keduanya berbaring terlentang sesudah melakukan latihan.
" aah kakak, yaaa kalo bisa punya yang penting punya saja kak, agar kita bisa latihan bareng di tempat yang lebih nyaman" ucap isol yang sedang berandai andai berada di tempat kebugaran.
" baiklah sekarang aku pwrgi dulu, suatu saat kalo aku punya uang, kita bagun tempat kebugaran yaaa" ucap ifan yang beranjak pergi, isol masih tetap di tempat, berbaring menikmati suasana lelah setelah berlatih. Kekagumanya kepada ifan sangat besar, ifan banyak membantunya berlatih, hingga membuat isol cukup kuat.
" baiklah kak akan aku tunggu momen kita berda di dalam temapat kebugaran milik kita " teriak isol.
__ADS_1