Pemuda Terkaya

Pemuda Terkaya
bab 58 perumahan elit gunung cangka


__ADS_3

Dengan tubuh naya yang ideal, dan di lengkapi dengan paras yang cantiknya super , siapapun akan tidak kuat melihat nya, apalagi hanya, dengan sehelai handuk yang di kaitkan di dadanya, yang menonjolkan keindahan tubuh itu,


Walau ifan pernah menyak sikan yang lebih , namun seorang pria normal akan sulit menahannya, apalagi setatus ifan adalah suami sah yang bisa berbuat apa saja pada naya.


" siaalll, naya suatu saat nanti aku akan ****" pikiran ifan terus melayang layang, dia merebahkan tubuhnya, dengan masih terbayang tentang suatu hari bermesraan bersama naya gadis tercantik di kota berumbung .


burung burung sudah bernyanyi , pertanda malam akan berganti siang, gelap mulai berganti terang, ifan sudah sibuk dengan kegiatan yang sudah menjadi kebiasaanya.


" masih ingat pulang " ucap merry yang tiba tiba dari sudut pintu, ifan menoleh.


" aah ibu" ucap ifan, tangannya masih sibuk membuat adonan.


" cepat aku sudah lapar" ucam merry


" bak" merry menutup pintu dengan kerasnya.


" apa yang kamu lakukan" ucap davit, yang membuka matanya akibat benturan pintu.


" kenapa laki laki di rumah ini sama sama tidak berguna" ucap merry, yang tidak meng hiraukan keberadaan davit.


hari ifan ingin ke sebuah perumahan di kota berumbung, perumahan yang di huni orang orang kaya kota berumbung.


Perumahan elit gunung cangka di kota berumbung, adalah perumahan terbesar yang ada.


" lihat ada pengemis yang datang " ucap seorang penjaga .


" kamu saja yang layanin" ucap salah satu dari mereka.


" aku juga tidak mau"


" biar aku saja " ucap mahari yang datang dari belakang.


" mari tuan silahkan , saya tunjukkan mudel rumah yang tersedia di sini" ucap maharani dengan ramah, maharani sudah dua bulan .tidak bisa dapat menjual 1 rumah pun , juga bulan ini tidak bisa dia akan di pecat dari tempag kerjanya.


" brummm brummm" sebuah mubil tiba tiba datang, seorang pria turun bersama ke wanita cantik.

__ADS_1


" ini bagian ku " ucap salma yang buru buru melayani pria yang datang,


" selamat pagi tuan, ada yang bisa kami bantu" ucap salma.


" aku mau beli rumah di sini, iya kan cynk" ucap robi, sambil memeluk perempuan di sampingnya, prempuan itu hanya mengangguk.


" mari tuan silahkan kita lihat model dan tata letak perumahan gunung cangka ini" ucap salma dengan ramah, salma melihat robi adalah tamu yang harus di layani, mulai dari gaya dan penampilan dia pasti orang kaya.


" tuan ifan, ini adalah rumah yang paling murah di tempat ini, harganya sekitar 120 milyar,


Dan yang di sini adalah kelas menengah dengan harga sekirltar 300 milyaran, dan di bagian ini, adalah perumahan utama , di sini ada 3 rumah dengan yang paling murah 1,5 triliun dan yang ke dua adalah 3 triliun.


Untuk yang paling utama adalah 10 triliun" ucap salma menerangkan dengan sangat detail .


" yang ini berapa " ucap robi menyakan harga rumah yang paling utama.


" maaf tuan saya sedang melayani tuan ini mohon tunggu giluran , biar saya selesaikan dulu" ucap maharani.


" apa apan kamu ini, aku ingin beli rumah, sedangkan dia, untuk apa dia di sini , anak muda di sini tidak menerima kos kosan" ucap robi dengan angkuhnya.


" benar sekali tuan robi, maharani minggirlah, aku akan melayani tuan robi ini" ucap salma mendorong maharani .


" tuan maaf ya " maharani ber inisiatif meminta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi.


" tidak apa apa , aku tidak terburu buru, kita tunggu saja " ucap ifan dengan santai.


" tidak usah basa basi anak muda, bilang saja tidak mampu membayar " ucap robi mengejek ifan, ifan hanya tersenyum melihat robi.


" cayang aku ingin yang itu" perempuan yang bersama robi menunjuk rumah utama, ya itu rumah yang paling atas di gunung cangka.


" berapa harganya " ucap robi pada salma.


" 10 triliun tuan, jika anda mau, anda bisa membayar 9,8 triliun" ucap salma, robi langsung tercengang dengan harga rumah yang begitu mahal .


" apa , itu rumah mahal sekali" ucap robi.

__ADS_1


" caynk aku ingin rumah di sini"


" iya cayng kita akan beli di sini" ucap robi.


" yang paling murah berapa?" ucap robi masih dengan sombongnya, di sisi lain ifan yang sedang duduk bersama maharani tersenyum melihat kelakuan robi.


" tuan di sini harga paling murah 1,5 triliun" ucap salma dengan sedikit kesal, salma kira robi orang superkaya, namun dia masih tetap melayani dia, setidaknya dia akan membeli rumah, robi tidak percaya dengan harga rumah di sini, dengan harga 1,5 triliun harga rumah termurah, apakah itu adalah harga rumah.


"Bagai mana tuan?" ucap salma, robi terlihat pucat, dia membawa calon istrinya, namun dia sepertinya akan gagal.


" caynk" ucap perempuan dengan riasan minor itu, merengek, robi tanmbah pucat, uang yang dia punya hanya sekitar 500 milyar saja, sedang harga rumah lebih dari 1 triliunan.


" bagai mana kalo dia dulu, aku akan berdi kusi dulu dengan calon istri saya" ucap robi .


" bilang saja tidak punya uang, dasar miskin" ucap salama dalam hatinya.


" maharani saya sudah selesai" ucap salama memesang wajah muram, namun dia tetap ingin di sini, dia ingin melihat maharani yang gagal menjual rumah.


" ok , tuan silahkan, tuan rumah dengan harga 1,5 triliun sudah sangat bagus tuan" ucap maharani, ifan berfikir untuk apa rumah itu, sdangkan dia ingin membeli rumah utama, robi juga masih diam diam mengamati .


" aku beli satu yang di sini" ucap ifan, menunjuk denah yang pas di sisi jalan utama.


" maaf tuan kalo yang ini harganya sedikit mahal, karna memang dekat jalan utama" ucap maharani.


" tidak masalah kamu urus saja , saya akan bayar" maharani sedikit terkejut, karna ifan mau membayarnya langsung, tidak banyak orang yang membayar secata.langsung, kebanyakan akan di bayar, secara ansuran.


maharani sangat senang walau ifan hanya membeli rumah di tingkatan subsidi( atau yang paling murah) setidaknya dia tetap masih bisa bekerja di tempat ini untuk 3 bulan kedepan.


Maharani berharap dia bisa menjual rumah utama , karna jika bisa menjual rumah utama akan bisa menjadi karyawan tetap.


Selama ini ada yang mau membeli rumah itu, walau kalangan atas karna tekanan yang akan sangat berat akan datang dari seluruh kalangan, rumah di gunung cangka bukan hanya untuk orang kaya , namun juga harus memiliki kekuatan yang besar di kota brumbung.


Untuk itu rumah utama sangat sulit di beli.


bahkan hanya 3 orang yang pernah melihatnya secara langsung, dan tidak jadi membeli, setelah melihat rumah kedua , adalah rumah dari keluarga radit kepala keluarga terkuat keluarga melatih.

__ADS_1


" bailah tuan , saya akan mengurusnya sebentar tuan, mari silahkan tuan tunggu dulu" ucap maharani.


" tunggu sebentar, aku juga ingin rumah utama, tolong di uruskan " ucap ifan, maharani tercengang, salma robi dan juga calon istrinya, mematung setelah mendengar ucapan ifan.


__ADS_2