Pengantin Yang Terbuang

Pengantin Yang Terbuang
SEASON II - Diakah Penggantinya?


__ADS_3

Perpisahan akan lebih mengartikan kita tentang arti pertemuan. Pun kegagalan merupakan cara Allah untuk kita lebih bersabar menanti yang lebih baik dari-Nya.


Kegagalan pernikahan ku dengan Mas Genta tentulah menyisakan kekecewaan yang berujung menjadi ketakutan dalam diri ini.


Seakan ragu untuk memulai kisah baru. Meski aku tahu jika lelaki yang saat ini berhadapan dengan Paman dan Kakekku pastilah berbeda dengan sosok lelaki yang pernah menjadi Suamiku waktu lalu.


Siapa yang menyangka, dua bulan setelah kepulangan Mas Genta ke Indonesia dan juga surat cerai yang sudah ada ditanganku.


Datang sosok yang sangat tak disangka-sangka, menyampaikan niatnya untuk memperistri diriku.


Jujur hati ini begitu haru dengan keberaniannya berhadapan dan menyampaikan niat tulusnya itu kepada Paman dan Kakekku.


Diakah sosok yang akan memberikan kebahagiaan juga suka duka dalam pernikahan, dan menjadi nahkoda kapal rumahtangga ku yang sesungguhnya?


Tak menampikan lelaki itu sosok yang sangat berkarisma juga bisa dikatakan sebagai suami idaman.


Namun jauh di dalam hati ini masih ada rasa khawatir juga ketakutan akan kegagalan pernikahan yang mungkin terjadi lagi.

__ADS_1


Allah masih menberiku waktu...


Hari ini aku masih terbangun karena Allah masih memberiku waktu di dunia, memberiku waktu untuk menghapuskan dosa-dosa ku dengan melakukan kebaikan.


Tapi apakah nanti jika aku menerima pinangan lelaki di hadapanku ini, aku bisa menjadi istri yang baik? Istri yang akan mendapat ridho suaminya?


Mengingat kegagalan dalam pernikahan yang pernah ku alami sebelumnya.


Meski ku tahu kegagalan itu bukan sepenuhnya kesalahan ku, tapi sedikit banyak diri ini pun menjadi penyebab kegagalan pernikahanku dengan Mas Genta.


"Aku harap kamu bisa mempertimbangkan hal ini. Mungkin aku tak bisa menjanjikan kebahagiaan untukmu tapi aku akan berusaha menciptakan kebahagiaan itu bersama denganmu."


Sorot matanya lembut memandangku pun dengan kata-katanya yang begitu menyentuh hati menciptakan debaran hangat dalam diri ini.


Jujur belum ada rasa cinta untuk lelaki dihadapanku ini, tapi tentu kekaguman ada untuk sosoknya.


Namun hal itu tak cukup membuat diri ini membuka hati untuknya. Terlebih ada setitik ketakutan akan kegagalan dalam hati. Mungkinkah ini trauma?

__ADS_1


Entah, yang pasti aku tak ingin menjadikan ketulusannya sebagai pelampiasan atas kegagalan yang ku alami.


Ya Allah...


Hari ini maupun kedepannya nanti, aku ingin apapun yang ada di pikirannya, siapapun yang ada di hatinya, dan ke manapun langkahnya, restui dia. Aku ingin dia bahagia dengan semestinya.


***


Stay tuned ya ๐Ÿ˜


Semoga pada suka sama Pengantin Yang Terbuang di Season II ini. Jangan lupa support aku dengan like, komen, dan vote cerita ini ya. Kritik dan sarannya juga jangan lupa supaya saya bisa nulis cerita yang lebih baik lagi. Terimakasih para reader setia ๐Ÿ’•


No, seriously ...


Ini baru bisa up kalau lebih dari 500 character. Masalahnya cerita ini juga udh tamat di lapak merah muda. Cuma karena banyak temenยฒ yang minta up di sini, jadi saya up deh di NT.


Dan sekarang jadi bingung sendiri krn kebijakan di sini belum bisa up kalau kurang dr 500 character. Padahal emang awalan ep season II ini gak terlalu panjang, jadi maaf ya kalau saya cuap-cuap gak penting ini. Biar bisa memenuhi syarat hehe ๐Ÿ˜…

__ADS_1


__ADS_2