Penggemar Ku Seorang Ustadz

Penggemar Ku Seorang Ustadz
14. Gila


__ADS_3

Adnan menghela nafas setelah matanya fokus melihat layar ponselnya. Di dalam ponsel tersebut menunjukkan isi pesan dari Nirmala yang menceritakan masa lalu nya.


Awal nya, Nirmala ingin bicara hanya berdua. Namun, Adnan menolak karena tidak ingin berdua dalam satu ruangan tanpa ikatan halal. Akhirnya memutuskan untuk menceritakan masalalu Nirmala melalui pesan WhatsApp saja.


"Gimana? Kamu bisa mempertimbangkan keputusan, apakah akan tetap pada pendirian atau menyerah?" tanya Nirmala kepada Adnan setelah pesan WhatsApp yang dikirim telah dibaca.


Zaki sendiri hanya diam tanpa ikut campur karena mengerti ini adalah saatnya mengambil keputusan. Bukan berarti lepas tangan, ia juga memerhatikan keduanya.


Adnan menunduk, memejamkan mata seraya berdoa dalam hati. Doa yang selalu ia agungkan selama diberi tantangan oleh Nirmala.


"Allahumma inni as'aluka al-tsabata fil amri wa as'aluka al-azimata fir rusydi. Wa asaluka syukra ni'matika wa husna ibadatika wa as'aluka lisanan shadiqan wa qalban saliman wa audzubika min syarri ma ta'lamu wa as'aluka min khairi ma ta'lamu wa astaghfiruka mimma ta'lamu innaka anta allamul ghuyub."

__ADS_1


Artinya : "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Aku memohon dengan sangat kepada-Mu untuk berkenan memberikan curahan petunjuk, serta aku memohon kepada-Mu dapat mensyukuri nikmat dan rajin melakukan ibadah. Aku mernohon kepada-Mu lisan yang jujur dan hati yang lurus. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang Engkau ketahui, dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui, serta aku memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui. Sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib."


Adnan menarik nafas dalam-dalam kemudian memberanikan diri menatap Nirmala. "Apa kamu pernah melanggar itu setelah menikah?" tanyanya.


"Enggak. Aku gak pernah melanggar aturan lagi setelah menikah," jawab Nirmala jujur membuat Adnan angguk-anggukkan kepala.


"Baiklah. Saya tetap akan menikahi kamu," kata Adnan tegas membuat Zaki menoleh dan Nirmala terkejut.


Bahkan Nirmala mengelus dada mengucapkan bacaan istighfar merasa Adnan tergila-gila padanya. Apa novel ku bisa buat orang jadi gila?


"Besok. Ustadz Zaki yang akan menikahkan kita."

__ADS_1


Padahal, diantara keduanya belum ada tumbuh benih-benih cinta. Nirmala menerima lamaran itu karena bertanggung jawab atas ucapan yang dilontarkan kepada Adnan. Sementara Adnan merasa yakin dengan pilihan nya.


"Kalau besok, berarti nikah sirih?" tanya Nirmala penasaran. Tentu saja bertanya seperti itu karena tidak mungkin selesai mengurus surat-surat keperluan untuk mengajukan daftar pernikahan ke Pemerintah.


"Besok kita menikah secara agama dan kamu urus surat-surat untuk mendaftar pernikahan ke Pemerintah. Saya disini ada bekerjaan beberapa hari, semoga saat pekerjaan selesai, surat-surat kamu juga selesai agar kita berangkat, buku nikah sudah selesai."


Hening.


Nirmala menelan saliva dengan kasar mendengar keterangan dari Adnan yang begitu berencana ingin menikahinya. Ia tidak mengerti mengapa seperti ini. Bagaimana bisa menikah dengan orang yang tidak di kenal sama sekali?


"Baiklah," gumam Nirmala sangat pelan tapi masih di dengar oleh Adnan dan Zaki. Kedua pria itu tersenyum setelah mendengar jawaban Nirmala.

__ADS_1


Adnan mengusap wajah nya perlahan, mengucap syukur dan semakin yakin pilihan nya yang terbaik.


Semoga...


__ADS_2