Penggemar Ku Seorang Ustadz

Penggemar Ku Seorang Ustadz
16. Daster


__ADS_3

Nirmala menggeleng cepat ketika pikiran aneh nya menjalar. Tidak mungkin Adnan adalah seorang ustadz, sementara penampilan nya sangat tidak terlihat agamis.


Nirmala menghela nafas panjang kemudian menutup pintu kamar, usai itu membuka gamis dan hijab nya. Berganti pakaian seragam dinas para emak-emak, daster. Berdiri di depan cermin dan memerhatikan penampilan. Diambilnya sisir lalu dirapikan ikat rambut nya ke atas. Rambut sebahu yang baru saja di cat warna ash brown yaitu perpaduan warna cokelat dan abu-abu.


Sebab akan mengerjakan pekerjaan rumah, Nirmala memutuskan mengikat saja. Saat mendengar Zaki pamit pulang, ia pun keluar dari kamar.


***


Kepala Desa sudah pamit lebih dahulu setelah membicarakan acara besok dan mengobrol beberapa saat. Menyusul Zaki dan berakhir saling jabat tangan.


"Makasih untuk hari ini, Zak." Ucap Adnan kepada Zaki.


Zaki tersenyum disertai anggukan. "Selamat atas pernikahan kamu. Sekarang tugas mu, didik istrimu menjadi lebih baik lagi. Ingat, hati perempuan itu rapuh. Jangan sakiti, terlebih istrimu pernah menikah. Jadikan pernikahan nya yang sekarang lebih membuat dia bahagia."


Adnan tersenyum dan mengangguk mengartikan bahwa ia mengerti. Meski dalam hati nya belum tumbuh benih-benih cinta. Tapi yang ia ketahui, mencintai siapa yang kita nikahi adalah kewajiban.

__ADS_1


"Ustadz Zaki sudah pulang?" tanya Nirmala basa-basi, padahal sudah tahu sejak di dalam kamar.


Pertanyaan Nirmala mengejutkan Adnan hingga ia balik badan. Selanjutnya ia semakin terkejut melihat penampilan Nirmala.


"Astaghfirullah. Kenapa kamu pakai pakaian begitu?" tanya Adnan memekik kemudian segera menutup pintu.


Nirmala sendiri merasa heran. Ianpun menunduk memerhatikan penampilan nya yang menurut nya tidak ada yang salah. Daster panjang sampai tengah betis dan.. Ia langsung menutup bagian belahan dada yang sedikit lebih rendah.


"Bapak ngintip, ya?" tanya Nirmala melangkah maju mendekati Adnan yang berdiri tegang seperti patung.


Nirmala menengadah menatap wajah Adnan. MasyaAllah, ciptaan-Mu Ya Robb. Suami baru ku sangat tampan.


Adnan mundur satu langkah dan memberanikan diri menatap Nirmala. "Bukan hanya mengintip. Saya melihat dan menikmati nya juga sudah jalan," ucap nya tapi selanjutnya ia mengucapkan bacaan istighfar dalam hati.


Nirmala mendengar ucapan Adnan langsung melotot karena terdengar aneh. "Kamu mesum. Kkyaaaaa," pekiknya langsung berlari ke arah dapur.

__ADS_1


Adnan terperanjat tapi selanjutnya menggeleng melihat tingkah lucu Nirmala. Bahkan ia terkekeh pelan karena hal itu. Memang diakui ucapan sebelumnya terdengar aneh dan mesum.


Adnan menyusul ke dapur ingin melihat yang dilakukan Nirmala. Apalagi malam ini ia akan menginap disini. "Tunggu!!" pekik nya ketika melihat Nirmala membuka pintu belakang.


Nirmala menghentikan gerakan dan balik badan melihat Adnan disana. "Kenapa?"


"Kamu mau ngapain?" tanya Adnan.


Nirmala menoleh kebelakang dimana pintu sudah dibuka dan melihat jemuran. "Aku mau angkat pakaian, pak. Ada apa?" tanya nya santai.


Tetapi, Adnan mendelik. "Jangan. Biar saya saja. Kamu di dalam," larang nya. Tidak akan ia izinkan Nirmala keluar dengan penampilan seperti itu.


"Tapi..."


"Biar saya saja. Kamu kerjakan yang lain, Lala." Adnan berjalan melewati Nirmala yang diam mematung memerhatikan nya mengangkat pakaian yang di jemur.

__ADS_1


***


Insya Allah Selasa aku udah aktif ya buat nerusin cerita Malvyn🙏


__ADS_2