
Mata Nirmala langsung terbuka ketika merasakan tangan seseorang melingkar di pinggang nya. Padahal, belum lama dirinya memejamkan mata usai percintaan begitu panas dan membuat tubuhnya sangat lelah.
"Jangan jauh-jauh," bisik Adnan mengeratkan pelukan dan wajahnya berada di ceruk leher Nirmala.
Nirmala hanya diam saja. Sebab, tubuhnya benar-benar lelah akibat permainan Adnan. Ia tak menyangka akan merasakan kepuasan batin yang selama ini ingin dirasakan nya. Tiga kali pelepasan dengan durasi sangat lama. Tidak sekalipun pernah dirasakan nya, jangan tanya seberapa banyak ia mencapai puncak. Sebab Adnan selalu mengutamakan kepuasan nya.
"Mas," cicitnya pelan.
Adnan tidak langsung menjawab, ia memutar tubuh Nirmala hingga mereka saling berhadapan dengan kedua tubuh sama polos.
"Ya," jawab Adnan lembut.
Nirmala memberanikan diri menatap Adnan. Matanya terpejam ketika tangan Adnan merapikan anak rambut dari wajahnya. Ia menelan saliva ketika menatap Adnan sebab bayangan percintaan tadi kembali tayang dalam pikiran. Ternyata, ia akan mengalami hal ini secara nyata. Tidak hanya sekedar khayalan yang dituangkan dalam tulisan.
"A-apa mas pernah melakukan itu sebelum nya?" tanya Nirmala pelan-pelan. Bukan tanpa alasan, ia bertanya seperti barusan karena setiap sentuhan dan perlakuan Adnan lain nya seperti seorang laki-laki sudah pernah melakukan sebelumnya.
__ADS_1
Adnan sedikit terkejut hingga memberi jarak agar dapat menatap wajah Nirmala lebih intens. "Demi Allah, La. Mas baru melakukan nya hanya dengan kamu, istri mas. Kenapa kamu bertanya begini?" Jangankan melakukan sehina ini. Hanya Nirmala perempuan pertama dan hanya Nirmala pemilik hati dan tubuhnya.
Nirmala menunduk merasa bersalah setelah mendengar jawaban Adnan. "Tadi mas kayak sudah berpengalaman," katanya sangat pelan.
Mendengar perkataan perkataan Nirmala membuat Adnan tersenyum. "Benarkah? Apa kamu suka?" tanyanya. Awal nya sempat sedikit tersinggung, tapi mendengar itu membuatnya tergelitik ingin tahu. Bagaimanapun, ia menikahi wanita yang pernah menikah sebelumnya.
Nirmala menunduk dengan wajah memerah. Kenapa harus di pertanyakan? pertanyaan Adnan justru membuat nya sangat malu saat ini.
Adnan masih dengan senyuman yang sama. Ia mengeratkan pelukan hingga kepala Nirmala bersandar pada dada nya. Irama degub jantung tak beraturan itu terdengar.
Ucapan Adnan membuat Nirmala menengadah menatap Adnan. Menatap wajah tampan sudah menjadi suaminya. Wajah seperti teh yang ada manis-manisnya dengan dagu di tumbuhi bulu halus.
"Apa kita pernah ketemu sebelumnya?" tanya Nirmala benar-benar penasaran tapi belum dapat mengingat.
"Entahlah. Mas juga merasa kita pernah bertemu," kata Adnan menelisik setiap inci wajah Nirmala.
__ADS_1
***
Pagi cerah sangat indah. Nirmala dengan rambut setengah basah itu tampak berseri. Ini kali pertama baginya setelah melakukan hubungan suami istri dapat merasakan ketenangan. Kepala nya tidak nyut-nyutan, tidak uring-uringan, sehingga membuat hari nya tidak tenang.
Setelah mengobrol cukup lama setelah melakukan hubungan suami istri, keduanya tidur beberapa waktu, hingga Adnan membangunkan nya setelah sudah mandi wajib dan hendak ke Masjid.
Sementara dirinya bangun, membersihkan diri, dan melaksanakan sholat subuh. Seusai itu Nirmala pergi ke warung membeli satu ikat kangkung dan 2 ekor ikan lele. Ia pun langsung mengolah bahan makan tersebut menjadi tumis kangkung dan ikan lele goreng.
Ah, Nirmala tidak menyangka akan merasakan kesibukan seperti ini lagi. Masakan telah marah dan juga sudah disusun di atas meja lalu ditutup dengan tudung saji. Setelah itu, ia membersihkan diri dan bersiap memakai seragam panitia yang telah disediakan sebelumnya.
"Assalamualaikum."
Dua sudut bibir Nirmala kembali tertarik mendengar suara Adnan mengucap salam. Ia pun keluar kamar menghampiri suaminya tersebut.
"Waalaikumsalam," balasnya lalu berdiri di hadapan Adnan.
__ADS_1
Keduanya tampak salah tingkah dan malu-malu. Setelah tatapan keduanya bertemu, tanpa sadar keduanya saling mengikis jarak hingga berpelukan.