
Nirmala menghela nafas sejenak setelah selesai sholat dan mengaji. Tak lupa pula melipat mukenah dan sajadah kemudian menyimpan di tempat biasanya. Ia keluar kamar menuju dapur mengambil makan untuknya.
Dilihat kembali setiap sudut dapur terlihat sangat sepi. Padahal baru ditinggal dua hari oleh Adnan. Tapi, ia sudah merasa sangat kehilangan. Apakah Nirmala sudah jatuh cinta kepada suaminya?
Rasanya Nirmala belum siap untuk merasakan sakit hati lagi. Apalagi kekurangan nya ialah tak kunjung hamil. Ia takut bila kesakitan itu terulang kembali.
Selesai makan, Nirmala mencuci piring lalu kembali ke kamar memulai menulis. Ia terbiasa menulis saat malam hari.
****
Adnan berdehem menetralkan diri dari kegugupan. Selain gugup, ia juga merasa cemas karena belum memberi kabar Nirmala jika sudah sampai.
Beberapa saat lalu ketika Adnan telah sampai, Abi dan Ummi nya tampak diam saja tapi mengajaknya makan bersama. Bahkan kedua orang tuanya itu makan seraya memperhatikan nya.
"Kamu beneran sudah menikah?" Tanya Ummi Salma mengintimidasi. Sebelumnya, Abi Musa telah menceritakan bahwa Adnan akan membawa menantu mereka.
__ADS_1
"Benar, Mmi. Adnan telah menikah," jawab Adnan tegas. Ini sudah menduga bila sang ummi akan seperti ini.
Abi Musa dan Ummi Salma celingukan. Rasanya mereka sedari tadi tidak melihat orang lain. Jika Adnan ingin memberi kejutan seperti di film-film, tapi mengapa sampai selama ini?
"Jadi, mana istri kamu? Kok gak disuruh masuk?" Tanya Ummi Salma lagi masih penasaran dengan istri anak sulungnya ini.
Adnan mengikuti arah pandang kedua orang tuanya mengarah keluar rumah. Kin, ia mengerti maksud pertanyaan itu. "Adnan tinggal bi, mi."
"Apa?!!" Pekik Abi dan ummi terkejut.
Adnan terkejut hingga terlonjak kaget.
"Jangan bilang kalian menikah karena insiden?"
Adnan semakin terkejut mendengar pertanyaan dari Abi dan Ummi. "Astaghfirullah. Gimana bisa Abi dan Ummi berpikir begitu? Aku dan Lala baru pertama kali bertemu dan pertemuan kedua kami menikah. Adnan gak mungkin melakukan aneh-aneh," kata Adnan membela diri.
__ADS_1
Abi Musa dan Ummi Salma diam sesaat dengan tatapan terus menatap Adnan secara intens. "Katakan, apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa kamu gak ajak istri kamu? Jangan sampai karena masalah kamu jadi gosip dimana-mana. Apalagi kamu disegani disini."
Adnan menghela nafas panjang. "Dia perempuan pekerja keras, bi. Namanya Nirmala. Dia yatim piatu dan hidup sendiri disana. Adnan ingin membahagiakan Lala," terangnya lagi.
Ummi Salma menjadi pias ketika mengetahui istri Adnan seorang yatim piatu dan hidup sendiri. Ia tahu betul bagaimana tidak enaknya hidup sendirian.
"Tapi Abi masih gak ngerti, kenapa bisa kamu nikah secara singkat begitu Adnan." Sebagai seorang ayah, Abi Musa tidak ingin Adnan menyakiti seorang perempuan.
Adnan pun menceritakan asal muasal perkenalannya dengan Nirmala melalui sosmed tanpa mengetahui bentuk rupa. Hingga diberi tantangan oleh Nirmala untuk datang menemui dan akan menikah keesokan harinya.
Abi Musa dan Ummi Salma mendadak pening mendengar cerita anak sulung mereka. Bagaimana tidak? Padahal banyak ustadzah dan santriwati yang sudah terjamin ilmu agama nya justru memilih perempuan dari orang biasa dan sangat jauh disana.
"Jadi kenapa kamu tinggal?" Tanya Ummi Salma setelah mendengar cerita Adnan. Tapi, ada rasa bangga terselip rasa bangga dengan anak sulungnya sebab dapat membuktikan dan menjalankan tantangan itu. Ia berpikir harus berterimakasih kepada menantu baru nya itu.
Cukup lama Adnan diam saja sebab memikirkan kalimat yang cocok Untuk diungkapkan.
__ADS_1
"Lala aku tinggal karena urusan perdataan almarhum suaminya belum selesai."
"APA?!!"