
Setibanya di bandara, Lea pasrah saja mengikuti kemana suaminya melangkah, bahkan saat mengambil tiket dari kenalan suaminya pun Lea tak bertanya kemana mereka akan pergi, toh nanti ia akan tau sendiri pikir Lea.
Tepat jam 14.00 mereka memasuki pesawat lalu pesawat pun terbang meninggalkan Indonesia.
Lea menikmati perjalanan menuju ke negara pilihan suaminya, 'Turki' batinnya, ketika akan masuk pesawat tadi ia sempat mendengar petugas bandara menyebutkan negara itu.
Lea ingat almarhum kakaknya sering menyebut nama negara itu saat menerbangkan pesawatnya, dan kata kakaknya salah satu saudara ayah mereka ada yang tinggal di sana, kalau kakaknya sedang beristirahat pasti ke rumah saudaranya ayahnya itu, namun entah masih di sana atau sudah pindah Lea kurang tau, semua hubungan keluarga terputus saat orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Pesawat mendarat di bandara, dokter Vian lalu mengajak istrinya untuk keluar dari pesawat, di luar bandara sudah ada mobil jemputan yang sangat mewah, lalu mereka memasuki mobil itu, kemudian mobil melaju ke arah hotel berbintang yang sangat mewah pula.
" Kita taruh barang-barang kita dulu, setelah itu kita makan dulu sebelum istirahat."
" Iya mas, di sini jam 23.10."
Setelah menaruh koper mereka di dalam kamar, mereka keluar kamar lagi, mereka turun ke lantai dasar hotel itu, beruntung hotel juga di lengkapi dengan restoran jadi mereka tak susah payah mencari tempat untuk makan.
Dokter Vian dan istrinya duduk setelah memilih meja yang posisinya nyaman, tak lama datang lah pelayan memberikan daftar menu masakan yang ada di restoran itu.
" Tenang sayang halal semua," ucap dokter Vian pada istrinya yang bingung memilih menu masakan.
Lea hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, sambil terus melihat-lihat daftar menu.
Setelah memesan beberapa menu sambil menunggu pesanan datang dokter Vian mengobrol dengan istrinya.
" Kamu hanya pesan makanan ringan? Oh iya aku lupa," ucap dokter Vian.
" Sorry, can i ask you some question?" tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati mereka.
" Yes?" sahut dokter Vian.
" No, you miss, can i?" tanya wanita itu lagi.
" Yes?" jawab Lea.
" Sorry, are you from Indonesia?"
" Yes, I am."
" Perkenalkan nama saya Indira, saya juga dari Indonesia, maaf saya perhatikan dari tadi, anda mirip sekali dengan saudari saya di Indonesia, saya boleh kasih lihat foto, mungkin anda kenal," ucap wanita itu sambil menunjuk kan sebuah foto di telpon genggamnya.
" Kakak Indira paman Gozali?" tanya Lea padahal belum melihat foto yang di tunjukan wanita itu, karena dia tiba-tiba ingat cerita almarhum kakaknya.
" Iya, ayah saya Gozali, jadi benar kamu Azalea?"
" Iya benar."
" Masya Allah dik, akhirnya ketemu juga, sudah lama sekali," ucap wanita itu lalu berdiri memeluk Lea sambil menangis terharu.
Usai berpelukan Lea memperkenalkan Indira pada suaminya, begitu pula sebaliknya, lalu menyuruh Indira untuk duduk bersama mereka.
__ADS_1
" Oh jadi dia suami kamu, kami memang mendengar kabar kalau kamu menikah, namun sayang kondisinya sibuk semua, dan tak ada yang bisa di cancel, apa boleh buat, maaf ya."
" Tak apa-apa kak, cukup do'a restunya saja."
" Kalian di sini ngapain?"
" Kami cuma berlibur kak."
" Bulan madu?"
" Ya begitulah kak."
" Menginap di hotel ini?"
" Iya kak."
" Oke, bagus, nanti aku suruh mereka melayani kalian berdua."
" Maksud kakak?"
" Alhamdulilah dik, hotel ini milik ayah, dan sebagian modalnya juga milik almarhum ayahmu, jadi jelas kamu juga punya hak di sini, kakak belum sempat pulang ke Indonesia untuk menjelaskannya padamu sebagai pewaris sebagian saham, mumpung kamu di sini, nanti kamu kakak ajak ke kantor ya, oh ya, nanti kalian kerumah ya, ayah sedang sakit, ia sebenarnya ingin pulang untuk menemui mu, namun kondisinya tak memungkinkan, nanti kakak akan beritahu semua karyawan di hotel ini untuk melayani kalian, kalian tidak minta saja pada mereka..oke."
Pesanan mereka datang, lalu Indira memanggil salah satu manager yang bertugas malam itu.
" Lea ini salah satu manager di bagian restoran, dia dari Indonesia juga, kenalkan pak Rahardi, ini adik sepupu saya, dia salah satu pemilik saham di hotel kita, ingat saya pernah bercerita di beberapa kali rapat kita, nah ini dia orangnya, kebetulan dia sedang berlibur dengan suaminya, tolong layani mereka seperti kalian melayani saya dan keluarga ya."
" Baik Bu Indi." ucap pak Rahardi sambil memberi hormat pada Lea dan suaminya, lalu pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.
" Iya kak," ucap Lea sambil menyebutkan nomor kontaknya satu persatu.
" Oke kakak save ya, besok kalian ke rumah dulu baru jalan-jalan ya."
" Iya kak, terimakasih."
Setelah memeluk adik sepupu yang lama tak bertemu Indira lalu pergi.
Lea tersenyum melihat kepergian kakak sepupu nya itu.
" Gak di sangka, bertemu keluarga."
" Iya sayang, udah yuk makan dulu, ini serius kamu gak makan? Di pesawat kamu makan cuma sedikit lho."
" Ntar nyicip makanan mas aja, dari pada makan banyak ntar perutku error, bukan nya liburan malah sakit kan gak seru."
" Iya juga sih, gapapa asal jangan kosong perutmu, oke."
" Oke."
Mereka lanjut makan malam, usai makan malam mereka kembali ke kamar untuk beristirahat, namun ketika berjalan ke arah kamar mereka, ada beberapa pegawai hotel yang mendekati mereka dan mengucapkan selamat menikmati perjalanan di sana, mereka juga menyampaikan bahwa semua keperluan Lea dan suaminya harus mereka layani karena mereka sudah di beritahu oleh pimpinan hotel sementara yaitu Bu Indira.
__ADS_1
Sesampainya di kamar mereka, Lea dan suaminya langsung berganti baju dan beristirahat.
***
Dokter Asrof sudah menyerahkan bukti sebotol air minuman yang di letakkan di atas meja di dalam ruang istirahat dokter kepada anak buah Iptu Sharmila.
Iptu Sharmila memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menyamar di rumah sakit milik keluarga dokter Vian.
Ada yang pura-pura sakit dan di rawat, dan ada pura-pura menjaga yang sedang sakit agar bisa memantau apa saja pergerakan orang-orang yang kontra pada Lea.
Salah satu petugas cleaning servis nampak terpantau CCTV telah menaruh botol itu, pastinya ia tak tahu menahu karena itu sudah menjadi kebiasaanya melayani dokter Vian untuk menyiapkan air mineral di ruangan itu setelah membersihkan ruangan.
Dengan licik dan cerdiknya Tika menyuruh orang-orang yang polos dan tak mengerti akan situasi antara dia dan Lea, namun sayang saat Tika memberikan botol itu terekam kamera CCTV, karena ia tak menyadari kalau ada penambahan CCTV di beberapa sudut rumah sakit yang di curigai akan menjadi tempat-tempat strategis untuk melakukan hal-hal di luar kewajaran.
Tika dengan senang nya merasa apa yang ia lakukan sudah sukses, dia tak tau kalau tugas dokter Vian sementara di gantikan oleh dokter Asrof, untuk mencegah apa yang ia lakukan akan di curigai, ia mengambil cuti beberapa hari, namun tetap datang ke rumah sakit untuk memberikan botol minuman itu pada petugas cleaning servis saja.
Itu Tika lakukan akan bisa menggunakan alasan kalau dia sedang cuti saat minuman itu di berikan pada dokter Vian.
Ia harus menjaga namanya agar tetap bersih di rumah sakit itu. Namun ceroboh nya ia tak bertanya apakah dokter Vian meminumnya atau tidak.
Hal serupa juga di lakukan oleh dokter Sabrina, ia mengambil cuti dan berlibur ke Singapura, tujuan yang sama dengan yang Tika lakukan, jika seandainya ada sesuatu terjadi dengan dokter Vian dia tak ikut di salahkan, dan satu alasan lagi adalah menghindari masalah yang di alami oleh sahabatnya sendiri yaitu dokter Arnita, ia mendapat informasi kalau orang-orang yang dalam kurun waktu 6 bulan terlihat sering berkomunikasi dengan dokter Arnita akan di mintai pernyataan di kantor polisi.
Teman-temannya yang lain pun melakukan hal yang serupa, mereka meninggalkan teman yang sedang terbelit kasus asusila sesama jenis tersebut, walau pun pihak keamanan hotel sudah memberikan bukti keterlibatan mereka namun karena teman-teman dokter Arnita tidak berada di kota itu maka pihak kepolisian menangguhkan rencana untuk memanggil sahabat-sahabat dokter Arnita.
Sehingga untuk sementara, hanya dokter Arnita dan ibu angkatnya saja yang mendapatkan hukuman atas perbuatan mereka, dokter Arnita kehilangan gelar dokter nya dan pekerjaannya di rumah sakit, dan sudah di pastikan tak ada tempat yang mau menerimanya lagi.
***
Lea menikmati liburannya di Turki bersama suami dan keluarganya yang baru berjumpa lagi setelah lama mereka tak bertemu.
Paman Gozali berangsur sembuh beberapa hari di sana Lea merawatnya, beban pikiran tak bisa pulang dan tak bisa menemui Lea lah yang menyebabkan paman Gozali menjadi sakit.
Namun sekarang paman Gozali kembali sehat, semua aset saham yang menjadi hak Lea sudah ia berikan, Lea tidak mempermasalahkan saham dari beberapa hotel yang di kelola oleh keluarganya itu, yang penting baginya kembali bisa bersatu lagi dengan keluarga yang telah lama tidak bisa ia temui.
Sebagian aset Lea tinggal kan untuk tetap di kelola oleh keluarganya itu, keluarga bersepakat untuk tetap mengirimkan hasil keuntungan yang di dapatkan dari hotel pada Lea.
Lea tak dapat menolak lagi, ia bercita-cita untuk membuat panti asuhan dan rumah rawat untuk penderita penyakit menahun di Indonesia, agar bisa menyalurkan harta peninggalan mendiang orang tuanya, untuk bisa membantu orang-orang yang membutuhkan nya.
Satu minggu sudah ia berlibur dengan suaminya, tiba waktunya untuk pulang, banyak hal yang harus ia dan suaminya lakukan setelah pulang ke Indonesia nanti.
Keluarga dan beberapa karyawan yang bekerja di bisnis perhotelan milik keluarga ikut mengantarkan Lea dan suaminya ke bandara, paman Gozali menyewa jet pribadi untuk mengantarkan keponakannya itu pulang ke Indonesia, setelah berpamitan dengan semuanya, Lea dan suaminya lalu berjalan memasuki jet pribadi yang di sewakan untuk mereka.
Kurang lebih 11 jam perjalanan udara pesawat akhirnya mendarat di bandara, tepat jam 8 malam waktu Indonesia, Lea dan suaminya di jemput sopir pribadinya yang sudah menunggunya di bandara.
Setelah turun dari pesawat karena jet pribadi yang di sewakan jadi mobil boleh menjemput langsung ke dekat pesawat.
Dengan bantuan sopir pribadi semua barang bawaan mereka sudah masuk ke dalam mobil lalu Lea dan suaminya masuk ke dalam mobil, sopir pribadi mereka langsung mengemudikan mobil menuju rumah mereka.
Setibanya di rumah Lea dan suaminya langsung beristirahat, agar besok tak kelelahan saat kembali masuk kerja.
__ADS_1
Bersambung ya...