
Brak!!
Bunyi suara meja yang di pukul hingga keras.
"Aku tidak mau ayah! Jangan paksa aku untuk melakukan apa yang ayah inginkan dariku." ucap Rosa
"Kau yakin tidak mau?"
"Tidak!" tegas Rosa.
"Jika kau mau menuruti apa kata ayah, hidupmu akan bahagia. Banyak uang, hidup mewah, kau bisa melakukan apapun yang kau mau di dunia ini."ucap Ayah memberikan tawaran pada Rosa.
"Aku tidak gila harta ayah!" ucap Rosa menahan emosi.
Rosa tidak seperti kakak-kakak yang lainya, hidup berfoya-foya dengan uang mereka. Di tambah lagi ibu tiri yang baru saja di nikahkan oleh Ayahnya. Membuat Rosa semakin membenci keluarganya.
Hati Rosa semakin hancur saat ibunya baru saja meninggal 10 bulan yang lalu akibat penyakit kangker yang di deritanya. Setelah kematian ibunya, Ayah Rosa memberitahukan bahwa ia akan menikahi seketaris cantiknya.
Rosa tahu jika Ibu tirinya hanya menginginkan harta ayahnya saja. Dan benar saja selama ibu tirinya menikah dengan Ayahnya kehidupan Rosa menjadi berubahh 180 derajat. Rosa selalu saja di fitnah oleh ibu tirinya yang bernama Mila Aulina. Hingga Rosa terpaksa pergi dari rumah selama beberapa hari. Namun Ayahnya bisa menemukan dirinya dan di bawa kembali pulang ke rumah.
Semenjak kejadian itu Ayahnya selalu saja mengurung dirinya, mengatur hidupnya. Hingga perjodohan pun tak terhindarkan.
Mila sengaja melakukan hal itu agar Rosa bisa pergi dari rumah ini. Agar dia bisa menjalankan rencana busuknya.
Mila tahu jika suaminya sangat menyanyangi Putri satu-satunya ini. jika di
bandingkan dengan anak laki-laki lainnya, hanya saja caranya yang salah. Rosa adalah anak ke 5 dari 5 bersaudara. kakak Rosa semuanya laki-laki. Dan Rosa perempuan satu-satunya, itu sebabnya Ayahnya sangat menyayanginya.
Sedangkan Ayah Rosa bernama Aksa Arion Adhitama, seorang pengusahaa yang sukses di kotanya. Bahkan Aksa adalah orang yang sangat berpengaruh di negara Indonesia. Banyak sekali Perusahaan yang berada di bawah naugan Aksa hingga kekayaanya takan pernah habis hingga 7 turunan sekalipun. Banyak sekali media yang selalu membicarakan tentang kesuksesan dirinya di bidang bisnisnya ini.
Siapa yang tidak kenal dengan Aska Airon Adhitama, wajahnya selalu saja terpapang di setiap iklan baliho dan media.
Bahkan semua anak dari Aska pun tak luput dari incaran media, mereka semua hanya tahu jika Aska hanya memiliki 4 orang putra.
Rosa tidak seperti Sodara lainya. Yang selalu saja senang jika media membicarakan tentang kehidupan mereka masing-masing, tetapi tidak dengan Rosa ia sengaja menutupi dirinya agar semua orang tidak ada yang tahu jika dirinya adalah anak dari Aska Airon Adhitama.
"Kenapa kau tidak mau menjadi pewaris di perusahaan ayah?" ucap Aksa.
"Aku tidak ingin menjadi seperti orang yang gila harta seperti kakak ku, dan juga Mila istrimu Ayah." sindir Rosa
"Rosa Adhitama!" teriak Aska, "jaga cara bicaramu, jangan kau samakan ibu mu dengan kakak mu. Dia tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Aska tidak terima jika sang istri di samakan oleh Keempat anaknya.
"Dia bukan ibu ku! Ibu ku sudah lama meninggal."ucap Rosa menahan tangis. Ia tidak mau jika air matanya keluar di depan ayahnya ia harus kuat untuk menghadapi ayahnya yang keras kepala.
"Tentu saja dia ibu mu, karena ayah telah menikah denganya. Kau jangan lupakan itu." ucap Aska menatap tajam pada Rosa.
Rosa menolah ke arah lain, ia tidak percaya dengan ayahnya yang begitu mudah berpindah hati ke wanita lain. Padahal belum lama istrinya meninggal dunia, tetapi ayahnya tidak peduli dengan hal itu.
"Jika tidak ada yang mau ayah bicarakan lagi, aku akan keluar dari sini." Rosa segara keluar dari ruang kerja ayahnya. Ia sudah muak dengan sikap ayahnya yang egois dan keras kepala.
Saat Rosa sudah membuka pintu, ia di kagetkan dengan seorang wanita yang tak lain adalah ibu tirinya. Mila senang sekali menguping pembicaraan orang lain.
Rosa menatap mila dengan tatapan dingin nya, ia sangat membenci ibu tirinya ini.
"Astaga!" kaget Mila melihat Rosa keluar dari ruang kerja suaminya.
"Apakah seperti ini sikap seorang nyonya Adhitama? Yang mempunyai pendidikan tinggi?" ucap Rosa dingin.
__ADS_1
"Lihat lah, betapa sombongnya putri dari Aska Arion Adhitama."ucap Mila dengan perkataan angkuhnya.
"Jangan kau ulangi lagi perbuatan mu. Sikap mu sungguh tidak sopan menguping pembicaraan orang lain."
"Cih! Siapa kau berani sekali mengatur diriku." berdesis Mila tidak suka dengan perkataan Rosa.
Menghadapi ibu tirinya ini membuat kepala Rosa semakin pusing, semakin lama ia bertatap muka dengan ibu tirinya. Semakin kuat keingiananya untuk memukul wajahnya lagi hingga memar.
Dulu saat Rosa di fitnah oleh Mila, Rosa pernah menghajar Mila hingga babak belur di wajahnya. Karena Mila telah menghina ibu kandung Rosa dengan sebutan wanita penyakitan.
Karena tidak terima dengan ucapa Mila Rosa segara menampar wajah Mila dan memukulnya hingga wajahnya babak belur di buat oleh Rosa.
Akhirnya Mila mengadu kepada suaminya, dia mengatakan pada suaminya bahwa dirinya telah di aniaya oleh putrinya Rosa.
Karena Rosa tidak menyukai dirinya menjadi ibu tirinya. Mendengar hal itu Aska menjadi sangat marah pada Rosa.
Aska menghapiri Rosa di dalam kamarnya yang ternyata Rosa tengah menangis. Tanpa mendengar penjelasan dari Rosa Aska langsung menapar pipi Rosa hingga keras. Rosa telah menjelaskan semuanya kenapa ia memukul ibu tirinya itu, tetapi Aska tidak mau mendengarkanya. ia lebih percaya perkataan istrinya di bandingkan dengan anaknya sendiri.
Akibat insiden itu Rosa memutuskan untuk pergi dari rumah itu tanpa sepengetahuan pegawal ayahnya. Beberapa hari kemudian Rosa telah kembali ke rumahnya. Ayahnya menyuruh para pengawalnya untuk mencari keberadaanya.
Yang ternyata Rosa berada di sebuah kosan kecil milik teman yang pernah menolong Rosa saat dia pergi dari rumah.
Sejak Rosa pernah pergi dari rumah ayahnya semakin mengekang dirinya.
Jam makan malam telah tiba semua keluarga telah berkumpul di meja makan.
"Sayang, hari ini aku boleh engak berkumpul sama teman-teman ku di club malam..?"pinta Mila ia senang sekali menghabiskan uang suaminya di tempat club malam. Bahkan dalam semalam Mila bisa menghbiskan uang hingga ratusan juta.
"Iya boleh nanti aku akan menyuruh Radit untuk mentarnsfer uangnya kedalam rekening mu." Aska sangat mencintai istrinya ini. Apapun yang istrinya minta semuanya akan Aska kabulkan asalkan Mila bahagia.
Melihat Ayahya yang gampang sekali memberikan uang pada ibu tirinya, membuat Rosa semakin muak dengan keluarga ini. Sedangkan ke 4 kakaknya terlihat cuek dan tidak peduli akan hal ini.
"Rosa," panggil Aska.
"Iya ayah."
"Setelah makan makan malam, ayah tunggu kamu di ruang kerja ayah."
"Baik ayah,"
Rosa tahu jika ayahnya akan membicarakan masalah perusahaanya.
Ayahnya akan terus memaksa Rosa hingga dia mau menjadi pewaris perusahaan ayahnnya. Atau lebih buruknya lagi Rosa akan di jodohkan oleh teman ayahnya.
Di ruang kerja Aska.
"Duduk lah!" pinta Aska, "Ayah sudah memikirkan masalah ini. Jika kamu tidak mau mewarisakan perusahaan ayah, maka tidak ada pilihan lain lagi, Ayah akan menjodohkan dirimu dengan teman Ayah.
Rosa sudah menduga akan hal ini, ayahnya pasti akan menjodohkan dirinya dengan anak teman bisnisnya agar bisnisnya selalu lancar.
".........." Rosa tidak mengubris permintaan ayahnya itu. Ia sudah bosan dengan hal ini.
"Kenapa kamu hanya diam..?"tanya Aska.
Rosa menghela nafas panjangnya ia memutar kan bola matanya ia malas sekali membicarakan hal ini pada Ayanya, "Bukankah Ayah sudah mengetahui jawabanya."ucap Rosa dingin.
"Ayah tahu itu, kau pasti tidak akan mau menerima tawaran ayah."
__ADS_1
"Baguslah jika Ayah mengerti!"
"Tapi, dengan syarat."
"Syarat?"
Sejak kapan Ayah memberikan syarat seperti ini? Pasti Ayah mempunyai rencana licik pada ku."batin Rosa.
"Jika kamu tidak mau menerima perjodohan ini, atau menjadi pewaris perusahaan Ayah. Maka kumpulkan uang sebanyak 5 Milyar untuk ayah dalam waktu 3 tahun." ucap Aska memberikan syarat pada putrinya. Ia tahu jika Rosa tidak akan sanggup untuk melakukan hal itu.
"Jika aku sanggup, apa yang ayah berikan padaku." ucap Rosa yakin.
"Hhmm!" Aska menaikan alisnya, ia merasa heran dengan perkataan anaknya barusan.
"Apa kau yakin bisa melakukanya?"tanya Aska sekali lagi.
"Aku yakin pasti bisa! Asalkan aku bisa keluar dari zona yang membuatku muak!" emosi Rosa memuncak.
"Menarik, baiklah. Jika kau sanggup melakukan hal itu Ayah akan memberikan kebebasan padamu apa yang kau minta akan ayah kabulkan."ucap Aska memberikan keuntungan pada Rosa.
Mendegar perkataan ayahnya membuat Rosa semangat untuk mengumpulkan uang 5 Milyar dalam waktu 3 tahun.
Bagi Rosa mengumpulkan uang 5 Milyar dalam waktu 3 tahun sangatlah mudah.
Ayahnya tidak tahu jika Rosa mempunyai bisnis online bersama dengan temanya dulu. Di tambah lagi dia juga mempunyai tabungan saham yang cukup besar untuk dirinya. Uang yang di berikan oleh Ayahnya ia kumpulkan lalu di tabung untuk membeli saham. Ia tidak mau jika Ayahnya mengetahui jika dirinya mempunyai usaha.
Jika sampai Ayahnya tahu maka ayahnya bisa mengacaukanya.
"Baiklah aku terima syarat dari ayah, dan Ayah harus menepati janji ayah. Deal?"ucap Rosa mengulurkan tanganya pada Ayah.
Aska belum menerima jabatan tangan dari putrinya,"jika kamu tidak berhasil mengumpulkan uang dalam waktu 3 tahun, maka dirimu harus menuruti semua perkataan Ayah,"ucap Ayah menerima jabatan tangan dari Rosa
"Baiklah aku terima tantangan ayah."
"Lalu dengan cara apa kau mencari uang sebanyak 5 Milyar? Sedangkan dirimu tidak bekerja."
"Aku akan bekerja di luar kota."
"Bekerja di luar kota?"
"Iya, izinkan diriku untuk mencari pekerjaanya di luar kota. Selama 3 tahun kedepan aku akan mengumpulkanya."
Sebenarnya tanpa Rosa bekerja pun ia bisa mengumpulkan uang sebanyak 5 Milyar, tetapi ia lebih memilih keluar dari rumah ini dengan alasan bekerja di luar kota agar Ayahnya tidak curiga dengan dirinya.
"Oke, ayah akan mengizinkan mu untuk mencari pekerjaan di luar kota, asal kau benar-benar mencari pekerjaan. Ayah juga akan memberika uang untuk."ucap Aska terhenti
"Tidak usah! Tanpa uang dari Ayah aku bisa pergi ke luar kota sendiri. Ayah tidak perlu khawatir akan hal ini,"ucap Rosa mengakhiri percakapanya dengan sang Ayah, lalu pergi keluar.
Saking buru-burunya Rosa keluar dari ruang kerja Ayahnya, tanpa sengaja ia menabrak kakak pertamanya Brian Arjun Adhitama.
Bruk..!!
"Maaf kak," acuh Rosa pada Brian kakaknya.
"Tidak apa-apa," senyum Brian.
Rosa segera pergi meninggalkan kakaknya , sedangkan kakaknya hanya bisa melihat Adik perempuanya pergi jauh. Sebenarnya ia sangat mengkhwatir kan adiknya itu. Karena Adiknya selalu saja terkekang oleh Ayahnya.
__ADS_1