
Pasangan itu makan dengan tenang dan di bumbui kemesraan yang di ciptakan oleh Johan. Ia menyuapi sang istri makan dengan senyum penuh arti.
"Johan, aku bisa makan sendiri," tolak Sandra merasa masih saja malu.
"Malam ini aku ingin memanjakan dirimu. Ayo buka mulut kamu," titah Pria itu mengarahkan sendok yang sudah berisi makanan.
Mau tidak mau Sandra terpaksa menerima suapan dari sang suami yang mendadak menjadi romantis dan mesra. Ya, walaupun ia sudah tahu sejak dulu bahwa Johan memang tipe lelaki romantis, tetapi itu akan ia lakukan dengan wanita yang ia cintai. Apakah sekarang dirinya memang sudah ada di hati Pria itu?
"Bagaimana, enak?" tanya Johan menatap lekat pada wajah wanitanya.
"Hmm, lumayan. Tapi lidahku sudah terbiasa masakan lokal. Sepertinya lebih enak spaghetti buatanku sendiri," jawabnya sembari mengunyah menu yang sudah sering ia coba. Tetapi rasanya lebih enak made in diri sendiri.
"Oya? Kalau begitu besok kamu harus memasaknya untukku," ucap Johan.
"Ok, aku akan membiasakan seleramu dengan masakanku."
"Tentu saja Aku sangat senang. Apalagi rasa yang telah lama terabaikan. Apakah rasanya masih sama?" tanya Johan yang membuat Sandra kembali salah tingkah.
"Jangan bicara seperti itu, Johan. Mana mungkin kamu masih mengingatnya. Karena kita melakukannya sama-sama tidak sadar," jawab Sandra yang mencoba membalas kata-kata menyimpang dari Pria itu. Tak mau selalu di goda, maka ia harus terbiasa oleh pembicaraan itu.
"Benarkah? Kalau begitu kita akan melakukannya dengan kesadaran lahir dan batin. Rasanya pasti tidak akan pernah mengecewakan dan terlupakan," timpal Johan dengan senyum nakal.
"Aish! Dasar Kakek-kakek genit," ujar Sandra tersenyum geli.
"Hahaha.... Biar Kakek-kakek begini tapi masih bisa membuatmu mabuk kepayang," jawab Pria itu dengan kekehan.
"Udah ah, ayo kita makan sekarang. Lihatlah sebentar lagi sudah larut. Jangan sampai kepulangan kita di tertawakan oleh anak-anak." Sandra mengambil sendok di tangan Johan, lalu ia memulai makan sendiri.
"Siapa bilang kita mau pulang?" ucap Johan sembari fokus dengan makanannya.
"Maksud kamu?" Sandra menautkan kedua alisnya.
"Malam ini kita menepi sejenak dari anak-anak. Ini malam khusus kita. Kan kita sudah sepakat akan mengulang Raza yang tertinggal," jawab Johan yang membuat Sandra menelan ludahnya dengan kasar.
Perempuan matang itu tak lagi menyahut ucapan suaminya. Sepertinya Johan tidak main-main dengan ucapannya.
__ADS_1
Selesai makan, Johan segera melakukan pembayaran. Mereka kembali menuju parkiran untuk menaikkan kendaraan roda empat itu.
Sandra mengamati jalanan yang di tempuh oleh Johan, ternyata benar bahwa lelaki itu tidak membawanya pulang.
Johan menghentikan kendaraannya di sebuah hotel yang cukup berkelas di kota bertuah itu. Seketika jantung Sandra berdegup kencang. Baru membayangkan saja hatinya merasa entah.
"Ayo turun, Sayang," ajak Johan sembari melepas safety belt di tubuhnya.
Sandra masih termangu tanpa gerakan apapun. Ini benar-benar menegangkan bagi dirinya yang seorang wanita telah puluhan tahun tak di sentuh. Dan apalagi Pria yang membawanya check in adalah Pria yang paling ia dambakan.
Apakah dirinya mampu mengimbangi permainan yang akan diberikan lelakinya, alias paksu. Akhirnya sekian purnama malam sunyi itu akan ia akhiri.
"Hei, kenapa melamun? Apakah kamu sedang membayangkan sesuatu? Tenanglah, kita akan memulainya tipis-tipis saja. Aku jamin hasilnya tidak seburuk yang kamu bayangkan," ucap Johan yang membuat wajah wanita itu bersemu.
"Johan, berhentilah menggodaku. Jangan membuat aku semakin malu. Kamu tahu kebiasaan burukku jika aku selalu di goda?" ucap Sandra yang membuat Johan menggeleng cepat.
"Tidak, emang kamu mempunyai kebiasaan buruk apa?" tanya pria itu penasaran.
"Aku akan meninggalkanmu tidur sendiri disini, dan membiarkan anganmu menjadi semu," jawab Sandra yang membuat nyali Johan ciut seketika.
Sandra tak menyahut, ia mengikuti lelaki itu keluar dari kendaraannya. Pasangan itu menerima cardlock dari pelayan hotel. Mereka segera menuju kamar yang telah tertera disana.
Jangan tanya bagaimana jantung Sandra sejak tadi hingga ia memasuki ruangan itu.
Johan segera membuka jas yang ia kenakan. Sementara Sandra hanya terdiam sepi.
"Ayo duduk disini, Sayang," ajak Johan memukul sofa disampingnya.
"Aku mandi dulu ya," ucapnya yang dijawab dengan anggukan oleh Sandra.
Johan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Ia harus membuat wanita itu nyaman saat berada dalam pelukannya.
Hanya lima belas menit lelaki matang itu sudah keluar hanya mengenakan bathrobe saja. Terlihat air rambutnya yang masih menetes disana. Sandra semakin di buat kikuk.
"Mau mandi juga?" tanya Johan kembali menjatuhkan bokongnya di samping sang istri.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya mau berbersih sebentar," jawab Sandra yang segera berlalu menggunakan kamar mandi.
Cukup lama wanita itu di dalam kamar mandi, entah apa yang sedang ia kerjakan, sehingga membuat Johan sedikit jenuh menunggu. Padahal dia mengatakan tidak mandi, tapi kenapa lama sekali?
Johan mencoba menyibukkan diri memainkan ponselnya. Sedikit atensinya teralihkan oleh benda pipih milik istrinya yang ternyata tidak terkunci.
Rasa penasaran Pria itu memeriksanya. Johan membuka galery photo. Tak ada foto-foto yang mencurigakan, hanya gambar-gambar wanita itu bersama teman-teman wanitanya saat bertugas. Dan di aplikasi pesan juga tak ada nama-nama yang spesial. Johan kembali menaruh ponsel istrinya. Hatinya merasa tenang. Ternyata memang dialah lelaki yang beruntung itu.
Merasa cukup lama menunggu, Johan segera beranjak untuk menggedor pintu kamar mandi. Namun...
"Kenapa, Jo?" tanya Sandra saat mendapati Pria itu di depan pintu.
"Ah, tidak apa-apa. Aku kira kamu ngapain lama sekali di dalam," jawabnya tersenyum gaje.
"Iya, aku sekalian mandi. Terasa gerah," jawabnya segera berlalu.
Sandra membuka lilitan handuk yang ada di kepalanya untuk di keringkan.
"Sini aku bantu ngeringin," ucap Johan mengambil alih handuk kecil itu.
Pria itu dengan perlahan mengusak mahkota wanitanya. Sandra menikmati sentuhan tangan itu. Saat sedang terlena, sebuah kecupan mendarat di pipi kanannya.
Sandra membuka matanya, dan jantungnya kembali berdentum hebat saat tangan Pria itu sudah tak tinggal diam. Pelan tapi pasti menjamah tubuh.
"Apakah aku sudah boleh melakukannya malam ini?" bisik Johan di telinga sang istri.
Sandra menghela nafas dalam. Ia mencoba untuk menenangkan hatinya yang tak karuan.
"Ya, aku sudah siap. Aku ingin menjadi istrimu seutuhnya," jawabnya dengan yakin.
Johan tersenyum sembari melabuhkan sebuah kecupan di keningnya. Pria itu membimbing Sandra untuk menuju tempat tidur yang berukuran king size.
Bersambung....
NB. Untuk selanjutnya diteruskan oleh pikiran raeder masing-masing aja ya😀🤠Hah, masih belum selesai part ABG tua ini🤣
__ADS_1
Happy reading 🥰