
"Saya mau nyari Kevin, kira kira dia ada di sini gak ya kak?" tanya Keisya kemudian. Ia sudah bodoh amat dengan anggapan mereka semua untuk Keisya.
"Bang Kevin?" tanya pemuda itu untuk memastikan.
Keisya mengangguk kaku. "I-iya, Kevin Narendra. Kalian kenal gak?" tanya Keisya lagi.
Mereka kompak mengangguk menanggapi pertanyaan Keisya. "Bang Kevin ketua BEM FISIP, kan?" tanya mereka lagi.
"Keisya?"
Keisya menoleh saat suara itu menyapa indera pendengaran nya. Gadis itu membeku di tempat nya.
"Bang, cewek cantik ini nyariin lo." kata pemuda itu mengadu saat ia melihat Kevin datang.
"Dia cewek gue." ucap Kevin tegas.
Mereka sontak membulatkan mata nya ketika mendengar tegas dari Kevin.
"Kei." panggil Kevin pelan lalu mendekatkan diri pada gadis nya. "Kok di sini? Aku kan udah bilang bakal jemput kamu ke kos nya Vina." ucap Kevin.
Keisya menaikkan tangan nya yang gemetar untuk menyentuh sudut bibir Kevin. "Ren, kenapa?" tanya Keisya dengan suara nya yang bergetar.
"Widihh ada siapa nih?" tanya Bang Andre yang tiba tiba datang.
Keisya spontan menarik kembali tangan nya dari sudut bibir Kevin. Perempuan itu mengatur nafas nya, lalu tersenyum ke aeah Kevin. "Beresin aja dulu urusan kamu di sini. Urusan kita bisa nanti, kapan kapan aja kalo kamu ada waktu." bisik Keisya sangat pelan. Hanya Kevin yang dapat mendengar nya.
Keisya kemudian menoleh kembali ke beberapa pemuda yang masih duduk di posisi nya. "Makasih yah," ucap nya tulus lalu mengambil langkah untuk pergi dari sana.
"Vin, siapa sih?" tanya Bang Andre lagi.
Kevin menatap kakak tingkat nya yang ingin tau perihal Keisya. "Cewek gue Bang." ucapnya jujur.
"Dia pergi, gak lo kejar?" tanya Bang Andre.
Kevin hanya menatap kepergian Keisya sendu, kemudian ia menggeleng samar. "Kita brifieng dulu, Bang." jawab nya.
"Brifieng buat aksi besok bisa di tunda dulu kok, Vin. Kasian cewek lo pergi sendirian, lagian ini udah kesorean buat brifieng." ucap Bang Andre.
__ADS_1
"Cuman 15 menit Bang, aman." kata Kevin.
***
Keisya berjalan lunglai melewati trotoar kampus. Ia kemudian memutuskan untuk duduk di salah satu tempat duduk yang tersedia.
"Maaf Ren, gue masih belom terbiasa sama semua ini." ucap Keisya sendu.
Keisya menyelipkan rambut nya kebelakang telinga, lalu menyandarkan punggung nya kesandaran kursi. Gadis itu menatap kosong pemandangan di hadapan nya.
Drrrtt Drrrtt
Keisya menatap layar ponsel nya yang menyala.
Vina Sabrina : Kei, gimana?
Pesan dari Vina yang sudah pasti mengkhawatirkan keadaan nya. Keisya membuka pesan itu dan mengetik balasan untuk membuat Vina tenang. Ia tidak ingin membuat Vina kembali ke kampus ini hanya karena masalah nya dengan Kevin.
Keisya Calief : Aman dong, sans.
Keisya kemudian menyampirkan tas nya ke pundak, ia hendak berjalan menuju halte depan kampus untuk menunggu bus yang sesuai dengan jalur perumahan nya.
Langkah gadis itu terhenti ketika ada tangan yang menahan lengan nya lembut. Dari aroma parfum maskulin yang di tangkap indra penciuman nya. Keisya sudah pasti tau siapa pelaku nya.
Kevin Narendra. Pemuda tampan yang mampu memporak porandakan hati dan pikiran nya.
Keisya memutar tubuh nya agar bisa berhadapan dengan Kevin. "Udah selesai?" tanya Keisya lembut. Tidak ada emosi menggebu di nada bicara gadis itu.
"Iya, By. Kamu mau jalan jalan kemana? Ayo kita jalan jalan, kemaren kan gak jadi. Sekarang aja jalan nya mau kan?" tanya Kevin.
Keisya mengajak Kevin duduk di tempat duduk yang ia duduki tadi. Ia kemudian membuka tas nya dan merogoh isi tas nya. Sebuah kotak lucu yang isi nya ternyata adalah P3K. "Sakit?" tanya Keisya pelan saat menyentuh sudut bibir Kevin yang sedikit robet.
"Sini aku obatin dulu." Keisya membersihkan luka itu pelan, kemudian membalut nya dengan plester luka yang ia punya. "Besok ganti plester luka nya, Vin. Kalau gak di ganti, nanti infeksi." kata Keisya menjelaskan sambil membereskan kotak P3K nya.
"Kei." lirih Kevin sendu. Panggilan Keisya yang berubah membuat hati nya mencelos bukan main. Jadi Keisya kalo lagi kesel sama Kevin manggil nya Vin yah bukan Narendra atau Ren.
"Iya." jawab Keisya lembut ketika sudah selesai membereskan barang nya dan memasukkan kembali benda itu ke dalam tas nya. "Masih ada yang perlu di obatin gak?" tanya Keisya lagi.
__ADS_1
Kevin meraih tangan Keisya dan ia kecup pelan punggung tangan gadis nya itu. "By, jangan kayak gini. Aku takut." ucap Kevin.
"Aku nyeremin sampe kamu takut?" tanya Keisya.
"Sikap kamu yang bikin aku takut, By." jawab Kevin.
Keisya menatap Kevin santai kemudian ia terkekeh pelan. "Rasa sayang aku jauh lebih besar dari pada rasa kecewa aku ke kamu, Vin. Aku gak akan bisa marah dengan keadaan kamu yang kayak gini." tutur Keisya sendu.
Rasa marah nya lenyap ketika melihat keadaan Kevin. Hanya sudut bibir bibir pemuda itu yang terluka, tapi sudah membuat Keisya ketar ketir rasa nya. Ia paling tidak bisa melihat Kevin nya terluka.
"Aku lebih suka kamu luapin kemarahan kamu dari pada kamu kayak gini, Kei." ucap Kevin.
"Antar aku pulang tuk, Vin. Udah sore." kata Keisya mencoba mengalih kan pembicaraan.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah Keisya, mereka berdua hanya terdiam dengan pikiran nya masing masing. Tidak terasa motor yang di kendarai Kevin akhir nya tiba di depan rumah Keisya.
Keisya turun dari motor besar Kevin. Ia melepas helm nya dan memberikan helm itu kepada pacar nya. "Makasih udah nganterin pulang." ucap Keisya tulus.
Kevin menahan lengan Keisya, pemuda itu menatap sendu Keisya nya. "Yakin gak mau jalan jalan sama aku malam ini?" tanya Kevin untuk memastikan.
Keisya menggeleng pelan. "Aku mau istirahat aja, gak papa kan?" tanya nya.
Melihat Kevin yang menatap nya begitu sendu membuat Keisya tidak tega. Ia kemudian berjalan mendekati Kevin, mengikis jarak mereka. Keisya mengusap pipi Kevin dengan begitu lembut. "Jalan jalan nya nanti aja. Aku mau kamu kamu istirahat aja malam ini, Ren." ucap Keisya lembut.
"Aku gak perlu istirahat kok, By. Aku mau nya jalan jalan aja sama kamu." kata Kevin sendu, berusaha untuk membuat Keisya mau jalan dengan nya malam ini.
KEVIN NARENDRA
KEISYA CALIEF
VINA SABRINA
__ADS_1