Percintaaan Seorang Ketua BEM

Percintaaan Seorang Ketua BEM
Cari Pacar Gih


__ADS_3

Keisya terdiam mendengar ucapan Kevin. Sebenarnya memang ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengan pemuda itu. Namun, jika di bicarakan lewat sambungan telpon Keisya rasa akan sangat tidak efektif.


Kevin : Keisya?


Keisya : Hmm.


Kevin : Kok diem? Kamu gak kenapa napa kan, By?


Keisya mengangguk kecil. Padahal Kevin tidak akan melihat anggukan nya. Mereka kan sedang telepon bukan video call.


Kevin : By jangan bikin aku khawatir.


Keisya : Aku gak kenapa napa kok, Ren.


Kevin : Serius?


Keisya : Iya.


Kevin : Udah makan siang?


Keisya : Nanti sama Vina.


Kevin : Sekarang aja ya? Ini udah jam berapa By, kok belum makan siang?


Keisya : Iya, aku nyari makan siang sekarang. Aku tutup telpon nya ya?


Kevin : Jangan bohongin aku. Awas kalau aku sampai tau kamu gak makan siang.


Keisya terkekeh pelan mendengar ancaman itu.


Keisya : Iya sayang. Aku matiin ya, byeee.


Keisya menekan icon merah yang berfungsi untuk memutus sambungan telepon mereka. Ia kemudian meletakkan handphone nya kembali.


"Kenapa gak lo tanyain soal aksi nanti sore, Kei?" tanya Vina gemas bukan main.


Keisya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. "Gue bingung mau ngomongin itu dari mana." jawab nya.


"Kebiasaan emang lo begini." ucap Vina sebal.


"Nanti dia nanya gue tau dari mana, gue jawab nya gimana, Vin?" jawab Keisya.


"Jawab aja dari sebaran poster. Lo kayak gak punya temen lintas fakultas aja sih, Kei." geram Vina.

__ADS_1


"Iya juga ya." jawab Keisya cengengesan.


Vina menggeleng heran. "Serah lo deh, Kei. Awas aja nanti lo uring uringan mikirin Kevin lo itu." ucap nya.


"Dia kan pacar gue. Wajar dong gue uring uringan nya mikirin dia. Kalo gue uring uringan nya mikirin cowok lain baru salah. Gitu gak si konsep nya, Vin?" tanya Keisya yang membuat Vina semakin heran dengan pemikiran nya.


***


Keisya begitu fokus menonton live streaming mengenai aksi lanjutan yang tengah berlangsung lewat salah satu akun instagram teman Vina di Fakultas yang sama dengan Kevin. Gadis itu melipir ke kos Vina setelah semua jam perkuliahan nya usai hari ini.


"Cowok gue gak keliatan di sini, Vin." rengek Keisya sedari tadi. Vina hanya merespon dengan deheman nya saja. Vina memilih sibuk membaca novel nya di banding ikut menonton live streaming yang tidak menarik minat nya itu.


"Vinaaaa." rengek Keisya sekali lagi. Ia kemudian live streaming nya itu karena apa yang ia cari tidak ia temukan.


"Apa sih, Kei?" tanya Vina geram.


"Gak ada cowok gue di situ. Gue mau nya nonton yang ada Kevin nya." jawab Keisya.


"Gue gak tau cowok lo ada di live streaming yang mana." ucap Vina.


"Ayo samperin yuk." ajak Keisya.


Vina menoleh dan melayangkan tatapan tajam nya pada Keisya. "Gak usah macem macem lo." jawab nya datar.


"Nanti juga dia ngabarin lo?" kata Vina semakin geram oleh Keisya.


Keisya mengangkat bahu nya lemas. "Kayak nya gak deh. Dia kan gak tau kalau gue tau dia ikutan aksi lanjutan." ucap nya.


Vina memilih tidak merespon Keisya, dari oada sahabat nya itu semakin mengoceh hal yang tidak jelas. Vina menyerahkan salah satu koleksi novel yang ada di kos nya. "Mending lo baca deh dari pada mulut ko ngoceh terus." kata nya.


Keisya mencebikkan bibir nya kesal. Meskipun begitu ia tetap menerima uluran novel yang di berikan Vina. Dari segi judul dan blurd yang di tampilkan penulis, Keisya sedikit banyak nya cukup tertarik dengan novel itu. "Awas ya kalau gak seru." ancam nya sok galak.


"Lo pernah baca novel koleksi gue yang gak seru emang?" tanya Vina.


Keisya terkekeh pelan. "Enggak sih. Selera novel lo kan tinggi melangit, gue mah mana nyampe nyaingin selera lo di dunia pernovelan." ucao nya.


Vina tersenyum kecil melihat Keisya sudah fokus membaca novel yang ia berikan. Untung sekali kali ini perhatian sahabat nya bisa di alihkan. Jadi, Vina tidak perlu ribet beradu mulut dengan Keisya yang sangat keras kepala.


" Ih gue baperrr. Jadi inget pacar gue deh." celetuk Keisya saat membaca halaman kesekian dari novel itu. Gadis itu dengan cepat menutup novel yang ia baca dan merain ponsel nya.


Keisya mengarahkan kamera ponsel nya ke wajah cantik nya itu kemudian berpose yang sesuai suasana hati nya. Keisya lalu mengirimkan nya ke roomchat nya dengan Kevin.


"Yah centang satu doang." rengek nya pada Vina.

__ADS_1


Vina melirik sekilas Keisya. "Jangan bilang lo lupa kalau dia lagi jihad di jalanan?" tanya Vina.


Keisya menghela nafas. Ia melupaan hal itu. "Gue pulang aja deh, Vin. Mau istirahat." kata nya lesu. Keisya merapikan barang barang nya dan memasukkan benda benda itu ke dalam tas.


"Gue anter balik yah?" tawar Vina.


"Gak usah. Gue pesen ojol aja." tolak Keisya.


"Jangan. Gue aja yang nganter lo pulang, Kei." ucap Vina.


Keisya menggeleng pelan. "Gue gak mau, Vin. Rumah gue kan jauh, lo muter muter kalo harus nganterin gue pulang." jawab nya.


"Santai sih. Bisa sekalian jalan jalan kan gue?" ucap Vina.


"Vin." lirih Keisya pelan. Keisya sungguh tidak ingin membuat Vina repot.


Meskipun Vina bersi keras mengatakan jika ia sama sekali sama sekali tidak merasa di repotkan. Tapi, tetap saja Keisya tidak enak pada sahabat nya itu.


"Gue udah pesen Ojol. Nih lo liat. Gak mungkin gue cancel gitu aja kan?" tutur Keisya sembari memperlihatkan aplikasi ojek online yang biasa di gunakan.


Vina berdecak kecil. "Awas aja ya lo melipir ke tempat aksi. Gue gak akan mau ngomong sama lo lagi kalau sampai gue tau lo ke sana." kata Vina memperingatkan. Ia hanya takut Keisya tiba tiba melipir ke tempat aksi Kevin dan kawan kawan. Ia takut Keisya nekat dan membahayakan diri nya sendiri.


"Khawatir banget sama gue." cibir Keisya bercanda.


"Iya iya lah lo kan sahabat gue." ucap Vina ketus.


Keisya tersenyum geli. "Cari pacar gih biar gak main sama gue mulu." kata nya meledek.


"Lah ngeledek. Lo yang udah punya pacar aja main nya sama gue mulu. Ngaca sist." ledek Vina balik.


"Anjirr ko jadi gue lagi yang kena." ucap Keisya.


"Mangka nya kalau ngeledekin gue ngaca dulu banyak banyak." kata Vina sombong.


"Gue lupa bawa kaca mangka nya pasti ngeledek lu gue gak ngaca dulu. Puas lu, Vin." ucap Keisya.


Vina hanya terkekeh menanggapi penuturan Keisya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2