
Ucapan Ariel membuat Keisya kembali menoleh ke anak itu. Keisya tersenyum kecil. "Gue gak enak gangguin acara kalian. Lanjut aja, gue bisa buat janji minggu depan. Iya kan, Bu?" tanya Keisya meminta persetujuan pada Ibu Sinta.
Ibu Sinta menangguk kecil.
"Yakin gak mau sama penawaran gue? Ke buru layu sama ekspayet tuh bunga sama cokelat yang lo bawa."
Bu Sinta tersenyum kecil. "Kalau kamu mau bergabung dengan mereka juga tidak apa apa. Ibu yakin pasti anak anak senang melihat kamu bawain bunga dan cokelat."
Keisya menimbang nimbang apa yang harus ia lakukan. Ia menatap sebentar box yang berisi banyak bunga dan cokelat itu. Melihat barang barang itu semakin lama membuat Keisya semakin kesal karena pasti otomatis teringat akan penggemar penggemar Kevin.
"Gak ganggu kalau gue ikut gabung?" tanya Keisya kemudian.
Ariel tersenyum mengejek dan menggeleng kan kepala nya pelan. "Gak sama sekali. Ayo ikut gue." ajak Ariel antusias. Ia membawa kan box yang hendak di bawa Keisya. "Kami ke dalam ya Bu. Permisi," pamit Ariel pada Bu Sinta.
Keisya menatap heran cowok yang berjalan sejajar dengan nya. "Tampilan lo gak sesuai sama penampilan lo, El."
Ariel terkekeh pelan. "Semua orang juga bilang kayak gitu." ucap Ariel pelan. Ariel kemudian menoleh menatap Keisya. "Gue gak peduli sama omongan orang orang. Gue sih bodo amat mau di nilai kayak gimana. Omongan mereka gak sepenuh nya benar soal nya."
Keisya mengangguk kecil. Mereka kemudian masuk ke dalam aula yang mana sudah banyak anak anak yang berkumpul. Ada sekumpulan cowok sepantaran Ariel yang berada di sekeliling mereka.
"Bawa siapa lo Ril?"
Ariel tersenyum kecil. "Sini lo pada. Gue kenalin sama nih cewek." tutur Ariel pada mereka.
Keisya takjub ketika mendapati sekelompok cowok cowok itu lantas patuh dengan ucapan Ariel. Mereka beranjak dari duduk nya dan berkumpul di dekat nya dengan Ariel.
"Ini Keisya Calief. Dia bakal gabung sama kita buat kegiatan hari ini." kata Ariel tegas.
Keisya tersenyum lembut pada mereka semua.
"Kei, kenalin itu Fero, Raja, Daniel, Gilang, Bara, sama Rey."
"Hei, seneng ketemu sama lo Keisya." ucap mereka serempak.
"Gue juga seneng ketemu kalian." balas Keisya tulus.
"Ayo fokus sama kegiatan." kata Ariel tegas.
Ariel memimpin jalan nya kegiatan dengan anak anak penderita kanker. Keisya menatap satu per satu anak anak itu dengan sendu.
'Apa yang gue alamin tentu gak sebanding sama apa yang mereka alamin sekarang. Ya Tuhan, di mana letak ke bersyukuran gue selama ini? Kenapa gue terlalu fokus sama ke kurangan gue padahal gue masih punya ke lebihan yang harus nya gue syukuri.' batin Keisya sendu
__ADS_1
Keisya mengambil tempat duduk di samping seorang anak pengidap kanker yang mengena kan syal di leher nya. Rambut anak itu sudah plontos, Keisya mengusap tangan nya pelan. "Hai." sapa Keisya halus.
Anak itu menoleh menatap Keisya di iringi senyum nya yang terbit. "Hallo, Kakak." balas nya ramah.
"Nama kamu siapa?" tanya Keisya lagi.
"Aku Syahdilla, Kakak bisa panggil aku Dilla. Nama Kakak siapa?" tanya Dilla dengan binar di mata nya.
"Keisya. Panggil Kakak, Kak Kei aja."
Dilla tersenyum sumringah. "Nama Kakak cantik, Kakak juga cantik." puji Dilla tulus.
Hati Keisya menghangat mendengar pujian dari Dilla. "Kamu juga cantik, sayang."
"Rambut Dilla udah gak ada Kak." adu nya kecil pada Keisya.
Keisya mengusap pipi Dilla dengan pelan. Ia tiba tiba terdiam. Bingung harus menjawab aduan Dilla seperti apa.
Keisya menoleh di saat rambut nya di satu kan seseorang dalam genggaman nya. Keisya membola kecil ketika melihat Ariel yang melaku kan itu. "Mau ngapain lo?" bisik Keisya pelan.
"Mending lo diem."
Rambut Keisya di gulung ke atas dan kemudian kepala gadis itu di pakai kan topi oleh Ariel. Cowok itu juga merapi kan anak anak rambut Keisya yang masih ke liatan. "Lihat, sekarang rambut nya Kak Keisya juga gak ada." tutur Ariel di iringi senyum nya.
"Sama kayak Dilla, Dilla juga kan tetep cantik."
"Emang iya?" tanya Dilla memasti kan.
"Iya, Dilla jauh lebih cantik dari Kak Keisya." kata Keisya tulus.
Keisya menatap kalung yang ia kena kan, ia hendak melepas kalung milik nya untuk memberi kan benda itu kepada Dilla. Namun gerak kan nya terhenti ketika Ariel menahan tangan nya yang hendak melepas kan kalung nya. Keisya menatap Ariel seolah meminta penjelasan kemudian Ariel menggeleng pelan.
"Kak El pinjem Kak Kei nya dulu boleh?"
Keisya menoleh ke arah Ariel lalu menatap ke arah Dilla yang sudah mengangguk.
"Ayo ikut gue," ajak Ariel pelan.
"Ke mana?"
"Ikut aja."
__ADS_1
Keisya mengangguk kecil. Ariel kemudian menghampiri Bara sebentar. "Handle dulu. Gue keluar sebentar sama Keisya."
"Sip." jawab Bara singkat.
Ariel menatap Keisya seolah memberi nya kode untuk mengikuti cowok itu. Keisya menghela nafas pelan dan mengikuti Ariel di belakang. Ariel membawa nya ke halaman belakang rumah kanker itu. "Emang boleh ke sini?" tanya Keisya ragu. Ia takut tempat ini tidak boleh di kunjungi sembarang orang.
"Siapa yang ngelarang. Gue udah sering ke sini." ucap Ariel pelan.
Ariel menuju ke sebuah ayunan besi dengan dua kursi yang berhadapan. Ariel duduk di salah satu kursi nya. "Duduk Kei," kata Ariel yang mempersilah kan Keisya duduk di hadapan nya.
Keisya dengan ragu ragu duduk di kursi yang berhadapan dengan Ariel. Ariel kemudian membuat gerak kan kecil agar ayunan itu bergerak. "Lo gak mabok ayunan kan, Kei?" tanya Ariel takut takut.
"Enak aja. Ya kali gue mabok cuman karena ayunan doang."
"Bagus deh."
Ariel menyandar kan punggung nya dengan santai. Cowok itu menatap Keisya teduh kemudian senyum nya terbit tiba tiba.
Keisya menatap aneh cowok itu. "Kenapa lo?" tanya Keisya heran.
Ariel menggeleng pelan. "Lo cantik kayak pacar gue." ucap Ariel pelan.
"Oh, udah punya pacar?"
"Udah.lo sendiri?"
"Udah." jawab Keisya mantap.
"Ganteng kayak gue gak?"
Uhuk uhuk.
Keisya terbatuk karena tersedak saliva nya sendiri. Bagai mana cowok di depan nya ini begitu narsis. "Lebih ganteng dari lo." ucap Keisya bangga.
"Bagus deh, jadi gue gak perlu takut lo ke pincut sama gue."
"Percaya diri lo terlalu tinggi."
Ariel terkekeh pelan. "Kenapa lo dateng sendiri? Kenapa gak ngajakin cowok lo?" tanya Ariel penasaran.
...Bersambung.......
__ADS_1
^^^Happy Readingš¤^^^